Hubungan Singapura dan Malaysia Memanas

Bagikan artikel ini

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menyebut hubungan Singapura dengan negara tetangga, Malaysia dapat menurun akibat serangkaian sengketa udara dan kelautan.

Menlu Singapura menambahkan bahwa dia berharap kedua negara akan dapat menyelesaikannya dengan damai. Perselisihan itu merupakan perkembangan terbaru atas perseteruan berkepanjangan di Selat Singapura, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Vivian Balakrishnan mengeluarkan pernyataan itu setelah Singapura mengecam Malaysia pada Ahad atas keberadaan kapal Malaysia. Kapal tersebut dinilai melanggar wilayah perairannya dan berencana menunda pertemuan tentang kerja sama komersial.

Tindakan Malaysia akhir-akhir ini mengganggu “status quo” yang telah berlangsung bertahun-tahun, kata Balakrishnan. Pekan lalu dia mengadakan pertemuan dengan Menlu Malaysia, Saifuddin Abdullah, dan mereka bersepakat mengenai langkah-langkah untuk melunakkan ketegangan.

“Aksi ini tidak memberi pertanda baik untuk hubungan bilateral kami,” kata Balakrishnan kepada parlemen.

“Singapura masih berusaha untuk menemukan penyelesaian damai melalui dialog,” katanya. Dia menambahkan bahwa apabila perundingan gagal mencapai penyelesaian yang dapat diterima, Singapura akan mencari penyelesaian internasional untuk pertikaian tersebut.

Pada Desember 2018, Singapura menekan langkah Malaysia yang menambah perluasan batas pelabuhan di bagian selatan, negara bagian Johor, dengan mengatakan bahwa perbatasan baru itu merambah perairannya. Pernyataan itu disebut Malaysia sebagai tidak benar.

Sebelumnya Malaysia mengatakan kepada Singapura untuk mengambil kembali kendalinya atas wilayah udara di sebagian wilayah Johor yang dikelola Singapura sejak 1974. Hal itu menyusul prawacana sistem pendaratan baru di bandara Seletar, Singapura. Sistem pendaratan itu memerlukan pesawat untuk terbang ke bandara kecil Singapura melintasi wilayah udara Malaysia, di mana Malaysia berkeberatan.

Singapura dulunya adalah bagian dari Malaysia tetapi keduanya berpisah dengan sengit pada 1965 dan memperkeruh hubungan diplomatik dan ekonomi selama bertahun-tahun.

Facebook Comments