» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Isu Hangat
09-08-2012
Peluncuran Jurnal The Global Review Quarterly Edisi Perdana
PERNYATAAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI) TENTANG POLITIK LUAR NEGERI RI BEBAS-AKTIF TERKAIT KTT APEC 2012 dan 2013

Round table discussion bertema KTT APEC 2013 Momentum Kebangkitan Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif, digelar oleh  Global Future Institute (GFI) dalam rangka peluncuran edisi perdana jurnal berkala empat bulanan The Global Review Quaterly, Senin 6 Agustus 2012. Ada beberapa simpul-simpul pemikiran yang mencuat dalam forum diskusi yang dihadiri dari berbagai kalangan pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, akademisi perguruan tinggi maupun pelaku media.


Terkait dengan tema tersebut, berikut pernyataan resmi GFI yang terdiri dari beberapa rumusan pokok agar diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi seluruh stakeholders kebijakan luar negeri RI, terutama Kementerian Luar Negeri.

1. Ada kesepakatan umum bahwa Indonesia belum memiliki  blue print atau cetak biru Kebijakan Luar Negeri yang secara imajinatif menjabarkan makna Politik Luar Negeri Indonesia yang Bebas dan Aktif sesuai dengan perkembangan konstalasi Global Saat ini, dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

2. Seluruh Narasumber dan Peserta bersepakat bahwa Pelaksanaan dan penjabaran Kebijakan Luar Negeri RI yang bebas dan aktif, bukan semata-mata domain atau garapan kementerian luar negeri, melainkan haruslah terintegrasi secara holistic dengan kementerian terkait lainnya seperti Politik-Keamanan, Pertahanan, Ekonomi, Perdagangan, Perindustrian, dan Intelijen.

3. Dengan kerangka gagasan sebagaiamana tercantum dalam poin 2, maka Kementerian Luar Negeri sudah seharusnya mampu berperan memadukan seluruh aspirasi para stakeholders kebijakan luar negeri, sehingga pelaksanaan kebijakan politik luar negeri RI dapat selaras dengan pembangunan ekonomi nasional maupun kesejahteraan rakyat Indonesia pada umumnya.

4. Dengan demikian, keterpaduan seluruh stakeholders kebijakan luar negeri RI mensyaratkan peran aktif Kementerian Luar Negeri sebagai fron garis depan dari pelaksanaan Multy-Track Diplomacy atau DIPLOMASI TOTAL untuk memperjuangkan Kepentingan Nasional Indonesia.

5. Berdasarkan kerangka gagasan perlunya pelaksanaan Kebijakan Luar Negeri RI  Bebas dan Aktif yang lebih imajinatif dan sesuai perkembangan situasi global saat ini dan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan, maka dalam menjalin kerjasama dengan negara-negara sahabat baik yang bersifat bilateral (hubungan antar dua negara) maupun yang bersifat multilateral, hendaknya didasarkan pada upaya mensinergikan potensi-potensi nasional dari negara-negara mitra dengan kepentingan nasional Indonesia yang bertumpu pada pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional, maupun kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya.

6. Untuk itu, GFI secara khusus menggarisbawahi urgensi untuk mempertimbangkan tawaran kerjasama strategis dari Rusia dalam forum KTT APEC 2012 di Vladivostok, Rusia, terkait tawaran bantuan Alih Teknologi, Menyatupadukan Skema Siberian Russian Far East dengan Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dengan dasar pertimbangan, bahwa Rusia melalui Skema ini telah menunjukkan kesiapannya untuk menyelaraskan dan mengantisipasi tren global, yaitu pergeseran geopolitik ke Asia Pasifik.  Sehingga melalui skema Siberian Russian Far East, Rusia telah berhasil menjadikan kawasan timur jauh Rusia ini menjadi Pintu masuk menuju Asia Pasifik. Sehingga berhasil mengobah Siberia dan kawasan Timur Jauh Rusia dari “Halaman belakang” menjadi “Halaman Muka.”

7. Dengan merujuk pada skema Siberian Russian Far East, sudah seharusnya Indonesia menyerap inspirasi dari Rusia sebagai Tuan Rumah KTT APEC 2012, sehingga  Indoenesia sebagai Ketua APEC 2013 di Bali, dapat menawarkan Gagasan Strategis yang mampu menyelaraskan Kepentingan Nasional Indoenesia seiring dengan perkembangan trend Global maupun dinamika perkembangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.

8. Untuk itu, dalam penjabaran dan pelaksanaan Politik Luar Negeri RI yang bebas dan aktif maupun pelaksanaan Multi-Track Diplomacy atau Diplomasi Total, GFI mendesak pada seluruh stakeholders kebijakan luar negeri, untuk menaruh perhatian khusus dan intensif terhadap upaya-upaya membangun Gerakan Penyadaran Global sekaligus Membangun Kesadaran Geopolitik, dengan memfasilitiasi studi-studi dan kajian-kajian terkait Geopolitik.

9. GFI mendesak perlunya secepatnya menyusun sebuah Kelompok Kerja yang terdiri dari tiga sektor: Strategi, Ekonomi dan Geopolitik, dalam rangka menggagas bagaimana menyusun Strategi Diplomasi Total/Multi-Track Diplomacy yang bersifat Ofensif.

Yang bertanda tangan di bawah ini


Hendrajit

 

Direktur Eksekutif Global Future Institute




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »