» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Diplomasi
19-07-2017
RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Dalam Pertemuan Menkes RI Nila F. Moeloek dengan Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, Mr. Yasuhisa Shiozaki, belum lama ini di Tokyo, kedua Menteri sepakat akan pentingnya kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan. Kedua negara yang memiliki berbagai kemajuan di bidang kesehatan dapat saling bertukar keahlian, pengalamaan dan program untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih baik di kedua negara.


''Kerja sama yang telah terjalin selama ini perlu terus ditingkatkan ke arah yang lebih formal dan saling menguntungkan mengingat sangat dekatnya hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral kedua negara selama ini'', demikian ditegaskan Menkes RI, Prof. Dr. Nila F. Moeloek, menyambut tawaran Menkes Jepang mengenai peningkatan kerja sama kesehatan RI-Jepang dalam suatu kerangka Memorandum of Cooperation (Memorandum Kerja Sama).

Saat ini, Indonesia dan Jepang telah banyak melakukan kerja sama baik dalam kerangka bilateral maupun Indonesia-Jepang Economic Partnership Arrangements (I-JEPA) dan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerja sama tersebut berupa saling tukar tenaga ahli, penelitian, tugas belajar, pengembangan sumber daya kesehatan, termasuk pengiriman tenaga kesehatan Indonesia ke Jepang. Dalam kerangka I-JEPA, sejak tahun 2008 telah dilatih sebanyak 593 perawat medis dan 1.199 perawat lansia dengan diantaranya 127 perawat medis dan 330 perawat lansia telah bekerja di berbagai Rumah Sakit dan Panti Lansia di Jepang. Setiap tahun Pemerintah Jepang menyediakan pelatihan untuk 500 orang perawat Indonesia di Jepang.

Ke depan perlu penjajagan lebih lanjut bagi peningkatan kerja sama di bidang pengrekrutan tenaga kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, teknologi informasi kesehatan serta pencegahan dan pengendalian penyakit. Menkes RI antara lain berharap bahwa melalui kerangka kerja sama baru mendatang dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi perawat Indonesia mengikuti pelatihan dan bekerja di Jepang, serta dapat meningkatkan jumlah tenaga dan ahli kesehatan Indonesia yang belajar di Jepang.

Menkes RI dan Menkes Jepang berharap proses pembahasan Memorandum Kerja Sama dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga dapat segera ditandatangani oleh kedua Menkes pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan bilateral ini deselenggarakan di sela-sela ASEAN-Japan Health Ministers Meeting on Universal Health Coverage and Population Ageing tanggal 14-15 Juli 2017 di Tokyo.
 



Artikel Terkait
» Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB
» Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik
» Indonesia-Swedia Sepakati Tiga Kerjasama Bilateral
» Indonesia-Prancis Siap Kerjasama Kembangkan Vokasi dan IKM



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »