» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Internasional
03-07-2017
Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Arab Saudi dan tiga negara sekutunya telah menyetujui permintaan Kuwait untuk memperpanjang batas waktu hingga 48 jam yang sebelumnya jatuh pada Minggu agar Doha memenuhi permintaan mereka, menurut sebuah pernyataan bersama yang dilaporkan oleh kantor berita Saudi, SPA.


Tanpa menyebutkan apakah Qatar telah menolak ultimatum tersebut, kantor berita Kuwait, KUNA mengatakan bahwa Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah telah meminta Arab Saudi dan tiga negara lainnya yang memboikot Qatar memberikan perpanjangan waktu.

Kuwait bertindak sebagai mediator setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik serta hubungan perjalanan dengan Doha, dengan menuduhnya telah mendukung terorisme dan menjadi sekutu musuh wilayah mereka, Iran.

Qatar menyebut tuduhan tersebut tak berdasar dan menteri luar negeri, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan bahwa tuntutan yang kaku itu - termasuk menutup saluran televisi al Jazeera yang bermarkas di Qatar dan mendepak pasukan Turki di sana - didesain untuk ditolak.

Negara-negara tersebut telah mengancam akan memberikan sanksi lebih lanjut terhadap Qatar jika tidak memenuhi daftar 13 tuntutan mereka, yang disampaikan kepada Doha melalui Kuwait 10 hari yang lalu.

Mesir mengatakan pada Minggu bahwa menteri luar negeri dari empat negara pemboikot itu akan melakukan pertemuan di Kairo pada Rabu untuk membicarakan persoalan Qatar, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Mereka belum menentukan sanksi lebih lanjut terhadap Doha, namun bankir perdagangan di wilayah itu meyakini bank-bank Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain mungkin akan menerima perintah resmi untuk menarik simpanan dan pinjaman antar-bank dari Qatar.

Departemen Luar Negeri AS, yang merupakan sekutu semua negara yang terlibat itu, mendukung peran Kuwait sebagai mediator dan meminta kedua pihak terlibat dalam perselisihan, untuk menahan diri, demikian seperti dilansir Reuters.



Artikel Terkait
» Menelisik Konstelasi Politik di Timur Tengah
» 7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar
» Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman
» Mayoritas Rakyat Turki Setuju Konstitusi Diubah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

TNI Belum Berencana Kirim Pasukan ke Marawi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »