Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/theglob/public_html/lama/includes/SQL.class.php on line 60
Sosial Budaya - Menyambut "Kahlil Gibran di Indonesia”
      
» Geopolitik Rangga Warsita, Geostrategi Amnesia » “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing


Sosial Budaya
12-01-2011
Peluncuran Buku "Kahlil Gibran di Indonesia"
Menyambut "Kahlil Gibran di Indonesia”

Kamis, 6 Januari lalu di kediaman Dubes Libanon, Kuningan, Jakarta, bertepatan dengan ulang tahun ke-128 Kahlil Gibran, diluncurkan buku “KAHLIL GIBRAN DI INDONESIA.”


Hadir dan memberikan sambutan diantaranya, Dr. Victor ZMeter (Dubes Libanon), Hashim Djojohadikusumo (chairman BPPI), Bagas Hapsoro, SH, MA (mantan Dubes RI di Libanon), Eka Budianta (editor), dan Chairil Gibran Ramadhan (sastrawan, bukan gibranwan).

Acara malam itu di isi dengan pembacaan puisi oleh Pratiwi Setyaningrum dan Helga Worotijan.

Peluncuran buku yang mengupas berbagai pandangan tentang karya dan kehidupannya: “KAHLIL GIBRAN DI INDONESIA”, yang terlaksana berkat kerjasama BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia) dengan Penerbit Ruas (berada di bawah naungan Komunitas Bambu), serta tentunya Kedutaan Besar Libanon di Indonesia.

Buku itu memuat tulisan karya 22 orang dari beragam latar belakang—sastrawan, dosen, dokter, hingga aktivis lingkungan, maka tema-tema yang dibahas pun beragam meski dengan kiblat yang sama: Kehidupan, karya, dan pengaruh Kahlil Gibran.

Seperti diketahui, KAHLIL Gibran (1883-1931), adalah seorang Kristen yang menggunakan bahasa Arab, kelahiran Bsherri (Beshari), Libanon, besar di Boston dan wafat di New York, Amerika Serikat, dan dimakamkan di tanah kelahirannya. Tak hanya menulis, ia juga melukis. Namun karya-karya tulisnya-lah yang melambungkan ia ke pentas internasional, dengan ketajaman aroma spiritualitas.

Buku “KAHLIL GIBRAN DI INDONESIA” terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama “Testimoni dan Opini”, memuat: “Terikut Mengindonesiakan Gibran” (Wisaksono Noeradi), “Jika Gibran Berkunjung ke Indonesia” (Johan Hasan), “Kata Terindah untuk Ibunda Gibran” (Niceforus Yosef), “Gibran dari Tuhan menuju ke Tuhan” (Niken Argaheni), “Gibran dan Kisah Pilu Penegakan Hukum”  (Sutirman Eka Ardhana), “Andai Gibran Tidak Kanker” (Handrawan Nadesul), “Kahlil Gibran dan Chairil Anwar” (Abdul Aziz Rasjid), “Tentang Perempuan Tak Bernama dari Sikhar” (Ita Siregar), “Kahlil, Oh Kahlil” (Wandi Silaban), “Sang Lupa dan Kahlil Gibran” (Tjatur Kukuh), “Kahlil Gibran, Mbah Marijan dan Merapi” (Surjo W. Prawiroatmodjo), “Tentang Kahlil Gibran” (Sunaryono Basuki KS), “Kahlil Gibran dan Cintanya” (Kurnia Usman), “Nabi, Dewa, dan Kahlil Gibran” (Chairil Gibran Ramadhan), “Pabila Cinta Memanggilmu” (Yvonne de Fretes), dan “Maka Ia Kami Panggil Gibran” (Budi Santosa).

Bagian kedua “Makalah dan Presentasi”, memuat: “Perempuan dalam Antologi Cerpen Al-Arwah Al-Mutamarridah karya Gibran Khalil Gibran” (Hanik Mahliatussikah, S.Ag., M.Hum), “Antara Cinta, Wanita dan Nestapa” (Juhdi Syarif, M. Hum),  “Nuansa Sedih dalam Sayap-sayap Patah” (Fauzan Muslim), “Mengapa Mereka Enggan Menyebut Nama Gibran?” (Dr. Maman Lesmana), “Kahlil Gibran and Indonesia” (Eka Budianta), “Lingkar Waktu: Awan Hitam” (Pratiwi Setyaningrum).

Chairil Gibran Ramadhan menginformasikan, rencananya, pada 10 April nanti, pada hari wafat Kahlil Gibran juga akan digelar sebuah acara bertajuk “Festival Kahlil Gibran” di Fakultas Ilmu Budaya, UI, Depok.

----

Biodata:


Chairil Gibran Ramadhan, lahir di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Mantan wartawan, kini sastrawan, eseis, dan editor. Cerpennya tampil di berbagai media nasional serta antologi bersama untuk pasar internasional terbitan The Lontar Foundation: “MENAGERIE 5 ” (ed. Laora Arkeman, 2003) dan “I AM WOMAN” (ed. John H. McGlynn, 2011)—keduanya bertema kekerasan terhadap perempuan karena seksualitasnya. Antologi tunggal pertamanya “SEBELAS COLEN DI MALAM LEBARAN” (Masup Jakarta, Oktober 2008). Terbit pula dalam dua antologi bersama: “UJUNG LAUT PULAU MARWAH” (Antologi Cerpen Temu Sastrawan Indonesia III, Tj. Pinang, Oktober 2010) dan “SI MURAI DAN ORANG GILA” (Bunga Rampai Cerpen Panggung Sastra Komunitas DKJ, diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia bekerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta, Desember 2010). Sebanyak 16 cerpennya diterbitkan secara e-book dalam “GAMBAR PERAHU LAYAR DI DINDING: INDONESIA UNDER SOEHARTO” atas permintaan PT Evolitera (Desember 2010)—dapat disimak di www.evolitera.co.id. Oleh kritikus sastra senior Eka Budianta, ia diminta secara khusus menulis esei tentang Kahlil Gibran untuk buku “KAHLIL GIBRAN DI INDONESIA” (ed. Eka Budianta, RUAS, November 2010, kumpulan essay bersama), dan pernah menjadi editor buku “SUKARNO DAN MODERNISME ISLAM” (Komunitas Bambu, November 2010). Tulisan-tulisannya dapat disimak di www.stambulpanjak.blogspot.com dan www.kompasiana.com.

 



Artikel Terkait
» Bahasa Basi-Basi
» Sampul Perangko Indonesia Suriname Tandai 35 Tahun Hubungan
» Cindy Adams, Pilihan Bung Karno
» Pemuda Hebat Dibalik Kerja Internet
» Sastrawan Betawi: Pemilik Rumah atau Kuli Bangunan?
» AS Tolak Penayangan Film Iran Kingdom of Solomon
» Untuk Atasi Kemacetan, Beijing Akan Batasi Mobil Baru
» Peneliti: Indonesia Perlu Miliki Direktorat Awasi Mainan Asing
» RI-Portugal Bentuk Komunitas Selancar dan Luncurkan Buku “Sumatra Return to Paradise”
» AS Juga Pekerjakan Anak-anak
» The Ghost Writer; Mengungkap Peran CIA Dalam Menyiapkan Para Pemimpin Di Sebuah Negara
» Film Anak-anak Lumpur Raih Penghargaan di Kyoto International Student Film and Video Festival 2010, Diskusi Perfilman Nasional di KJRI Osaka
» Kingdom of Solomon, Tawaran Baru Sinema Iran



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia-Vietnam Tingkatkan Kerjasama Perdagangan dan Investasi

Belajar Dari Kebangkrutan Yunani

Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia Lewati Thailand

Pemukim Israel Rebut Paksa Rumah Keluarga Palestina

Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Pabrik Farmasi asal Jerman Siap Beroperasi

HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »