Media Seharusnya Melek akan Realitas Keamanan Internasional Hari Ini

Bagikan artikel ini

Presentasi Muhammad Anthoni, Wartawan Senior Kantor Berita Antara pada forum seminar terbatas  Global Future Institute (GFI) bertajuk Mengantisipasi Meningkatnya Perlombaan Senjata Konvesional dan Proliferasi Senjata Nuklir di Asia Tenggara Pasca Batalnya Perjanjian INF – (Perspektif Politik Luar Negeri RI Bebas-Aktif), Selasa, 30 April 2019.

Dari kacamata saya sebagai jurnalis, nampaknya banyak media agak luput memberitakan menyoal isu keamanan-pertahanan dunia. Jarang menemukan media yang menulis bagaimana perkembangan isu senjata nuklir. Mungkin salah satu penyebabnya karena latar belakang pendidikan banyak jurnalis bukan dari disiplin ilmu terkait.

Padahal perkembangan perlombaan senjata nukir, khususnya  pasca-bubarnya INF bakal meruncing. Indonesia sebagai negara nonnuklir dan negara-negara di regional Asia Tenggara, tentunya dibuat ketar-ketir. Ditambah lagi dengan kenyataan dewasa ini beberapa negara Asia sudah punya hulu ledak nuklir, seperti India dan Pakistan.

Media seharusnya melek akan realitas keamanan internasional hari ini. Bagaimana perkembangan dan prospek Non Proliferation Treaty, apa dan bagaimana  sikap Indonesia, dan sebagainya.

Karena mau tak mau Indonesia akan terkena imbasnya  bila sewaktu-waktu meletus perang nuklir antar Negara-negara adikuasa. Dan untuk itu, masyarakat harus diberi asupan informasi sebanyak-banyaknya. Jangan sampai ketegangan antara AS-Rusia ini tidak diketahui khalayak ramai.

Facebook Comments