Eks Politikus Belanda Jadi Mualaf Ketika Menulis Buku Anti-Islam

Bagikan artikel ini

Mantan politikus sayap kanan Belanda dari Partai PVV sekaligus rekan populis anti-Islam Geert Wilders, menjadi mualaf ketika menulis buku anti-Islam.

Dikutip pada 6 Februari 2019, Euronews melaporkan Joram Van Klaveren mengaku dia menjadi mualaf ketika menulis buku anti-Islam.

“Selama tulisan itu saya menemukan lebih banyak hal yang membuat pandangan (anti) saya tentang Islam goyah,” kata Van Klaveren kepada radio Belanda.

Dia adalah anggota parlemen untuk Partai Kebebasan Geert Wilders (PVV) antara 2010-2014 tetapi keluar setelah Wilders meminta pendukung pada 2014 apakah mereka menginginkan lebih banyak atau lebih sedikit warga Maroko di Belanda.

Van Klaveren mendirikan partainya sendiri bernama “Untuk Belanda”, tetapi meninggalkan politik setelah ia gagal memenangkan kursi dalam pemilihan nasional 2017.

Ketika ditanya soal peralihan keyakinan Van Klaveren, Wilders mengatakan kepada televisi RTL, “Cerita mengejutkan…itu seperti seorang vegetarian yang akan bekerja di rumah jagal. Saya tidak bisa berkata apapun.”

Dia bukan politisi Belanda sayap kanan pertama yang masuk Islam. Arnoud van Doorn, mantan pejabat PVV, sebelumnya menjadi mualaf.

Dilansir dari Aljazeera, selama bertahun-tahun, Joram van Klaveren berperang tanpa henti di Majelis Rendah melawan Islam di Belanda sebagai legislator untuk partai Wilders.

Pada saat itu, partainya mau melarang burqa dan menara, dengan mengatakan “kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin di Belanda”, menurut laporan tabloid Algemeen Dagblad (AD).

Tetapi Van Klaveren yang berusia 40 tahun mengatakan dia telah mengubah pikirannya setengah jalan dengan menulis buku anti-Islam.

Pekerjaan itu menjadi bantahan atas keberatan yang dimiliki non-Muslim terhadap Islam, katanya kepada harian NRC belum lama ini.

“Jika semua yang saya tulis sampai titik itu benar, dan saya percaya itu, maka saya adalah seorang Muslim de facto,” ujar Van Klaveren.

Van Klaveren masuk Islam pada 26 Oktober tahun lalu, NRC menambahkan dalam wawancara sebelum rilis buku Van Klaveren berjudul Apostate: From Christianity to Islam in Time of Secular Terror.

Mantan politisi, yang tumbuh dalam lingkungan Kristen Protestan, mengatakan tentang pertobatannya bahwa ia “telah mencari sejak lama.”

“Rasanya seperti pemulangan agama bagi saya,” kata eks politikus mualaf itu saat menceritakan soal peralihannya ke Islam kepada surat kabar Belanda.

Facebook Comments