» PKS, Kita, dan Perkembangan Terbaru di Syria » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-2/Habis) » Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-1) » Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-3/Habis) » Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-2)
Join With Us at :

   Terpopuler
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Peran TNI-AD Dalam Melindungi Segenap Bangsa dan Tumpah darah Indonesia - Bagian 6
Kelas Kilo, Jenis Kapal Selam Yang Tepat Bagi Indonesia
Yang Tersirat di Balik Konflik Budaya Indonesia-Malaysia
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Peran TNI-AD Dalam Melindungi Segenap Bangsa dan Tumpah Darah Indonesia - Bagian 5
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Peran TNI-AD Dalam Melindungi Segenap Bangsa Dan Tumpah Darah Indonesia- Kesimpulan Bagian 7
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Selamatkan Indonesia
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research

Asean
17-05-2013
Indonesia Berbagai Pengalaman Dengan Myanmar
Indonesia Berbagi Pengalaman Keketuaan ASEAN kepada Myanmar

Indonesia memberikan pengalaman selama menjadi Ketua ASEAN kepada delegasi Myanmar yang berkunjung ke Jakarta, Jum'at (15/05).



Artikel Terkait
» Persiapan Komunitas Ekonomi ASEAN Nyaris Kelar
» Jelang Komunitas ASEAN 2015, RI Harus Jadi Pemenang
» Norwegia Ingin Mengaksesi Traktat ASEAN
» Daya Saing Pemuda Kunci Keberhasilan Indonesia pada Komunitas ASEAN 2015
» Menlu Australia: Canberra Akan Tingkatkan Hubungan dengan ASEAN
» PBB Peringatkan Myanmar Soal Rohingya


01-05-2013
​Kemajuan Pilar Ekonomi ASEAN Capai 77 Persen

Dalam menyongsong ASEAN 2015, Pilar Komunitas Ekonomi ASEAN telah mencapai kemajuan yang signifikan. Pada KTT ASEAN ke-22 kemarin (24-25/04), dilaporkan bahwa ASEAN telah mencapai 77,54% action lines dari keseluruhan 259 measures dari Cetak Biru pilar ekonomi. Hal ini yang kemudian mendorong Presiden SBY untuk membentuk Komite Nasional untuk memastikan kesiapan Indonesia.


25-04-2013
Persiapan Komunitas Ekonomi ASEAN Nyaris Kelar

Persiapan terwujudnya komunitas ekonomi ASEAN (AEC) pada 2015 nyaris kelar, demikian menurut pengakuan pemimpin Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. Kepada media, sebagaimana warta AP pada Kamis (25/4/2013), Sultan Bolkiah di Bandar Seri Begawan mengatakan, setidaknya pekerjaan untuk mencapai sinergi sepuluh negara ASEAN sudah rampung 77 persen. "Jumlah itu setara dengan 259 pengukuran dari total cetak biru yang digarap," katanya.


25-04-2013
Pemimpin ASEAN Kembali Singgung Krisis Laut China Selatan

Sepuluh pemimpin ASEAN hari ini, Kamis 25 April 2013, menuntaskan pertemuan selama dua hari di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Selain mempersolid pembentukan Komunitas ASEAN di bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya pada 2015, mereka juga membicarakan beberapa isu yang sedang hangat, yaitu ketegangan di Laut China Selatan.


23-04-2013
Demi Pasar Tunggal 2015, ASEAN Tak Perlu Tiru Uni Eropa

Uni Eropa (UE) berkomitmen membantu ASEAN untuk mewujudkan pasar tunggal atau komunitas ekonomi regional pada 2015. Namun ASEAN tidak harus tiru regionalisasi ekonomi ala UE, melainkan bisa mempelajari pengalaman dari Eropa, baik kelebihan maupun kekurangannya.


05-04-2013
Lokakarya ASEAN-UN
Lokakarya Diplomasi Preventif ASEAN-PBB

Menlu Marty M. Natalegawa bersama dengan Sekjen ASEAN Le Luong Minh dan UN-Under Secretary General  Vijay Nambiar, Jum'at (5/4) membuka lokakarya ASEAN-UN bertema “ Lesson Learned and Best Practices in Conflict Prevention and Preventive Diplomacy” di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta.


25-03-2013
Komunitas ASEAN 2015
Jelang Komunitas ASEAN 2015, RI Harus Jadi Pemenang

“Kita tidak boleh jadi the loser, kita harus menjadi the winner,” ujar Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja mengenai peningkatan daya saing Indonesia dalam Komunitas ASEAN 2015. Hal ini disampaikannya saat Launching Seminar Pusat Studi ASEAN (ASEAN Study Center) di Universitas Indonesia, Depok (22/3/2013).


16-03-2013
ASEAN-CINA
Kemitraan Strategis ASEAN-Cina Mendukung Stabilitas Kawasan dan Kesejahteraan Rakyat

"ASEAN-China telah menyepakati target perdagangan bilateral sebesar US$ 500 milyar pada tahun 2015. Hal ini merupakan salah satu hasil Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN-Cina di Bali, Nopember 2011 di bawah kepemimpinan Indonesia. Saat ini, China adalah mitra dagang dan pengirim wisatawan terbesar ke ASEAN. Diharapkan juga penanaman modal asing Cina ke ASEAN juga dapat meningkat di tahun-tahun mendatang." Demikian disampaikan  Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Duta Besar Ngurah Swajaya pada pertemuan ke-14 ASEAN-China Joint Cooperation Committee (ACJCC) pada 15 Maret 2013 di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
 


16-03-2013
Mitra Wicara ASEAN
CPR ASEAN Dorong Peningkatan Kerjasama dengan Mitra Wicara ASEAN

Komite Wakil Tetap ASEAN (Committee of Permanent Representatives to ASEAN/CPR) menyelenggarakan pertemuan di Sekretariat ASEAN, Jakarta (13/03). Pertemuan yang dipimpin  Wakil Tetap/Duta Besar Brunei Darussalam membahas berbagai agenda utama, antara lain, tindak lanjut hasil-hasil KTT ke-21 dan upaya meningkatkan kerjasama dengan Mitra Wicara ASEAN, seperti Russia, China, India, Australia, India dan Uni Eropa.


13-03-2013
Jepang Inginkan Aliansi Pertahanan dengan ASEAN

Jepang mendesak pembentukan hubungan pertahanan yang kuat dengan negara-negara ASEAN seiring dengan meningkatnya kapabilitas militer China. Wakil Menteri Pertahanan Jepang dan 10 orang delegasi negara ASEAN memulai pertemuan dua hari di Tokyo untuk membahas masalah itu.


12-03-2013
AS dan Kawasan Pasifik
Keseriusan AS Menggarap Kawasan Asia-Pasifik

Peran penting politik dan ekonomi ASEAN dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya menarik perhatian negara-negara Asia ke organisasi regional itu, tapi juga menyita pandangan Amerika Serikat untuk menjalankan kebijakan barunya di kawasan dan memperluas hubungan dengan negara-negara anggota ASEAN.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
BRICS, G-2O, dan IMF
BRICS: Kekuatan Ekonomi Baru? . Krisis ekonomi di Eropa dan AS yang telah melemahkan Dollar menjadi momen penting bagi lima negara kapitalis plat merah (kapitalisme yang dikontrol oleh ...

Mengkaji Hubungan Strategis Rusia – Indonesia dari Perspektif Geopolitik (Bag-1)

Saatnya Menoleh ke Rusia Bagi Kepentingan Strategis Indonesia

Bom Boston dan Aksi Destabilisasi AS di kawasan Heartland dan Caucasus

Indonesia, Rusia dan Cina Harus Galang Kerjasama Bendung Skema TPP Amerika Serikat di Asia Pasifik

Indonesia Dukung Rusia Sebagai Tuan Rumah EXPO Dunia 2020 Sangat Menguntungkan

Lihat lainya »
   Arsip
Presiden Perancis: Uni Eropa Bakal Hancur dan Terhapus dari Peta

Direktur CIA Mendadak Kunjungi Tel Aviv

Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL Hibur Anak-Anak Lebanon

Manuver Diplomatik Regional Terbaru Krisis Suriah

Nekolim AS Sudah (Mulai) Rontok

Rontoknya Teori Polisi Dunia! (Bag-2/Habis)

Indonesia Bantu Negara Uni Afrika Tingkatkan Ketahanan Pangan

Yordania Secara Resmi Usir Dubes Israel

Media Cina: Dunia Harus Tahu AS Penjahat Perang

Indonesia Harus Secara Cerdas Membaca Krisis Laut Cina Selatan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang : Hendrajit, Dkk
Japanese Militarism : Japan, Between Love And Resentment

A book entitled Japanese Militarism and Its War Crimes in Asia Pacific Region (Hendrajit, ed) was recently sent to me, by the publisher, The Global Future Institute. No doubt, this book made me re-think and recollect my trip to Japan in 1996. At that time, I was warmly received by Japanese families who became my host, invited to travel to various places, and bought souvenirs. The psycological effect of my short visit is that it is hard to imagine that the Japanese people were cruel ones, perpetrators of the massacre of our ancestors, raping Indonesian girls, making them as prostitutes and enslaving our grandfathers to work on various projects.

Lihat Lainnya »