» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Pendidikan
01-11-2016
Guru Indonesia Belajar Sistem Pendidikan di Australia

Sebanyak 136 guru terbaik Indonesia akan mengikuti program belajar dan pengalaman kerja di Universitas Melbourne, Australia, demikian siaran pers dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.



Artikel Terkait
» China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN
» Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo
» Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia
» Membangun Mental Lewat Sekolah
» Menristekdikti: Kuliah S2 Kini Cukup dengan 36 SKS


25-10-2016
China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN

Pemerintah China mengharapkan lebih banyak lagi pelajar asal negara-negara anggota ASEAN untuk menimba ilmu di negeri tirai bambu itu sebagai upaya meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan dan budaya antara ASEAN dan China.


02-09-2016
Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo

Ada pemandangan istimewa saat proses perkuliahan di Universitas Waterloo, Ontario, Kanada, dimulai pada bulan September 2016 ini.


05-08-2016
Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menolak permintaan Pemerintah Turki agar Indonesia menutup sembilan sekolah yang diduga terkait Fethullan Gulen.


02-02-2016
Membangun Mental Lewat Sekolah
Revolusi mental merupakan sebuah gagasan lama yang digunakan kembali oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo. Sebelumnya, gagasan revolusi mental sudah pernah digunakan oleh Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Pada masa itu, revolusi mental berarti satu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Gagasan ini dikeluarkan oleh Presiden Soekarno ketika revolusi nasional sedang berhenti, sekitar tahun 1957.

23-01-2016
Menristekdikti: Kuliah S2 Kini Cukup dengan 36 SKS

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir menyatakan program pendidikan strata dua (S2) sekarang ini hanya cukup ditempuh dengan 36 SKS (Satuan Kredit Semester).


05-10-2015
Museum Indonesia
Museum KAA Kembali Mendapat Penghargaan sebagai Museum Terbaik

Museum Konferensi Asia Afrikan (Museum KAA) kembali mendapatkan penghargaan sebagai museum terbaik kementerian/lembaga/TNI/Polri/Universitas/BUMN.Penghargaan diberikan dalam acara penganugerahan Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada Jumat (2/10/2015) di Taman Sunken, Museum Nasional.


16-07-2015
Menlu dan Mendikbud Tandatangani Peraturan Bersama Terkait Pendidikan Indonesia di Luar Negeri

Menteri Luar Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tandatangani Peraturan Bersama mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Indonesia di Luar Negeri, Selasa (14/7/2015).


25-05-2015
Pendidikan Berkualitas Jadi Komitmen Utama Pemerintah

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung pendidikan berkualitas yang merata dan pembelajaran seumur hidup (ensure equitable quality education and lifelong learning), dalam penyusunan Agenda Pendidikan Global menyongsong tahun 2030.


06-05-2015
Mengenal Ki Hajar Dewantara, Radikalis Penggemar Wayang

SEBAGAIMANA anak lainnya di Jawa yang senang dolanan, demikian juga dengan dirinya. Berayahkan seorang kerabat dekat Keraton Paku Alam, membuat dirinya tumbuh di tengah lingkungan keraton sekaligus mereguk segenap kosmologi keraton. Tetapi dirinya sendiri terlatih hidup dalam kesahajaan, jauh dari keangkuhan.


23-04-2015
Dies Natalis dan Wisuda ke-54 UPDM (B) Diwarnai Dengan Seminar Sehari

Seminar sehari dalam rangka Dies Natalis dan Wisuda ke-54 UPDM (B) mengusung Tema “Ancaman GEO Strategis dan GEO Ekonomi Politik Kekuatan Baru Asia Pasifik Abad 21 Dalam Konsepsi Maritim”. Acara dibuka Warek I Dr. Sumarhadi, MM dan dimoderatori Wadek I Fakultas Ekonomi Usmar Ismail, SE, MM, dan sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. Tridoyo Kusumastanto (Guru Besar Ekonomi Kelautan IPB) dan Hendrajit (Direktur Eksekutif Global Future Institute). Menurut Prof. Dr. Ir. Tridoyo Kusumastanto dalam Geo Ekonomi Politik di Asia Pasifik Indonesia memiliki Potensi Ekonomi yang cukup besar di Bidang Kelautan, antara lain :




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »