» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepolisian
11-08-2016
Testimoni Freddy Budiman Momentum Benahi Polri

Ketua Setara Institute Hendardi berharap kesaksian Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar menjadi momentum untuk evaluasi dan pembenahan Polri.



Artikel Terkait
» POLRI: Duo Kombinasi untuk Konsolidasi, dan Kepentingan NKRI
» Kerja Sama Polisi Indonesia Timor Leste Meningkat
» Perpisahan, Sutarman Minta Polri Tetap Solid
» Polisi Negara Demokrasi: Perspektif Civil Society


27-04-2015
POLRI: Duo Kombinasi untuk Konsolidasi, dan Kepentingan NKRI

Meskipun terjadinya kegoncangan yang hebat dalam masa transisi kepemimpinan di tubuh Polri, sebagai akibat adanya tarik-menarik persoalan dalam kaitannya dengan kepemimpinan di tubuh Polri, serta fungsi penegakan hukum di tanah air. Namun kini,  meskipun persoalan tersebut masih menyisakan berbagai pertanyaan di hadapan publik tetapi disadari bahwa persoalannya sudah semakin terurai dengan baik. Tentunya, dalam konteks ini terlepas dari permasalahan hukum antar personil Polri dan KPK, namun kedua institusi tersebut telah memiliki pucuk pimpinan. Dengan adanya pimpinan maka diharapkan akan lebih memudahkan untuk mencari titik-temu penyelesaian yang baik antar kedua institusi tersebut. Sekaligus menyambung komunikasi dua arah antara pemerintah dan kepentingan publik di tanah air.


28-03-2015
Indonesia Timor Leste
Kerja Sama Polisi Indonesia Timor Leste Meningkat

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen (Pol) Drs. Endang Sunjaya, menerima bintang penghargaan Medalia Merito de Seguransa Publico dari Timor-Leste atas upayanya selama ini dalam memajukan kerjasama antara Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) dengan Kepolisian Daerah NTT. Penyerahan bintang penghargaan tersebut disampaikan pada upacara HUT ke-15 PNTL di Dili (27/3/2015). Pada kesempatan tersebut dua perwira Polri lainnya yakni Atase Polri pada KBRI Dili, Kombes (Pol) I Made Cakra dan Mantan Atase Polri pada KBRI Dili (2004 - 2007), Kombes (Pol) Purn. Minton Mariati telah pula menerima bintang penghargaan yang sama.


22-01-2015
Perpisahan, Sutarman Minta Polri Tetap Solid

Mantan kapolri Jenderal Polisi Sutarman melakukan perpisahan dengan para perwira, petinggi, pejabat di Mabes Polri pada Rabu (21/1). Dalam pidatonya, ia berpesan agar Polri tetap selalu solid dan tidak terpengaruh dengan situasi kondisi politik.


15-01-2015
Foto Berita
Polisi Negara Demokrasi: Perspektif Civil Society

Grahana Casta, perhimpunan pemuda yang lahir di era 80-an  bekerjasama Tabloid Mingguan Nusantara menggelar diskusi terbatas bertajuk "Polisi Negara Demokrasi: Perspektif Civil Society." Diskusi berlangsung di Warung Daun, Jl. Cikini Raya 26, Jakarta Pusat, Selasa (13/01/2015).


05-09-2014
Lagi-Lagi Oknum Polri Terbongkar Aibnya

Polisi Diraja Malaysia menangkap  dua anggota  Polda Kalimantan Barat, mereka tersebut  adalah AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka MP Harahap, lagi-lagi oknum anggota Polri membuka aib lembaga Polri di negeri orang. Masih tergiang dalam ingatan kita ada istri Perwira menengah anggota Polda Kalimantan Barat pada 3 Januari 2014, menumpang  pesawat Lion Air, mengaku kehilangan  kehilangan perhiasan senilai Rp 19 miliar yang disimpan dalam tas pakain dan dimasukan dalam bekasi pesawat, sesampai di bandara Soekarno-Hatta, perhiasan tersebut raib, namun pakaiannya tetap ada. Pemilik barang tersebut Titi Yustinawati merupakan istri dari AKBP Idha Endri Prastiono dan juga  menjabat sebagai direktur utama PT Berlian Kapuas Khatulistiwa. Setelah dilakukan penyelidikan oleh petugas bandara yang bekerjasama dengan Polri maka perhiasan tersebut ditemukan, namun setelah ditaksir oleh saksi ahli nilainya hanya sekitar Rp. 181 juta saja.


30-05-2014
Polri Dalam Kementerian
Janganlah Buru-buru

PENEMPATAN Polri dalam kementerian diusung calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla merupakan persoalan yang dari dulu hingga saat ini belum terealisasi. Artinya, wacana ini sudah lama muncul ke publik, tapi sekarang dimasukkan ke dalam visi dan misi pasangan capres dan cawapres yang didukung PDIPI, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI.


28-02-2014
Kapolri Siapkan Jenderal Bintang Dua Jabat Kabaharkam

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Sutarman mengatakan jenderal bintang dua yang potensial berpeluang menjadi Kepala Bagian Pemeliharaan dan Keamanan untuk menggantikan Komjen Pol Badrodin Haiti.


12-12-2013
Kapolri Harus Mampu Memulihkan Nama Baiknya

Kasus korupsi proyek  pembangunan peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang Tahun Anggaran 2010-2012, terus menyasar beberapa nama penting. Sebelumnya sudah  muncul nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, serta mantan Menpora, Andi Malarangeng. Dugaan keterlibatan kedua mantan kader Partai Demokrat tersebut terkait dengan kucuran dana Hambalang ke Kongres Demokrat di Bandung. Kasus itu terus bergulir dengan memuculkan nama Sylviana Sholeha alias Bu Pur yang kemudian menggemparkan publik, karena dicoba digunakan untuk  mengkaitkan kasus itu dengan Istana Presiden atau Cikeas, setelah Jaksa KPK membuka adanya SMS antara Bu Pur dengan Ibu Negara, Ani Yudojono. Dalam SMS tersebut, Bu Pur mengadukan Menpora ke Ibu Ani, dan kemudian dibalas agar Bu Pur tidak main-main dengan pejabat. Nama Bu Pur menjadi menarik karena disebutkan bahwa suaminya bernama, Purnomo D Rahardjo adalah Kepala Rumah Tangga Cikeas. Padahal yang bersangkutan hanya teman seangkatan Presiden SBY, saat menjalani pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) tahun 1973. Purnomo hanya bekerja sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, yang juga Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan.


06-11-2013
Polri Didesak Tunjuk Kabareskrim Baru

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggantikan Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman yang saat ini telah dilantik menjadi Kapolri.


10-10-2013
Sutarman Diharapkan Mampu Memperbaiki Citra Polisi

Suksesi Kapolri yang telah beralih ke tangan Jenderal Sutarman. Tantangan terjal dan tak mudah sedang menunggunya. Beban beratnya adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap kepolisian yang penuh bau tengik korupsi. Tapi sangsi dan cemas masyarakat tetap saja tak mengendur terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Polri karena baru saja permintaan Komisi Informasi Publik untuk mengungkapkan identitas dari 17 petugas yang diyakini memiliki rekening gendut diabaikan begitu saja. Celoteh Sutarman terhadap isu-isu tersebut akan menentukan apakah keragu-raguan publik itu salah.




12   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »