» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Diplomasi
06-07-2017
Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Turki secara resmi memberikan dukungan bagi Indonesia untuk menjadi anggota Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2019-2020, kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Ankara, Kamis.


"Turki sudah memberikan dukungan untuk DK kita ya. Sudah. Done. Untuk 2019-2020," kata Retno.

Dengan demikian, katanya, sudah terkumpul sejumlah dukungan dari berbagai negara yang membuat Indonesia semakin optimistis untuk mendapatkan tempat di DK PBB.

"Saingan hanya Maladewa, kemungkinannya kita optimistis. Insya Allah kerja keras terus," katanya.

Ia sendiri menegaskan potensi Indonesia untuk mendapatkan posisi tersebut dalam rentang yang membuatnya sangat optimistis.

"Saya optimis mempertimbangkan angka tapi saya enggak bisa (rinci) satu persatu kita hitung,"katanya.

Ia menegaskan akan terus bekerja keras agar kemudian bisa membuahkan hasil yang baik bagi bangsa.

"Kerja keras ini kita harapkan akan membuahkan hasil yang baik. Dan permintaan dukungan ini kita bawakan terus dalam setiap pertemuan bilateral tidak saja pada tingkat Menlu tapi pada saat tingkat Presiden dan Menteri teknis pun permintaan dukungan ini terus disuarakan. Jadi kita all out," katanya.



Artikel Terkait
» Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik
» Indonesia-Swedia Sepakati Tiga Kerjasama Bilateral
» Indonesia-Prancis Siap Kerjasama Kembangkan Vokasi dan IKM
» Peringatan ke-62 KAA akan Digelar Pekan Literasi
» Indonesia-Afrika Selatan Jajaki Kerja Sama Transportasi Udara dan KA



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

TNI Belum Berencana Kirim Pasukan ke Marawi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »