» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara


Kepolisian
13-07-2017
Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Anggaran pemerintah untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mengalami peningkatan, terutama untuk modernisasi peralatan, perbaikan sistem sarana prasarana dan infrastruktur.


"Pada masa kepemimpinan Bapak, di bidang anggaran, pada 2014, anggaran Polri sebesar Rp44 triliun per tahun, dalam kurun waktu tiga tahun, yakni pada 2017, menjadi Rp84 triliun per tahun, artinya anggaran naik dua kali lipat," kata Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-71 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin.

Ia menimpali, "Seperti diantaranya pembangunan Gedung Polda Metro Jaya yang sudah dimulai sejak 2004, tapi tersendat 13 tahun. Namun, di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi, Insya Allah Gedung Polda Metro Jaya akan selesai pembangunannya pada akhir 2017."

Selain Gedung Polda Metro Jaya, Tito menyatakan bahwa pembangunan gedung baru Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sebanyak 17 lantai juga sedang dalam proses pengerjaan.

"Insya Allah selesai pada tahun depan," katanya.

Kapolri juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas keputusan untuk menaikkan remunerasi personel Polri.

Tito mencatat kenaikan remunerasi personel Polri pada 2015 hanya 33 persen, padahal instansi lainnya sudah mencapai 100 persen. Sementara itu, pada 2016 kenaikan remunerasi Polri sudah mencapai 53,4 persen.

"Alhamdulillah tahun 2016 lalu, Bapak sudah menaikkan tunjangan kinerja anggota 53,4 persen," kata Tito.

Dalam peringatan HUT Bhayangkara tersebut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus membenahi internal Polri, meningkatkan kinerja secara profesional serta melakukan manajemen media.

Menurut dia, keberhasilan dalam upaya membenahi Polri dapat dilihat dari berbagai survei yang dilakukan lembaga polling yang menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.

"Polri bukanlah milik Polri semata. Polri milik kita semua baik pemerintah, masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dan doa dari semua pihak diperlukan guna mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat terhadap Polri," demikian Tito Karnavian.

Dalam acara puncak Hari Bhayangkara ke-71 itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak sebagai inspektur upacara. Acara tersebut juga diwarnai atraksi terjun payung, drumband Akademi Kepolisian, dan tari kolosal yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika.



Artikel Terkait
» Presiden Ingatkan Tantangan Polri Makin Kompleks
» Testimoni Freddy Budiman Momentum Benahi Polri
» POLRI: Duo Kombinasi untuk Konsolidasi, dan Kepentingan NKRI



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Pabrik Farmasi asal Jerman Siap Beroperasi

HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »