» Paradoks Indonesia Ditengah Kebangkitan Ekonomi Asia Abad 21 » Bila Tidak Ada Visi, G-20 Merupakan Penjara Bagi Indonesia » PKS, Kita, dan Perkembangan Terbaru di Syria » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-2/Habis) » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-1)


Hankam
02-07-2012
Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012
Tim Ekspedisi Sumbang Buku Untuk Siswa SD di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Korwil 05 Nunukan memberikan sumbangan ratusan eksemplar buku bacaan dan satu unit almari bagi siswa siswi SD Filial 012 Nunukan, yang terletak di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di wilayah RT 013, Desa Tabur Lestari, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Senin (2/7/2012).


Sumbangan suka rela tersebut penyerahannya dilakukan oleh Komandan Batalyon Bantuan Satuan 81 Kopassus selaku Wakil Komandan (Wadan) Sub Korwil 05 Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Kabupaten Nunukan Mayor Inf Achiruddin, dan diterima oleh seorang guru sukarelawan, Ny. Sarlota, didampingi Ketua RT 013, Anton.
 
Para pelajar SD yang selama ini proses praktek belajar mengajarnya mereka lakukan di kolong rumah seorang warga bernama Faisal, tidak memiliki guru tetap, melainkan hanya mengharap keikhlasan Ny. Sarlota, sang guru sukarela alias tanpa gaji, dan belakangan diperkuat oleh prajurit TNI yang sedang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
 
Selain kepada SD Filial 012, Tim Ekspedisi juga masih akan membagikan bantuan serupa kepada para pelajar SD Filial 017, Desa Kanduangan, Kecamatan Seimanggaris, yang juga dalam kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, yang rencana akan dibagikan pada hari Selasa, 3 Juli 2012.
 
Sumbangan 500 buku dan dua unit almari yang diberikan dalam rangka turut mencerdaskan bangsa, khususnya bagi para pelajar yang berada di wilayah perbatasan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut dari hasil penelitian Unit Sosial Budaya Tim Peneliti Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Korwil 05 Nunukan, beberapa hari yang lalu.
 
Authentikasi :
Perwira Penerangan dan Sejarah Tim Ekspedisi Khatulistiwa Sub Korwil 05 Nunukan,
Kapten Marinir Mardiono


Sumber :Puspen TNI
Artikel Terkait
» Tim Ekspedisi Khatulistiwa Gelar Pengobatan Massal Gratis di Perbatasan
» Tim Ekspedisi Upacara Harkitnas di Perbatasan Indonesia-Malaysia



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Malaysia, Sarang Baru Perdagangan Narkoba di Asia Tenggara?
Terbetik kabar, Malaysia sekarang jadi sarang jual beli narkoba di Asia Tenggara. Karakterisitiknya maupun pencitraannya sebagai negara Religius Islam, sepertinya jadi samaran yang sempurna buat dijadikan ...

BRICS, G-2O, dan IMF

Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-1)

Saatnya Menoleh ke Rusia Bagi Kepentingan Strategis Indonesia

Bom Boston dan Aksi Destabilisasi AS di kawasan Heartland dan Caucasus

Indonesia, Rusia dan Cina Harus Galang Kerjasama Bendung Skema TPP Amerika Serikat di Asia Pasifik

Lihat lainya »
   Arsip
Bentrokan di Tripoli Berlanjut, Korban Tewas Meningkat

Indonesia Dorong D-8 Perkuat Profil Dalam Kerja Sama Internasional

Pilpres Iran di Mata Institusi Amerika Serikat

Menlu Rusia: Militan di Suriah Tidak Komitmen dengan Perdamaian

Isreal Siap Serang Suriah

50 Tahun Uni Afrika, Dubes Zimbabwe Acungkan Jempol ke RI

Susahnya Hambat Pelarian Pajak dan KTT Uni Eropa di Brussel

Kepentingan AS dalam Bom Boston

Paradoks Indonesia Ditengah Kebangkitan Ekonomi Asia Abad 21

Inilah 8 Balon Pilpres Iran yang Lolos Uji Kelayakan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Dina Y. Sulaeman
PRAHARA SURIAH

“Hasil perang ini tidak hanya berpengaruh bagi masa depan Suriah. Situasi di Suriah telah membagi dua dunia. Ini adalah konflik internal yang membawa konsekuensi global.”

Demikian narasi sebuah film dokumenter Rusia karya Proddubniy, dkk. Konflik Suriah melibatkan sangat banyak ‘pemain’, mulai dari Sekjen PBB, para presiden dari AS, Inggris, Prancis, Turki, raja-raja Arab, pasukan Suriah, pasukan jihad, hingga para pengguna internet. Inilah era Facebook, Twitter, dan blog. Kelompok oposisi Suriah membuat sangat banyak rekaman video amatir dan disebarluaskan di internet. Para blogger antiperang pun memberikan ‘serangan’ balasan. Informasi bertaburan dan bersilangsengkarut. Ibarat menyusun puzzle, inilah puzzle yang terlihat rumit. Posisi masing-masing kepingannya sulit diidentifikasi.

Buku ini telah menyusun kepingan puzzle itu, supaya kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari konflik Suriah. Karena, kejelian dan kecerdasan dalam mencermati konflik akan menghindarkan bangsa Indonesia dari perang saudara atau konflik yang tak perlu.

Lihat Lainnya »