» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Pendidikan
21-02-2017
Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Kali pertama, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya  menganugerahi gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada pengajar dan peneliti luar negeri yang berasal dari Stern School of Business, New York University yang juga peraih nobel ekonomi tahun 2003 yakni Prof. Robert Fry Engle III.



Artikel Terkait
» Guru Indonesia Belajar Sistem Pendidikan di Australia
» China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN
» Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo
» Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia


01-11-2016
Guru Indonesia Belajar Sistem Pendidikan di Australia

Sebanyak 136 guru terbaik Indonesia akan mengikuti program belajar dan pengalaman kerja di Universitas Melbourne, Australia, demikian siaran pers dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.


25-10-2016
China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN

Pemerintah China mengharapkan lebih banyak lagi pelajar asal negara-negara anggota ASEAN untuk menimba ilmu di negeri tirai bambu itu sebagai upaya meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan dan budaya antara ASEAN dan China.


02-09-2016
Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo

Ada pemandangan istimewa saat proses perkuliahan di Universitas Waterloo, Ontario, Kanada, dimulai pada bulan September 2016 ini.


05-08-2016
Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menolak permintaan Pemerintah Turki agar Indonesia menutup sembilan sekolah yang diduga terkait Fethullan Gulen.


02-02-2016
Membangun Mental Lewat Sekolah
Revolusi mental merupakan sebuah gagasan lama yang digunakan kembali oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo. Sebelumnya, gagasan revolusi mental sudah pernah digunakan oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Pada masa itu, revolusi mental berarti satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Gagasan ini dikeluarkan oleh Presiden Soekarno ketika revolusi nasional sedang berhenti, sekitar tahun 1957.

23-01-2016
Menristekdikti: Kuliah S2 Kini Cukup dengan 36 SKS

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menyatakan program pendidikan strata dua (S2) sekarang ini hanya cukup ditempuh dengan 36 SKS (Satuan Kredit Semester).


05-10-2015
Museum Indonesia
Museum KAA Kembali Mendapat Penghargaan sebagai Museum Terbaik

Museum Konferensi Asia Afrikan (Museum KAA) kembali mendapatkan penghargaan sebagai museum terbaik kementerian/lembaga/TNI/Polri/Universitas/BUMN.Penghargaan diberikan dalam acara penganugerahan Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Jumat (2/10/2015) di Taman Sunken, Museum Nasional.


16-07-2015
Menlu dan Mendikbud Tandatangani Peraturan Bersama Terkait Pendidikan Indonesia di Luar Negeri

Menteri Luar Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tandatangani Peraturan Bersama mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri, Selasa (14/7/2015).


25-05-2015
Pendidikan Berkualitas Jadi Komitmen Utama Pemerintah

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung pendidikan berkualitas yang merata dan pembelajaran seumur hidup (ensure equitable quality education and lifelong learning), dalam penyusunan Agenda Pendidikan Global menyongsong tahun 2030.


06-05-2015
Mengenal Ki Hajar Dewantara, Radikalis Penggemar Wayang

SEBAGAIMANA anak lainnya di Jawa yang senang dolanan, demikian juga dengan dirinya. Berayahkan seorang kerabat dekat Keraton Paku Alam, membuat dirinya tumbuh di tengah lingkungan keraton sekaligus mereguk segenap kosmologi keraton. Tetapi dirinya sendiri terlatih hidup dalam kesahajaan, jauh dari keangkuhan.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »