» Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)


Hankam
19-11-2009
TNI AL Beli 17 Tank Amphibi Buatan Rusia

Berita yang cukup menggembirakan buat TNI Angkatan Laut kita. TNI AL kita akan segera mendapat perlatan militer baru yang cukup menggembirakan. Kali ini datang dari Rusia, salah satu negara yang cukup disegani dalam bidang militer di Eropa Timur.


Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Agus Suhartono mengabarkan bahwa TNI AL akan segera memiliki 17 tank ampibi jenis BMP -3 F dari Rusia pada bulan Desember mendatang.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan proses administratif pembelian peralatan tersebut sudah beres dan tuntas, sehingga 17 buah tank ampibi yang menghabiskan biaya sekitar 23 miliar rupiah tersebut akan segera menjadi milik resimen kaveleri korps marinir TNI AL kita.

Tank ampibi buatan Rusia tersebut juga dipersenjai dengan canon sepanjang 100 mm, dan kemampuan tembak mencapai 20 km. Wah, boleh juga. Dan bukan itu saja. Tank buatan Rusia ini juga dipersenjatai dengan senjata mesin dengan panjang 7,62.

Adapun kecepatann maksimumnya bisa mencapai 13 km di atas air,  dan 70 km di darat..

Selain Rusia, Korea Selatan nampaknya juga akan memberi andil dalam penambahan peralatan militer kita. Juga pada Desember mendatang, dikabarkan TNI AL juga akan memiliki kendaraan ampibi jenis 10 LVT-7A1.

Inipun juga berita bagus mengingat kendaraan ampibi TNI AL saat ini umumnya sudah berusia 20 dan bahkan ada yang sudah mencapai 30 tahun. Yang tentunya sudah tidak layak pakai.

 






Artikel Terkait
» Markas Besar AS di Korsel Yang Baru Akan Berdiri Juni 2010
» TRIAD, Jaringan Pebisnis Cina Perantauan dan Jaringan Intelijen CHIS
» Global Future Institute Mendesak Menteri Pertahanan Baru Segera Membeli Beberapa Kapal Selam Berteknologi Tinggi, Berkemampuan Canggih dan Harga Relatif Murah
» Meneropong Kekuatan Angkatan Laut Bersenjata Cina
» Pertikaian Wilayah Perbatasan Bisa Picu Militerisme Jepang
» Jejak CIA di Indonesia - Bagian 4
» Jejak CIA di Indonesia - Bagian 3
» Jejak CIA di Indonesia - Bagian 2
» Jejak CIA di Indonesia - Bagian 1
» Amerika Kuasai 42 Persen Seluruh Anggaran Militer Dunia
» Manuver Enam Kapal Perang Amerika di Laut Cina Selatan dan Natuna Dorong Asia Tingkatkan Keamanan Laut
» Pola Ancaman Berpotensi Lemahkan Pertahanan RI di Masa Depan
» Kondisi Peralatan Angkatan Bersenjata RI Dalam Bahaya



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »