» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Internasional
02-06-2017
AS Keluar dari Perjanjian Paris, Ini Sikap Presiden Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron kecewa dengan pengumuman Donald Trump pada Kamis yang menyatakan Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Paris. Perjanjian Paris merupakan kesepakatan global bersejarah dalam memerangi perubahan iklim. 


Dalam pidatonya di akun Twitter resmi miliknya, Macron meniru slogan khas Trump "Buat Amerika Hebat Lagi", tapi Macron menggantinya dengan "Buat Planet Kita Hebat Lagi".
 
Seperti halnya banyak pemimpin dunia lain, Macron mengulang kembali komitmennya dalam kesepakatan iklim internasional dan mencari cara-cara baru untuk melindungi planet dari pemanasan global.
 
"Untuk semua ilmuwan, insinyur, pengusaha, penduduk yang bertanggung jawab yang kecewa engan keputusan Amerika Serikat, saya ingin katakan Prancis bisa jadi rumah kedua mereka," kata Macron menanggapi Trump.
 
"Saya serukan pada mereka: datanglah dan bekerja di sini bersama kami-bekerja bersama untuk solusi-solusi konkrit bagi iklim kita, lingkungan kita. Saya pastikan, Prancis tak akan menyerah dalam pertempuran." 
 
Sementara keluarnya AS pada kesepakatan tahun 2015 itu tak diharapkan akan mengacaukan kesepakatan, namun itu akan melemahkan persetujuan dan mampu menciderai bisnis AS.
 
Keputusan juga mengisolasi AS dari isu penting seiring dengan komunitas internasional bertujuan melanjutkan upaya untuk mengendalikan perubahan iklim.
 
Selain AS, hanya Suriah dan Nikaragua yang tak menandatangani kesepakatan 2015. (TGR07/ANT)



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »