Konspirasi Sayap Kanan Melumpuhkan Daulat Negara Venezuela

Bagikan artikel ini

Konspirasi global menggusur Presiden Venezuela Nikolas Maduro nampaknya all out dilancarkan oleh Amerika Serikat. Menariknya, aktor intelektual yang dimainkan sebagai motor penggerak menggalang beberapa negara Amerika Latin mendukung Juan Guaido sebagai Kepala pemerintahan transisi Venezuela, adalah Chrystia Freeland, Menteri Luar Negeri Kanada.

Ternyata penggalangan kekuatan untuk melengserkan Maduro sudah dirancang Menlu Freeland sejak Agustus 2017, dengan terbentuknya Lima Group yang terdiri dari 14 negara Amerika Latin. Antara lain Argentina,Brazil, Chile, Colombia, Honduras, Costa Rica, Guatemala, Guyana, Panama, Paraguay, Peru, dan Saint Lucia. Namun demikian, 14 negara Latin itu juga berada dalam arahan dari beberapa negara besar seperti Inggris, Jerman, Uni Eropa, Prancis, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Ekuador.

Melalui gerakan internasional tersebut, Chrystia Freeland dan Presiden Trump sebagai aktor intelektual utama nampaknya sejauh ini berhasil menciptakan prakondisi untuk melengserkan Presiden Maduro melalui skenario kudeta dan menabrak konstitusi Venezuela. Dan skenario ini sudah disiapkan sejak dua tahun yang lalu.

Sebagaimana pengakuan Ben Roswell, Duta Besar Kanada  untuk Venezuela di sebuah media Kanada Otawa Citizen pada 19 Agustus 2017, kementerian luar Kanada menetapkan program pemakzulan Presiden Maduro sebagai prioritas utama untuk mendapatkan dukungan penuh atas nama penegakan demokrasi dan hak-hak asasi manusia.

 

Baca Selengkapnya: How Chrystia Freeland Organized Donald Trump’s Coup in Venezuela

 

Bahkan skenario memunculkan Juan Guaido pun atas arahan dan rancangan dari Menlu Kanada Chrystia Freeland bersamaan dengan serangkaian pertemuan rahasia antara Menlu Freeland dan beberapa aktor kunci dari Lima Group. Dengan demikian, seperti dilansir oleh Associated Press pada Januari 2019 lalu, Juan Guaido yang saat ini mengklaim sebagai presiden sah Venezuela, beberapa waktu sebelumnya sudah melakukan pertemuan rahasia dengan beberapa negara untuk mendapat dukungan politik. Seperti AS, Colombia, dan Brazil. Sekaligus memberikan briefing terkait strategi demonstrasi massa pada saat Maduro mengumungkan kemenangannya pada pemilu presiden.

Pada 9 Januari, sehari sebelum Maduro mengumumkan pelantikan dirinya sebagai presiden, Chrystia Freeland dan Guaido mengadakan pertemuan menawarkan dukungan penuh pada Guaido untuk melengserkan Maduro. Begitupula Colombia, yang negaranya berbatasan langsung dengan Venezuela, menyatakan siap membantu sepenuhnya.

Presiden Trump malah lebih gila lagi, ketika pada 11 Agustus 2017, ketika Dubes Kanada Ben Roswell berakhir masa jabatannya sebagai Dubes di Venezuela, bahkan mengancam akan menginvasi Venezuela. Yang tentunya tidak bisa diartikan lain kecuali melancarkan serangan militer ke wilayah kedaulatan Venezuela.

Tentu saja Trump bisa jadi Cuma gertak sambal belaka. Namun setidaknya hal itu menggambarkan bahwa AS dan Kanada benar-benar berhasrat untuk melengserkan Maduro yang dipandang sebagai pemimpin berhaluan sosialis tersebut.

Mengamati serangkaian fakta-fakta tersebut di atas, aksi internasional melengserkan pemerintahan Maduro itu dimotori oleh para pemimpin sayap kanan dari beberapa negara Amerika Latin maupun Kanada, yang mana Menlu Chrystia Freeland sendiri juga berhaluan sayap kanan, bahkan punya kecenderungan kuat mendukung fasisme. Orang tua Freeland sendiri berasal dari Ukraina, dan merupakan pendukung Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

Langkah politik Freeland dan Lima Group adalah melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mengatasi krisis dalam negeri Venezuela.

Sekilas informasi tentang Guaido. Haluan ekonomi politiknya adalah liberal. Mentornya sewaktu Guaido kuliah manajemen politik di Universitas George Washington,  adalah ekonom Luis Enrique Berrizbeitia yang berhaluan neoliberal.

Berrizbeitia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF yang notabene merupakan perancang Washington Consensus yang sangat pro pasar, pro swastanisasi BUMN, membuka kran impor seluas-luasnya, liberalisasi keuangan dan perbankan, serta menentang subsidi bagi kepentingan rakyat seperti Pendidikan dan Kesehatan.

Tak diragukan lagi. Dorongan kuat untuk all out menggulingkan Maduro dari tampuk kekuasaan didorojg dua motif utama: Program Swastanisasi semua sektor strategis perekonomian Venezuela. Kedua, adalah penguasaan sepenuhnya kepemilikan perusahaan-perusahaan minyak Venezuela.

Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, Global Future Institute (GFI).

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments