» Geopolitik Rangga Warsita, Geostrategi Amnesia » “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing


Diplomasi
29-10-2012
Dubes Baru Indonesia untuk Afghanistan
Dubes Anshory Tadjudin Serahkan Surat-surat Kepercayaan Kepada Presiden Hamid Karzai

Duta Besar LBBP RI untuk Republik Islam Afghanistan, Mayjen (Purn) Anshory Tadjudin, serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Islam Afghanistan, Hamid Karzai, di Istana Kepresidenan di Kabul (25/10/2012). Usai penyerahan Surat-surat Kepercayaan, Dubes Tadjudin melakukan pembicaraan dengan Presiden Hamid Karzai.


“Presiden Hamid Karzai sampaikan kegembiraan atas telah hadirnya Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan di Kabul. Presiden mengharapkan agar hubungan bilateral RI-Afghanistan yang telah berlangsung dengan baik dapat terus dipelihara dan ditingkatkan,” jelas Dubes Tadjudin.
 
Presiden, lanjutnya, sampaikan pula harapan agar Pemerintah Indonesia yang telah berkembang maju di bidang administrasi publik dan pemberantasan korupsi dapat membantu Afghanistan membenahi dan melakukan perbaikan di bidang tersebut.
 
Presiden Hamid Karzai juga menyampaikan bahwa dirinya sangat antusias untuk menghadiri dan aktif berpartisipasi dalam Bali Democracy Forum V (BDF V) yang akan diselenggarakan pada 8 – 9 November 2012.
 
Pada kesempatan itu, Dubes Tadjudin menyampaikan salam hangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menegaskan komitmen Indonesia untuk memelihara dan meningkatkan kerjasama di berbagai bidang.
 
Digarisbawahi komitmen Indonesia untuk membantu mendorong proses rekonsiliasi dan perdamaian di Afghanistan serta memberikan bantuan capacity building  sebagai bagian dari kontribusi nyata Pemerintah Indonesia bagi rekonstruksi dan rehabilitasi Afghanistan.
 
Dalam upacara tersebut, Dubes Tadjudin didampingi oleh Ibu Rantauwatie Anshory, putra dan putri serta Counsellor Politik KBRI Kabul.  Turut hadir dalam prosesi upacara tersebut adalah Menteri Luar Negeri Afghanistan Zalmai Rassoul dan Chief of Protocol Kemlu Hamid Sidig.
 
Sebelum upacara penyerahan Surat Kepercayaan, Dubes Tadjudin terlebih dahulu diterima oleh Menlu Zalmai Rassoul.
 
“Menlu Zalmai Rassoul menyampaikan harapan adanya kerjasama yang lebih erat antara Afghanistan dengan Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, di berbagai bidang seperti pemberantasan terorisme, pertukaran intelijen, pendidikan, dan investasi untuk membantu pembangunan Afghanistan,” jelas Dubes Tadjudin.
 
Lebih lanjut Menlu Zalmai Rassoul juga menginginkan untuk belajar dari Indonesia yang telah terbukti berhasil melalui masa-masa sulit dalam transisi menuju demokrasi dan saat ini telah menjadi negara muslim yang besar dengan perekonomian yang kuat dan akan menjadi kekuatan kunci di kawasan Asia.  (sumber: KBRI Kabul/ed. Yo2k)

 


Sumber :Kemlu RI
Artikel Terkait
» Partisipasi Indonesia dalam Tokyo Conference on Afghanistan
» Indonesia Berkomitmen Ciptakan Dunia yang Aman dan Damai
» RI dukung Proses Perdamaian dan Rehabilitasi di Afghanistan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia-Vietnam Tingkatkan Kerjasama Perdagangan dan Investasi

Belajar Dari Kebangkrutan Yunani

Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia Lewati Thailand

Pemukim Israel Rebut Paksa Rumah Keluarga Palestina

Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Pabrik Farmasi asal Jerman Siap Beroperasi

HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »