» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Kesehatan
09-04-2011
Peneliti: Polusi Dari Mobil Dapat Merusak Otak

Sebuah penelitian menyebutkan menghirup polusi udara di jalan raya dapat mengakibatkan kerusakan otak tikus berupa kehilangan ingatan dan penyakit Alzheimer.


Para peneliti membuat polutan udara yang diproduksi oleh pembakaran bahan bakar fosil dan ampas pembakaran yang keluar dari mobil. Tikus percobaan diberikan udara semacam ini selama 15 jam dalam satu pekan dengan periode 10 pekan.

Partikel dalam udara terpolusi itu kecil, "yang besarnya satu per seribu tebalnya rambut manusia, dan terlalu kecil untuk terserap oleh sistem penyaring", tapi dapat menimbulkan kerusakan yang sangat masif terhadap otak tikus percobaan.

"Anda tidak dapat melihatnya di udara bebas, tapi ketika partikel-partikel ini terhirup dan berdampak terhadap sel otak maka peluang untuk mengalami kerusakan otak jangka panjang pun meningkat," kata peneliti senior Caleb Finch dari University of Southern California.

Menurut para peneliti, paparan terhadap polutan di udara mengakibatkan "kerusakan yang signifikan" terhadap sel otak yang bertugas dalam proses belajar dan ingatan. Mereka juga mendeteksi adanya "tanda-tanda peradangan yang erat kaitannya dengan penuaan dini dan penyakit Alzheimer".

Selanjutnya hasil penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Environmenal Health Perspectives.

Penelitian ini membutuhkan rangkaian penelitian lanjutan untuk menentukan apakah efek yang sama akan dialami oleh manusia.

"Tentu ini akan memunculkan pertanyaan 'Bagaimana kita melindungi penduduk kota dari jenis keracunan ini?' dan jawaban atas pertanyaan itu masih menjadi misteri," kata Finch. (GFI/ANT)




Artikel Terkait
» Flu Babi Di Venezuela Capai 482 Kasus
» Kurangi Resiko Stroke Dengan 'Kopi'
» Kurang Tidur? Matikan Teknologi Di Sekitar Anda
» Wabah Flu Menjangkit, Semua Sekolah Moskow Diliburkan
» Cegah Diabetes, Minumlah Empat Cangkir Kopi Sehari
» Tak Cuma Bikin Pedas, Cabai Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan
» TBC Lebih Berisiko Terkena Kanker Paru-Paru



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »