» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Hankam
19-11-2009
Militer AS di Korea Selatan
Markas Besar AS di Korsel Yang Baru Akan Berdiri Juni 2010
Penulis : GFI/KBS World

Amerika Serikat akan mendirikan Markas Besar Militer untuk Korea Selatan pada Juni 2010 mendatang. Rencananya Markas Besar yang baru akan menggantikan Markas Besar pasukan AS sebelumnya.


Berdasarkan keterangan petinggi pasukan AS di Korea Selatan yang di kutip KBS World, pendirian Markas Besar yang baru ini 6 bulan lebih awal dari rencananya. Menurut petinggi pasukan AS tersebut, pasukan AS di Korea Selatan tetap berada dibawah naungan Markas Besar pasukan AS di Pasifik.

Markas Besar pasukan AS di Korea juga menjelaskan pasukan divisi 8 AS akan tetap ditempatkan di Korea Selatan. Penempatan pasukan itu  sesuai kesepakatan antara markas besar angkatan bersenjata gabungan AS dan angkatan darat AS.

Sementara itu, Kamis, Presiden AS Barack Obama seusai bertemu Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak di Korea Selatan berkunjung ke kamp militer pasukan AS. Di kamp militer AS itu Obama memberikan dorongan moral kepada pasukan militer AS.



Artikel Terkait
» TRIAD, Jaringan Pebisnis Cina Perantauan dan Jaringan Intelijen CHIS
» Korea Selatan Berencana Terapkan Dinas Militer Sukarela untuk Wanita
» Korea Selatan Serahkan 10 tank Amphibi kepada Indonesia
» Meneropong Kekuatan Angkatan Laut Bersenjata Cina
» Pakistan Pasok Bolivia Enam Pesawat Jet Buatan Cina



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »