» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Analisis
15-06-2017
Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?
Penulis : Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)

Spekulasi yang beredar beberapa bulan terakhir mengenai kemungkinan perusahaan Cina mengambil-alih kepemilikan PT Freeport Indonesia dari tangan Freeport McMoran Amerika Serikat, nampaknya semakin beralasan. Beberapa waktu lalu, Freport McMoran menjual saham mayoritasnya di tambang perunggu Tenke Fungurume di Republik Demokratik Kongo kepada Molybdenum Tiongkok senilai 2,65 miliar dolar Amerika (sekitar Rp35,35 triliun). 


Selain itu, Barrick Gold milik Aaron Regent yang juga tangan kanan Li Khai Shing dan Tambang di Tenke Fungurume di Republik Demokratik Kongo oleh Molybdenum Tiongkok, juga telah membeli saham kepemilikan Freeport beroperasi di Chili. 
 
Sehingga merebaknya kabar bahwa sebuah konsorsium Cina akan membeli kepemilikan saham PT Freeport Indonesia menjadi semakin dipercaya kebenarannya, dan tidak boleh dianggap enteng. 
 
Pada Februari 2017 lalu, Jaringan Pro Demokrasi sempat menaruh kekhawatiran terhadap kemungkinan Freeport Indonesia diambil-alih oleh perusahaan Cina. Kekhwatiran Jaringan Pro Demokrasi jika Cina berhasil merebut kepemilikan saham Freeport, Cina kemungkinan akan membawa para pekerjanya dari negeri Cina untuk mengisi seluruh struktur manajemen Freeport di semua tingkatan, mulai dari manajemen tingkat atas hingga menengah serta bawah. 
 
Sayangnya, di tengah-tengah maraknya berbagai media massa menggulirkan isu kemungkinan Cina mengambil-alih Freeport Indonesia, belum terungkap perusahaan Cina yang bermkasud membeli mayoritas saham kepemilikan Freeport Indonesia. 
 
Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh tim riset Global Future Institute, ada sebuah perusahaan pertambangan Cina yang saat ini sedang serius mempersiapkan pengambil-alihan kepemilikan saham mayoritas Freeport Indonesia yang saat ini dikuasai Freeport McMoran. Perusahaan Cina tersebut adalah Zijin Mining Group Company Limited. Seberapa serius perusahaan tambang Cina tersebut bermaksud membeli saham mayoritas Freeport Indonesia, sampai hari ini belum ada kejelasan. 
 
Yang jelas, Freeport mengeruk keuntungan besar-besaran dari pertambangan di Indonesia, khususnya Papua. Para aparat intelijen ekonomi Cina pasti mengetahui bahwa Pertambangan Indonesia benar-benar tambang emas bagi Freeport. Betapa Indonesia telah menyumbang sebesar 93,6 % penjualan emas Freeport selama ini. Dengan kata lain, Indonesia merupakan pertambangan emas terbesar bagi Freeport McMoran
 
Pertambangan di Indonesia telah memberi sumbangan terhadap cadangan tembega sebesar 29 miliar lbs atau sebesar 28% dari total cadangan tembaga Freeport sebesar 103.5 miliar lbs di seluruh dunia. Namun Indonesia menyumbangkan sebesar Au 28.2 juta ozs atau mencapai 98,9% dari cadangan emas Freeport di seluruh dunia sebesar Au 28,5 juta ozs. 
 
Dengan makna lain, pertambangan Indonesia memang benar-benar merupakan tambang emas bagi Freeport. Nampaknya, fakta-fakta tersebut sudah berada dalam radar pengawasan dan pengkajian dari Zijin Mining Group Company Limited. Jika perusahaan Cina, yang tentunya juga atas persetujuan dan dukungan dari Konsorsium Cina, memang benar-benar serius merebut kepemilikan Freeport Indonesia dari tangan Freeport McMoran Amerika Serikat. 
 



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »