» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Hankam
09-10-2009
Teknlogi Pesawat
Pakistan Pasok Bolivia Enam Pesawat Jet Buatan Cina
Penulis : Tim Riset Global Future Institutte

Meski negara kecil di kawasan Amerika Selatan, Bolivia nampaknya tidak bisa dianggap enteng. Baru-baru ini dikabarkan membeli 6 pesawat jet latih jenis K-8 seharga 9,7 juta dolar AS untuk harga satu pesawatnya. Bukan main. Indonesia saja untuk membeli satu buah helikopter beratnya bukan main.


Pesawat latih jet jenis K-8 ini dibeli Bolivia dengan tujuan untuk operasi pemberantasan Narkotika dan obat bius yang semakin meningkat di negara tersebut. Pesawat jet jenis K-8 ini sejatinya merupakan proyek bersama Pakistan-Cina. Berarti, Pakistan sebenarnya tidak sesolid dibayangkan orang dalam persekutuan militernya dengan Amerika Serikat. Buktinya, dalam urusan bisnis peralatan militer, Pakistan dan Cina rupanya ada kerjasama yang lumayan strategis juga.

Pesawat jet latih Pakistan jenis T-38 sudah dianggap kuno sehingga melalui kerjasama proyek dengan Cina, diharapkan ada penambahan sekitar 75 pesawat jet latih jenis K-8 sebagaimana diutarakan di awal tulisan.

Rupanya kerjasama ini sudah berlangsung lama. Buktinya Cina untuk pertama kalinya memasok Pakistan pesawat jenis K-8 in ipada tahun 1990-an yaitu sekitar 40 pesawat. Dan sekarang Pakistan sendiri sudah memiliki sekitar 40 pesawat K-8.

Pesawat yang diproduksi Pakistan dengan menggunakan komponen-komponen yang berasal dari Cina ini, ternyata tidak saja dipasok Cina ke Pakistan. Mesir dan beberapa negara berkembang lainnya juga mengimpor pesawat buatan Cina tersebut.

Pesawat K-8 atau yang sering juga disebut JL-8 ini, berbobot 4.3 ton. Memiliki dua tempat duduk, Dan memiliki kecepatan 800 Km per jam. Dan mampu memuat beberapa peralatan militer berat seperti bom canon dengan panjang 23 mm, satu ton bom, roket dan peluru kendali. Tak pelak lagi, pesawat ini memiliki kapasitas tempur yang tidak main-main. Khususnya untuk menghadang musuh yang memiliki peralatan senjata anti pesawat udara.

 

 



Artikel Terkait
» Jepang Luncurkan Kapal Induk Kedua
» 'Pasukan' F-16 Arab di Arizona
» Amerika Kuasai 42 Persen Seluruh Anggaran Militer Dunia
» Manuver Enam Kapal Perang Amerika di Laut Cina Selatan dan Natuna Dorong Asia Tingkatkan Keamanan Laut
» Mewaspadai Meningkatnya Kekuatan Militer Cina
» India Semakin Berjaya di Bidang Pertahanan
» Australia Siap Hadapi Cina di Asia Pasifik
» Mengenal Profil Intelijen dan Pasukan Khusus Australia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »