» Perlu Kontra Skema Hadapi National Security Agency (NSA) di Bidang Cyber Media » The US Federal Reserve Bank dan The London Connection » Tol Laut Ditunda? (3/Habis) » AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir) » Pentingnya Menegakkan Kedaulatan Laut Dalam Kerangka Supremasi Maritim


Lingkungan Hidup
05-11-2010
Lingkungan Jakarta
Kondisi Lingkungan Jakarta Krisis

Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti menilai bahwa kondisi lingkungan Jakarta dalam keadaan krisis. Hal tersebut disebabkan oleh pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang umumnya berasal dari kegiatan industri, pemukiman, perkantoran, jasa akomodasi dan kegiatan masyarakat.


Selain itu, penanganan air bersih dan air limbah, serta kondisi hidrologi kota Jakarta juga cukup mencemaskan. Hal ini sudah tentu akan semakin memperparah kondisi kritis lingkungan kota Jakarta,” kata Peni disela acara Seminar Sehari Krisis Lingkungan Hidup di DKI Jakarta dan Penerapan Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Ballroom Central Park, Jakarta Barat, Rabu (3/11).

Menurut Peni, ketersediaan air yang rendah antara lain disebabkan oleh dialihfungsikannya permukaan daerah-daerah resapan untuk perumahan, kawasan perindustrian, perkantoran, jasa akomodasi dan perdagangan.

Sehingga air tanah yang jumlahnya sudah sangat sedikit dan telah tercemar oleh intrusi air laut dan limbah domestik. Serta mengakibatkan banyaknya penyedotan air tanah dalam dan dangkal baik yang legal maupun ilegal.

BPLHD DKI mencatat saat ini 53 persen konsumen air di Jakarta menggunakan air tanah, sedangkan sebanyak 47 persen menggunakan air PAM. ”Sebagian besar dari 53 persen itu adalah konsumen rumah tangga," ujarnya, "Selebihnya perkantoran, apartemen, mal, hingga industri.”

Peni mengatakan, presentase kualitas air yang baik untuk dikonsumsi jumlahnya semakin sedikit.

Untuk wilayah Jakarta Utara hanya 13 persen yang baik dikonsumsi, Jakarta Barat tujuh persen, Jakarta Pusat sembilan persen, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masing-masing 35 persen.

Hingga Agustus 2010, lanjut Peni, jumlah sumur bor air tanah yang ada di DKI Jakarta telah mencapai 4.011 sumur dengan jumlah pengambilan sebagai beban pajak mencapai sekitar 20 juta meter kubik per tahun. ”Jika hal ini terus terjadi, dikhawatirkan akan mengakibatkan berbagai kerusakan lingkungan," kata dia.

Kerusakan yang diakibatkan antara lain penurunan muka air tanah, amblesnya permukaan tanah, dan penyusupan air asin yang berasal dari laut. Menurut Peni, dalam rangka terwujudnya Kota Jakarta yang memiliki lingkungan berkelanjutan, pengelolaan lingkungan harus dikembangkan dengan berbagai perangkat kebijakan program.

Serta kegiatan yang didukung oleh sistem pengelolaan lingkungan lainnya, termasuk pencegahan, penanggulangan kerusakan dan pencemaran serta pemulihan kualitas lingkungan sesuai dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. ”Langkah perlindungan dan pengelolaan air tersebut harus mengacu pada konsep 5 R yaitu Reduce,Reuse, Recharge, Recycling dan Recovery,” kata dia. 


Sumber :Republika online
Artikel Terkait
» Dinilai Rusak Lingkungan, Burger King Tolak Beli Minyak Goreng Indonesia
» Menteri: Komitmen Penghijauan Baru Dijalankan 174 Daerah
» Indonesia Anggap Perlunya Kemitraan Global dalam Atasi Masalah Air Dunia
» Hutan Indonesia akan Punah pada 2022
» Pengelolaan Air di Indonesia Buruk
» Kerusakan Lingkungan Bukan Sekadar Isu tapi Fakta



 

Advance Search

   Isu Hangat »
AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Terakhir)
Melihat perkembangan cara berperang abad 21 yang lebih mengutamakan Perang Non Militer mau tidak mau kita harus mengubah paradigma doktrin pertahanan keamanan yang sudah ada. Tapi ...

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Kedua)

AGENDA SETTING TERSEMBUNYI AMERIKA SERIKAT: Perspektif Perang Non Militer Milenium Ketiga (Bagian Pertama)

Perlunya Perubahan Tata Kelola Daerah Perbatasan

Kerjasama RI-Rusia Punya Nilai Strategis Bagi Kedua Negara (Ulasan Singkat Pertemuan Jokowi-Putin di Beijing 10 Oktober 2014)

Indonesia Negara Maritim, Bukan Sekadar Negara Kelautan (Menanggapi Visi Maritim Presiden Jokowi)

Lihat lainya »
   Arsip
PBB Ajukan Korut ke Mahkamah Kriminal Internasional

Malapetaka Ekonomi 1929

Indonesia Perlu Miliki Blue Print Pengembangan Maritim Seperti India dan Cina

Gagasan Von Hayek Selaras dengan Club of Rome

AS Pulihkan Hubungan dengan Kuba

TNI Terus Mencari Korban Tanah Longsor Banjarnegara

Misi Perdamaian PBB, 175 Prajurit TNI Siap Berangkat ke Kongo

Perlu Terpenuhinya Cita-Cita Trisakti Terlebih Dahulu

Kedutaan Inggris di Kairo Kembali Dibuka untuk Umum

AS Ingin Mesir Jadi Penguasa di Wilayah

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »