» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Hankam
09-06-2017
Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan
Penulis : Dadang Merdesa, Pemerhati Masalah-masalah Sosial Politik

Ketahuilah...
PDIP lumayan besar di Jawa Barat, sebab sejak PKI dibubarkan, mayoritas eksodus ke PDI, terlebih setelah jadi PDIP...


Adapun Keluarga DI-TII dan sebagian Ummat PNI: Partai Nasionalis Indonesia, hijrah ke GOLKAR...

Kini,
Paska Revolusi 212, dan Pilgub DKI Jakarta, Ummat Marhaen dan Kaum Muslimin, banyak yang beralih ke GERINDRA...

Itulah resiko pemilihan langsung dari Pilpres dan PILKADA. Selera Rakyat terhadap Partai dan Figur Pemimpin sangat dinamis dan berlebihan. Sementara Elit Partai dan Elit Penguasa, sangat minus keADABan, bagaikan serigala berebut buruannya...

Maka solusi dari kondisi sedemikian itu, sudah sepuluh tahun lebih saya wacanakan kePEMIMPINan dengan Lelaku Dijalan KeBUDAYAan sekaligus keNABIan. Sesuai dengan ayat di Quran:"...Kuciptakan manusia ber-SUKU-BANGSA agar saling mengenal..." Suku-Bangsa adalah entitas keBUDAYAan. Itulah mengapa ada semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Yang sejatinya konsep keTATA-NEGARAan Bangsa-Bangsa di NUSANTARA adalah FEDERASI, Federasi Nusantara. Seperti yang dianut Masyarakat Aseli Benua Amerika...

Di Quran juga, tertera ayat yang menyatakan, "Di setiap Negeri, diturunkan para Nabi dan kenabian, yang berasal dari negeri tersebut..."

Itulah kenapa saya setuju dengan istilah "DEMOKRASI-TERPIMPIN" yang berkoneksi dengan PANCASILA pada sila 4, "Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah, Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan"
Yang kini, setelah UUD 45 asli diamandemen jadi UUD 2002 dan satu-satunya institusi yang masih menganut Demokrasi-Terpimpin, adalah TNI. Yang masih menganut sistem hirarki dalam jenjang Pengambilan keputusan kebijakan. Yang tentu saja masih logika DEMOKRASI, tak ada hubungannya dengan MILITERisme. Justru sekarang ini ada banyak tokoh SIPIL ketum partai tapi kelakuan FASIS dan MILITERISTIK dan beraroma MILITERISME dan berpenyakit SIPILIS...

Dari uraian di atas, justru Konsep Negara IMPERIUM, sangat bertentangan dengan Lelaku keNABIan. Itulah yang menjelaskan kenapa Nabi Muhammad SAW mengirim surat pada Kaisar Romawi, untuk mengajak kembali ke ISLAM = nilai-nilai kenabian= berserah diri pada Sunnahtulloh, hukum semesta alam = pasrah = selamat...

Dari situlah konsep Khilafah Hizbut Tahrir adalah konsep IMPERIUM, seperti halnya dengan konsep Khilafah Wahabi juga Khilafah Katolik...

Maka dengan sendirinya, kalau saja Khilafah HTI dibubarkan, maka khilafah-Wahabi, khilafah-Syiah dan khilafah-Katolik juga musti dibubarkan, sebab sama-sama berkonsep Imperium, tentunyaaahh...

Adapun "Saya Pancasila" sangatlah bertendensi untuk menghilangkan sisi "keMANUSIAan". Sebab ada usaha untuk penyeragaman Manusia Nusantara, yang berdampak pada hilangnya JATI-DIRI keNUSANTARAan dan Peradaban Bangsa-Bangsa NUSANTARA. Sehingga, Manusia Indonesia jadi minus KREATIFITAS, jadi gerombolan yang gampang dikendalikan oleh Imperium Kapitalisme-Global dan Imperium #KapitalismeGlobalCHINA, dengan kata lain Jalur Perdagangan OBOR One Belt, One Road, tentunyaaahh...

 



Artikel Terkait
» Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir
» Membangun Karakter Bangsa Guna Memperkuat Ketahanan Nasional
» Panglima TNI: Bangsa Indonesia Tidak Akan Membiarkan ISIS Berkembang



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »