» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Kesehatan
08-03-2012
Angka Bunuh Diri Tentara AS
Pasca Invasi Irak, Angka Bunuh Diri Tentara AS Meningkat

Para dokter militer Amerika Serikat mengatakan, jumlah kasus bunuh diri di Angkatan Darat AS melonjak 80 persen setelah invasi Irak.

 


Sebelum tahun 2003, persentase kasus bunuh diri Angkatan Darat di bawah peringkat sipil, tetapi mulai meningkat pada tahun 2004, satu tahun setelah invasi pimpinan AS ke Irak, menurut analisis para dokter, yang dipublikasikan di British journal Injury Prevention Inggris, Kamis (8/3).

Pada tahun 2008, 140 prajurit Angkatan Darat bunuh diri, jumlah yang mencerminkan peningkatan 80 persen dari tahun 2004. Angka bunuh diri lebih tinggi dari masyarakat sipil, tambahnya.

"Angka bunuh diri meningkat, belum pernah terjadi sebelumnya selama 30 tahun catatan Angkatan Darat AS. 30 persen kasus bunuh diri yang terjadi di tahun 2008, mungkin terkait dengan peristiwa pasca 2003, di samping operasi yang sedang berlangsung di Afghanistan," jelasnya.

Laporan itu mencatat bahwa lebih dari seperlima semua tentara yang aktif bertugas, menderita beberapa jenis gangguan mental.

Menurut tiga studi berbeda yang diterbitkan oleh American Journal of Public Health pada Januari, banyak personil militer AS dan veteran, berjuang melawan gangguan stress pasca-trauma (PTSD), depresi atau akibat situasi di medan perang.

Sebuah penelitian terhadap hampir 600 veteran AS yang kembali dari Irak atau Afghanistan, menunjukkan bahwa hampir 14 persen dari mereka menderita PTSD dan 39 persen mungkin akibat ketergantungan pada alkohol.

Semua pasukan Amerika, kecuali kontingen militer yang bertugas di Kedubes AS di Baghdad dan Konsulat AS di negara itu, meninggalkan Irak pada Desember 2011.

Washingtonmelancarkan invasi pada tahun 2003 dengan dalih bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal (WMD). Namun, kemudian terungkap bahwa selain Saddam Hussein tidak menyimpan senjata berbahaya, para pemimpin AS dan Inggris juga tahu tentang itu.

Lebih dari satu juta warga Irak tewas selama invasi dan pendudukan pada tahun 2003 hingga 2011, menurut laporan Project Censored, lembaga investigasi yang berbasis di California. (IRIB Indonesia/RM/RA)


Sumber :Iran Indonesian Radio

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »