|
20-05-2013
Jurnal GFI Edisi III Telah Terbit: The Global Review Quarterly Edisi Ketiga, Mei 2013

Saatnya berpaling ke Rusia, agar Indonesia bangkit kembali menjadi Macan Asia. Mencari titik temu dua kepentingan Strategis Indonesia dan Rusia melalui momentum Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di St. Petersburg, Rusia, September 2013 mendatang. Kerjasama bilateral kedua negara di bidang militer, ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maupun energi, ternyata cukup menjanjikan.
|
| 30-04-2013 |
| Buku Baru: Prahara Suriah | | GFI Sambut Gembira Segera Terbitnya Buku Prahara Suriah, Karya Dina Y Sulaeman |
|

Kami seluruh staf dan keluarga besar Global Future Institute, mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mbak Dina Y Sulaeman, atas terbitnya buku yang berkisah tentang Suriah dan seputar konspirasi internasional menggulingkan Presiden Bashar Assad. Inilah kisah sesungguhnya tentang Suriah.
|
|
| 28-04-2013 |
| Menjelang KTT G-20 di Rusia | | Kerjasama Dengan Rusia, Indonesia Bisa Jadi Macan Asia |
|

(Disampaikan dalam Roundtable Discussion yang diselenggarakan oleh Global Future Institute, bertema: Indonesia, Rusia dan G-20, Kamis 25 April 2013, di Wisma Daria, Jakarta Selatan)
Terkait dengan keberadaan G-20, sebenarnya G-20 ‘penjara’ untuk Indonesia. Indonesia terpenjara oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat. Dan dalam penjara tersebut ada sipir-sipir yang bernama Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan lain sebagainya. Dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa, namun karena kuatnya dominasi negara-negara maju membuat Indonesia tidak bisa mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
|
|
| 24-04-2013 |
| Menjelang G-20 | | Mencermati Geliat G-20 dari Perspektif Kolonialisme |
|

The Group of Twenty (selanjutnya disebut G-20) ialah golongan negara atau kelompok 20 ekonomi utama yang terdiri atas 19 negara perekonomian besar plus Uni Eropa. Istilah lain G-20 adalah Finance Ministers and Central Bank Governors. Ia dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang diharapkan mampu menghimpun kekuatan ekonomi negara maju dan negara berkembang terkait isue-isue ekonomi global. Keanggotanya terdiri atas Afrika Selatan, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Argentina, Australia, RRC, Brasil, Britania Raya, India, Indonesia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Turki, Perancis, Rusia dan Uni Eropa.
|
|
| 19-04-2013 |
| Penyelenggaraan KTT G-20 di St Peterburg, Rusia | | Jelang KTT G-20 di St Peterburg, Rusia, September 2013: GFI Gelar Roundtable Discussion Indonesia, Rusia dan G-20 25 April 2013 |
|

Sehubungan dengan rencana penerbitan edisi ketiga jurnal berkala kami The Global Review Quarterly pada pertengahan Mei 2013 mendatang, Global Future Institute (GFI) akan mengangkat tema sentral: Indonesia, Rusia dan G-20 (menyambut diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di St Petersburg-Rusia pada September 2013).
|
|
| 03-04-2013 |
| Pasca Kematian Hugo Chavez | | "Pembunuhan Ilmiah" Adalah Bagian dari Modus Operandi CIA |
|

Jurnalis surat kabar Guardian yang juga pakar Venezuela Rory Carroll secara terang-terangan menyatakan tuduhan serius bahwa mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez Frias dibunuh oleh senjata biologi yang dibuat AS sebagaimana yang dilakukannya untuk sejumlah kasus dengan pola yang sama «para pakar teori konspirasi bertanya-tanya tentang alien di Roswell dan NASA yang memalsukan pendaratannya di bulan. Sejumlah pejabat Venezuela dan internasional percaya pihak yang memusuhi diam-diam melancarkan serangan agresif dengan menghadirkan kanker ke presiden berusia 58 tahun itu.
|
|
| 30-03-2013 |
| Ianfu Indonesia | | TUM Film Project: Tuminah Pemecah Kebisuan Ianfu Indonesia |
|

Merupakan project kolaborasi dari seorang peneliti independen “ianfu” Indonesia, EkaHindra bersama filmmaker dokumenter Steve Pillar Setiabudi dan Espees Pictures: Fanny Chotimah, Prima Tito dan Agustianus Tri Yuanto.
|
|
| 20-03-2013 |
| Kemitraan Lintas Pasifik (TPP): Menyeret Indonesia Masuk Dalam Persekongkolan Rahasia antara Pejabat Pemerintah dan Pelaku Bisnis |
|

Manuver Amerika Serikat untuk menggalang kekuatan politik di forum regional Asia Pasifik harus kita cermati bersama karena dalam jangka panjang akan memperlemah blok ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN termasuk Indonesia. Hal ini semakin nyata ketika Amerika Serikat dan Jepang pada akhir Februari 2013 lalu bersepakat untuk menindak-lanjuti penggalangan kekuatan negara-negara Asia Pasifik melalui blok perdagangan yang dirancang oleh Amerika Trans Pacific Partnership (TPP).
|
|
| 19-03-2013 |
| Ianfu Indonesia | | Progress Report Pasca Pameran Ianfu Indonesia di Solo |
|

(Berdasarkan Laporan dari Eka Hindra, Peneliti Ianfu Indonesia dan Research Associate Global Future Institute)
Sepertinya Solo benar-benar menjadi tempat untuk membuka kembali Sejarah Kelam Jepang semasa penjajahan di Indonesia 1942-1945. Eka Hindra, peneliti independen Ianfu Indonesia sejak 1999, menginformasikan kepada Global Future Institute sebuah kabar gembira. Berdasarkan rapat tim gabungan Jakarta—Solo-Yogya, telah disepakati untuk membuat “Film Dokumenter Ianfu” yang berlokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta. Yang akan dimulai pada April 2013.
|
|
| 09-03-2013 |
| Pameran Ianfu Indonesia | | Melacak Kembali Ianfu, Bukan Sekedar Mengenang Sejarah |
|

“Aku datang tidak dengan pedang... hanya dengan membawa melati ditangan dan kecubung penyebar radang... Nikmatilah... puaskanlah... seperti bapakmu dulu menikmati tubuh ibuku... Aku datang sudah membalas... dari balik ruang kaca...”
|
|
| 05-03-2013 |
| Pameran Ianfu 2013 di Solo | | GFI dan Jejer Wadon Gelar Bareng Pameran Ianfu di Solo |
|

Global Future Institute (GFI) turut berperan serta dalam serangkaian kegiatan bertema “Ianfu” yang diprakarsai oleh Jejer Wadon. Komunitas yang peduli pada isu perempuan ini menggelar serangkaian acara seperti Diskusi, Pameran Foto, Pemutaran film dengan tema “Ianfu.” Serangkaian kegiatan ini mengusung tema besar 'Nona Jawa Dibalik Rekrutmen Sistem Perbudakan Seksual Militer Jepang “ianfu” di Indonesia 1942-1945'.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pengarang : Dina Y. Sulaeman |
| PRAHARA SURIAH |
 “Hasil perang ini tidak hanya berpengaruh bagi masa depan Suriah. Situasi di Suriah telah membagi dua dunia. Ini adalah konflik internal yang membawa konsekuensi global.”
Demikian narasi sebuah film dokumenter Rusia karya Proddubniy, dkk. Konflik Suriah melibatkan sangat banyak ‘pemain’, mulai dari Sekjen PBB, para presiden dari AS, Inggris, Prancis, Turki, raja-raja Arab, pasukan Suriah, pasukan jihad, hingga para pengguna internet. Inilah era Facebook, Twitter, dan blog. Kelompok oposisi Suriah membuat sangat banyak rekaman video amatir dan disebarluaskan di internet. Para blogger antiperang pun memberikan ‘serangan’ balasan. Informasi bertaburan dan bersilangsengkarut. Ibarat menyusun puzzle, inilah puzzle yang terlihat rumit. Posisi masing-masing kepingannya sulit diidentifikasi.
Buku ini telah menyusun kepingan puzzle itu, supaya kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari konflik Suriah. Karena, kejelian dan kecerdasan dalam mencermati konflik akan menghindarkan bangsa Indonesia dari perang saudara atau konflik yang tak perlu. |
| Lihat Lainnya » |
|
|
|
| |
|