Kita Harus Menolak Berlanjutnya Operasi NAMRU-2 Gaya Baru di Indonesia.

Bagikan artikel ini

Presentasi Letjen (Purn) TNI Marinir Suharto, Mantan Komandan Jendral Korps Marinir, 1996-1999. Dalam Seminar Terbatas GFI, Strategi Mencegah Beroperasinya Kembali NAMRU-2 AS Gaya Baru di Indonesia, Kamis, 30 Agustus 2018.

Sebetulnya, selama berkarir 34 tahun di Marinir, sewaktu isu Namru ini masuk ke Indonesia, perkembangannya begitu sayup-sayup terdengar. Dari situ, saya beranggapan kalau Namru ini adalah hidden agenda dari kepentingan nasional Amerika Serikat. Kepentingan Amerika Serikat ini lewat Namru-nya ini didorong oleh motivasi untuk menguasai sumber daya alam Indonesia yang begitu dahsyatnya.

Sebelumnya, saya pernah membaca buku karya Prabowo Subianto yang judulnya ‘Paradoks Indonesia’. Memang betul adanya, Indonesia mengalami paradoks dalam perkembagannya sebagai suatu negara yang merdeka. Contoh saja, Indonesia sebagai negara agraris, tapi hanya punya satu institut yang konsen menangani bidang pangan dan pertanian.

Selain itu, Indonesia pula adalah sebagai negara maritim, namun belum ada institut kelautan, pelabuhan yang berkualitas dan sarana keilmuan mendukung lainnya. Hal ini adalah paradoks. Menurut saya ketika seperti yang kita ketahui, bahwa Indonesia memiliki teritori yang luas cakupannya jika dibanding Eropa.

Tentang Namru itu sendiri, bagi saya ini adalah kasus yang akan ‘berekor’, karena kepentingan Amerika Serikat begitu krusial di Indonesia. Pengalaman negosiasi dengan militer Amerika Serikat, waktu itu Indonesia pernah ditawari senjata. Tapi, senjata yang disodorkan Amerika Serikat untuk Indonesia jauh dari standar. Coba bayangkan saja, sudah senjata bekas, lalu diberi amunisi untuk latihan pula.

Lagi-lagi soal Namru ini, jangan sampai kita menjadi aborigin di negeri sendiri. Karena, dulu saya kerap menyambangi bu Siti Supari Fadilah, maka saya tahu betul bagaimana kepentingan terselubung Amerika Serikat  melalui Namru ini. Lalu mengapa saya mengatakan jangan sampai menjadi seperti Aborigin di kampung halaman sendiri? Karena Amerika Serikat tahu betul, negeri ini tidak punya kontingensi di semua dimensi, baik di ekonomi, politik, militer sampai sosial budaya.

Jika Namru 2 masuk kesini, tugas Indonesia semakin berat. Karena tugas negeri  ini juga berhadapan dengan masalah invansi Cina, namun di sisi yang bersamaan nantinya Indonesia digempur juga oleh invansi teselubung AS lewat Namru ini. Kita harus menolak kelanjutan operasi Namru berikutnya, karena saya yakin Namru ini pasti berbuntut.  Karena, saya pikir dengan mendekamnya bu Siti Fadilah Supari di penjara, adalah bagian dari kasus Namru ini.

Facebook Comments