» Tujuan-Tujuan Utama Kebijakan Luar Negeri AS (Bag I) » Dunia Tiga Sisi » Pemerintah Jokowi-JK Harus Segera Cabut UU No 7/2004 Tentang Sumber Daya Air » Amerika Serikat Dukung Bangkitnya Kembali Kekuatan Militer Jepang » Menyorot Politik HAM Belanda di Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
15-05-2015
ASEAN-Kanada
ASEAN dan Kanada Perkuat Komitmen Bersama dalam Rangka 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan di Tahun 2017

"Indonesia mengusulkan tiga hal utama dalam kerja sama penanggulangan pandemi dan bencana antara ASEAN dan Kanada. Pertama, perlunya mekanisme pencegahan bencana yang memuat proses mitigasi, kontigensi, dan rehabilitasi. Kedua, perlunya peningkatan kapasitas dan fasilitasi tenaga personel di kawasan. Ketiga, pentingnya latihan penanggulangan bencana bersama, serta saling tukar pengetahuan dan informasi", demikian disampaikan M.I. Derry Aman, Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan (MWAK), Kementerian Luar Negeri RI, mewakili Ketua SOM ASEAN-Indonesia, dalam Pertemuan 12th ASEAN-Canada Dialogue di Vancouver, Kanada (10-12/5/2015)



Artikel Terkait
» KTT ASEAN ke-26 Lahirkan Tiga Deklarasi
» Menlu RI: Komunitas ASEAN 2015 Harus Dapat Dirasakan Rakyat
» KTT ASEAN ke-26 di Malaysia Fokus Pada Kerja Sama Ekonomi
» Pertemuan ASEAN di Malaysia
» ASEAN terbelah mengenai sengketa Laut Tiongkok Selatan
» Laos Jabat Ketua Yayasan ASEAN Periode 2015
» Menyambut Masyakarat Ekonomi ASEAN ( MEA) 2015
» Kesatuan ASEAN adalah kunci untuk mencegah permusuhan di Laut Tiongkok Selatan


29-04-2015
KTT ASEAN ke-26
KTT ASEAN ke-26 Lahirkan Tiga Deklarasi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur dan Langkawi, Malaysia  melahirkan tiga deklarasi dokumen penting.


28-04-2015
Komunitas ASEAN 2015
Menlu RI: Komunitas ASEAN 2015 Harus Dapat Dirasakan Rakyat

Menlu RI menekankan bahwa komunitas ASEAN 2015 merupakan kenyataan yang dapat dirasakan rakyat dan tidak hanya di atas kertas. Hal tersebut ditekankan Menlu RI dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN (26/4), di Kuala Lumpur, Malaysia.


27-04-2015
KTT ASEAN KE-26
Indonesia Ajukan Empat Poin ke KTT ASEAN

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, ada empat poin yang akan disampaikan Indonesia dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN di Kuala Lumpur-Langkawi, Malaysia.


27-04-2015
Filipina Serukan ASEAN Desak Cina Hentikan Reklamasi di Laut Cina Selatan

Filipina menyerukan negara-negara tetangganya di ASEAN untuk bersatu mendesak Cina menghentikan reklamasi pulau karang di Laut Cina Selatan (LCS). Namun, seruan itu gagal mendapatkan dukungan luas menjelang dilangsungkannya pertemuan puncak, demikian seperti dilaporkan Antara, Senin (27/4).


27-04-2015
KTT ASEAN ke-26
KTT ASEAN ke-26 di Malaysia Fokus Pada Kerja Sama Ekonomi

Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) ke-26 pada Minggu (26/04/2015) dimulai di Kuala Lumpur, Malaysia. KTT ASEAN kali ini terfokus pada agenda utama kerja sama ekonomi. Sepuluh kepala negara anggota, termasuk Presiden Joko Widodo, direncanakan hadir.


01-03-2015
Pertemuan ASEAN di Malaysia

Pertemuan para menteri ekonomi 10 negara anggota ASEAN dimulai hari Sabtu (28/2) di Malaysia. Agenda utama pertemuan dua hari ini membahas pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) yang akan diterapkan mulai 31 Desember 2015 mendatang.


11-02-2015
Timor Leste
Mantan Menkes Timor Leste Dipilih Menggatikan Xanana

Presiden Timor Timur pada Selasa (10/02/2015) memilih mantan Menteri Kesehatan Rui Araujo menjadi perdana menteri baru menggantikan Xanana Gusmao.


09-02-2015
Timor Leste
Akhirnya Presiden Timor Leste Terima Penguduran Diri Xanana

Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak pada Senin (09/02/2014) akhirnya menerima pengunduran diri Xanana Gusmao dari jabatan perdana menteri. Selanjutnya, memberikan jalan bagi perombakan pemerintahan dan babak baru dalam sejarah negara tersebut.


06-02-2015
Timor Leste
Jubir Pemerintah: Xanana Kirim Surat Pengunduran Diri

Juru bicara pemerintah Timor Leste mengatakan Perdana Menteri (PM) Timor Leste, Xanana Gusmao, telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada presiden.


12-01-2015
AirAsia QZ8501
Black Box Pesawat AirAsia QZ8501 Diserahkan ke KNKT

Pasca 15 hari kecelakaan jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Karimata, black box atau kotak hitam berhasil sudah ditemukan dan diangkat oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut. Black box merupakan Flight Data Recorder (FDR) yang merupakan data penerbangan.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia
Kejahatan perang tentara Jepang di Indonesia antara 1942-1945 merupakan sejarah hitam  yang tidak boleh kita lupakan. Adanya kebijakan pemerintahan fasisme Jepang di Indonesia yang secara sistematis ...

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
Inggris Kirim Kapal Perang Terbesar ke Perbatasan Rusia

Satgas Indobatt Bantu Warga Lokal di Darfur Barat

Panglima TNI Resmikan Patung Teuku Umar di Pulau Rondo

Mengingatkan Kembali Hasil-Hasil yang Dicapi Melalui Konferensi Postdam 2 Agustus 1945

Pembantaian Westerling dan Puputan Margarana, Bali: Australia Dan Inggris Ikut Bertanggungjawab

Presiden Bank Dunia Berlayar dari Sunda Kelapa ke Priok

Misteri Ketidakhadiran Daniel Purba di Komisi DPR VII

Panen Raya Padi Organik TNI dan Masyarakat

Filosofi Merajut, Merajut Kenegaraan

Hati-hati dengan Jepang

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »