Masyarakat Perlu Tahu Arah Kebijakan Postur Pertahanan dan Program Pengembangan Industri Strategis Pertahanan Nasional RI

Bagikan artikel ini

Komentar Sonni Iskandar, salah seorang peserta aktif pada Seminar bertema: Mengantisipasi Peningkatan Perlombaan senjata nuklir di Asia Tenggara Pasca Perjanjian Senjata Nuklir Jarak Menengah (INF), Perspektif Politik Luar Negeri RI Bebas dan Aktif. 30 April 2019 di Wisma Daria, Jakarta. 

Baca:

Executive Summary Seminar Terbatas Global Future Institute (GFI) 30 April 2019

 

Terimakasih sudah mengundang saya ikut serta dalam seminar akhir April lalu. Sehubungan dengan topik yang jadi pokok bahasan dalam seminar tersebut, saya ingin mengulas beberapa hal sebagai bahan masukan. Kita sebagai stakeholders kebijakan luar negeri, berhak untuk mendapat informasi yang lengkap mengenai arah kebijakan terkait postur pertahanan nasional kita, maupun terkait program pengembangan industri strategis pertahanan nasional kita ke depan.

Hal ini menurut saya sangatlah penting agar Indonesia bisa lebih siap mengantisipasi perkembangan dan dinamika di kawasan Asia Tenggara maupun di kawasan-kawasan lainnya, menyusul keluarnya Amerika Serikat yang tentunya juga pada akhirnya Rusia, dari perjanjian non-proliferasi nuklir INF. Sebagaimana merujuk pada hasil seminar yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, saat ini persaingan global As versus Cina terutama di Laut Cina Selatan, semakin menajam. Yang mana agresivitas baik AS maupun Cina pun semakin meningkat di kawasan Asia Tenggara maupun Asia Timur.

Maka itu, menurut hemat saya Indonesia harus punya pemimpin yang berkarakter kuat, inovatif, dan berwawasan jauh ke depan. Sehingga diplomasi politik internasional Indonesia bergema kembali di berbagai forum internasional baik di tataran regional seperti ASEAN maupun global.

 

 

Facebook Comments