Keniscayaan dalam Kapitalisme

Bagikan artikel ini

Sistem Kapitalisme dari sejak lahirnya diciptakan untuk menguasai aset ekonomi vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dimasa lalu, aset ekonomi vital tersebut adalah komoditas rempah-rempah. Maka menjadi penting bagi kaum Kapitalis untuk menguasai sumber daya alam rempah-rempah tersebut dari hulu hingga ke hilir.

Artinya dari tempat asal muasal komoditas rempah-rempah tersebut hingga jalur transportasi untuk mengangkutnya harus dikuasai dan diamankan oleh kaum pemilik modal.

Karenanya menjadi penting bagi sistem kapitalisme untuk menguasai jalur transportasi baik darat, laut maupun udara untuk menjamin keamanan komoditas tersebut hingga tiba di lokasi pemilik modal.

Seiring dengan perkembangan hidup manusia dan tuntutan zaman, mulai terjadi pergeseran dari komoditas dari rempah-rempah ke komoditas lain, seperti kebutuhan sumber daya alam mineral hingga kebutuhan pasokan sumberdaya alam gas, minyak bumi dan sebagainya.

Disinilah kaum pemilik modal menyadari dan rela mengeluarkan investasi besar-besaran dengan membangun jaringan infrastruktur dari hulu hingga ke hilir. Lengkap dengan sarana prasarana kemananan yang mampu mengontrol jalur keamanan komoditasnya.

Karena kepentingan inilah mereka mewajibkan menguasai seluruh negara yang memiliki potensi sumber daya alam dan mineral harus berada dibawah kontrol kekuasaan mereka. Utamanya seluruh negara yang terlewati dalam sabuk jalur maritim maupun darat.

Maka tak heran bila negara adidaya memiliki kepentingan besar kepada semua negara yang kaya cadangan sumberdaya alam. Bahkan bisa jadi musibah bagi negara kaya sumberdaya alam ketika kepentingan mereka mendominasi kepentingan dalam negeri.

Sebab bagi mereka, kepentingannya dagang dan tak ada kamusnya untuk berbuat baik. No lunch free, tak ada makan siang yang gratis! Begitulah semboyan mereka. Bahkan sistem “Kolonialisme” menjadi keharusan bagi mereka. Dimasa lalu Belanda hingga mendirikan kantor dagang VOC yang di back up oleh Gubernur Jenderal untuk melindungi perdagangan rempah-rempah di negeri ini.

Menolak sistem yang mereka bangun, artinya menantang perang terhadap mereka. Demikianlah sistem kapitalisme ini dibangun dan diterapkan oleh negara-negara adidaya hari ini.

Syukur Alhamdulillah negeri ini kaya sumberdaya alam sejak berabad-abad yang lampau, tetapi sayangnya jalur perdagangannya dikuasai oleh para (preman) kapitalisme tersebut, dan sayangnya pula para aparatur negeri ini mudah larut dan justru seringkali menjadi pemandu sorak aktifitas kapitalisme itu sendiri.

Matur nuwun.

Abu Bakar Bamuzaham, Network Associate Global Future Institute (GFI)

Facebook Comments