» Paradoks Indonesia Ditengah Kebangkitan Ekonomi Asia Abad 21 » Bila Tidak Ada Visi, G-20 Merupakan Penjara Bagi Indonesia » PKS, Kita, dan Perkembangan Terbaru di Syria » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-2/Habis) » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-1)


Internasional
02-07-2012
Sanksi Terhadap Iran
The Guardian: Iran Melawan Sanksi dengan Cadangan Devisanya

The Guardian menulis bahwa Iran berperang melawan sanksi dengan berbekal cadangan devisanya dan hingga kini Tehran tidak menunjukkan sikap melunak.


Koran terbitan Inggris itu dalam laporannya kembali mengulas masalah sanksi dan menurunkan artikel baru bertajuk "Iran dengan 150 milyar dolar cadangan devisa melawan sanksi-sanksi minyak."

The Guardian mengutip pernyataan Mahmoud Bahmani, Ketua Bank Sentral Iran, "Kami memiliki berbagai langkah untuk menghadapi sanksi dan dengan [program] itu kami akan melawan politik permusuhan [Barat]."

Disebutkan pula dalam laporan tersebut bahwa hingga kini sanksi-sanksi anti-Iran belum menghasilkan insentif baru dalam program nuklir Tehran. Karena Iran menuntut sebelum memutuskan menghentikan aktivitas pengayaan uraniumnya, Republik Islam terlebih dahulu menuntut pencabutan sanksi.

Di lain pihak, Inggris dan Perancis dikabarkan akan memberlakukan langkah-langkah sanksi yang lebih ketat terhadap Iran. (IRIB Indonesia/MZ/NA)


Sumber :Iran Indonesian Radio
Artikel Terkait
» China Daily: AS Tidak Ingin Isu Nuklir Iran Terselesaikan
» Prospek Perundingan Nuklir Iran di Moskow
» Serangan Cyber ke Kementerian Perminyakan Iran Berasal dari AS
» Iran Gandeng Amerika Latin Kokohkan GNB
» Dinding Hambatan Perundingan Iran-Barat
» Moskow, Tuan Rumah Perundingan Lanjutan Nuklir Iran



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Malaysia, Sarang Baru Perdagangan Narkoba di Asia Tenggara?
Terbetik kabar, Malaysia sekarang jadi sarang jual beli narkoba di Asia Tenggara. Karakterisitiknya maupun pencitraannya sebagai negara Religius Islam, sepertinya jadi samaran yang sempurna buat dijadikan ...

BRICS, G-2O, dan IMF

Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-1)

Saatnya Menoleh ke Rusia Bagi Kepentingan Strategis Indonesia

Bom Boston dan Aksi Destabilisasi AS di kawasan Heartland dan Caucasus

Indonesia, Rusia dan Cina Harus Galang Kerjasama Bendung Skema TPP Amerika Serikat di Asia Pasifik

Lihat lainya »
   Arsip
Ada Skema Besar Yang Dimainkan Dalam Kasus Impor Daging Sapi

Yang Harus di Reformasi Sesungguhnya Pola Kepemimpinan Sentralistik

Inspirasi Telur Busuk, Wisnu Harumkan Nama Indonesia

World Bank Ingatkan, China Adalah Bom Waktu

Pekerja seks PD II diperlukan, kata Hashimoto

Korsel Salahi Kontrak Pembuatan Kapal Selam Dengan Indonesia

Presiden Afghanistan Inginkan Bantuan Militer dari India

Presiden Afghanistan Inginkan Bantuan Militer dari India

Segera Terbit: The Global Review Quarterly Edisi Ketiga, Mei 2013

Tulisan The Global Review Membuat Banyak Negara Berpikir Ulang Atas Tatanan Negaranya

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Dina Y. Sulaeman
PRAHARA SURIAH

“Hasil perang ini tidak hanya berpengaruh bagi masa depan Suriah. Situasi di Suriah telah membagi dua dunia. Ini adalah konflik internal yang membawa konsekuensi global.”

Demikian narasi sebuah film dokumenter Rusia karya Proddubniy, dkk. Konflik Suriah melibatkan sangat banyak ‘pemain’, mulai dari Sekjen PBB, para presiden dari AS, Inggris, Prancis, Turki, raja-raja Arab, pasukan Suriah, pasukan jihad, hingga para pengguna internet. Inilah era Facebook, Twitter, dan blog. Kelompok oposisi Suriah membuat sangat banyak rekaman video amatir dan disebarluaskan di internet. Para blogger antiperang pun memberikan ‘serangan’ balasan. Informasi bertaburan dan bersilangsengkarut. Ibarat menyusun puzzle, inilah puzzle yang terlihat rumit. Posisi masing-masing kepingannya sulit diidentifikasi.

Buku ini telah menyusun kepingan puzzle itu, supaya kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari konflik Suriah. Karena, kejelian dan kecerdasan dalam mencermati konflik akan menghindarkan bangsa Indonesia dari perang saudara atau konflik yang tak perlu.

Lihat Lainnya »