» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Asia
09-06-2017
Korea Utara Luncurkan Roket Jelajah Jenis Baru

Peluncuran rudal terbaru Korea Utara adalah uji coba sukses roket jelajah darat ke laut jenis baru menurut lansiran media pemerintah Pyongyang pada Jumat.


Kantor berita pemerintah KCNA mengatakan roket itu merupakan "alat serangan kuat yang mampu menyerang kapal perang kelompok musuh yang berusaha menyerang DPRK (Korea Utara) dari darat".

KCNA menambahkan rudal itu "secara akurat mendeteksi dan mengenai target apung di Laut Timur Korea".

Uji coba kelima Pyongyang dalam waktu kurang dari sebulan tersebut diluncurkan bertentangan dengan tekanan global untuk mengendalikan program senjatanya.

Negara terisolasi itu sudah memerintahkan tiga uji coba rudal, satu rudal darat ke udara, dan uji coba rudal jelajah pada Kamis sejak Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berkuasa pada awal Mei.

Moon menganjurkan rekonsiliasi dengan tetangga Seoul yang terasing dan tak bisa diduga namun mengambil langkah lebih tegas berkenaan dengan uji rudal, yang menjadi tantangan kebijakan bagi pemimpin yang menyandar ke kiri itu.

Peluncuran rudal Korea Utara datang kurang dari sepekan setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa memperluas sanksi merespons uji rudal balistik terkini rezim Kim Jong-un menurut warta kantor berita AFP.

Korea Utara melancarkan dua uji atom dan lusinan peluncuran rudal sejak awal tahun lalu dalam upayanya mengembangkan rudal yang bisa mengirim hulu ledak nuklir ke benua Amerika, sesuatu yang menurut Presiden Trump "tidak akan terjadi".



Artikel Terkait
» Indonesia Desak Pembahasan Internasional Perlucutan Senjata Nuklir
» Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan
» Warga Korsel Pilih Presiden Baru
» Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi
» China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri
» China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »