» Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif » Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini » Gagasan Pembentukan ASEAN Maritime Community dan Perkuatan ASEAN dalam Manuver Politik Luar Negeri Indonesia » Timbul Kesan Indonesia Belum Berani Keluar dari “Western Hemisphere » Kebijakan Luar Negeri RI Bebas dan Aktif Masih Tetap Relevan dan Akan Terus Berlanjut
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
02-09-2016
Oleh: Mohammad Anthoni
Perselisihan Laut Cina Selatan Tantangan Bagi ASEAN
Konferensi internasional bertema "Finding Peaceful Solutions for South China Sea Disputes from ASEAN Perspectives" berlangsung di Jakarta, 1 September 2016. Sejumlah pakar dari dalam maupun luar negeri menjadi narasumber, terutama membahas serangkaian tantangan keamanan di Laut Cina Selatan (LCS).


19-08-2016
RI Tidak Akan Bayar Tebusan kepada Abu Sayyaf

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, Pemerintah Republik Indonesia tetap tidak akan membayar tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf. Panglima TNI juga meminta perusahaan juga sejalan dengan Pemerintah. Menurutnya Indonesia bukan bangsa kambing yang mudah diperas.


08-08-2016
ASEAN Way, Struktur atau Kesadaran? (08 Agustus 1967 - 08 Agustus 2016)
Salah satu tantangan besar yang dihadapi ASEAN di bidang kerjasama isu keamanan non-tradisional saat ini adalah berkaitan dengan prinsip “ASEAN Way”. Sendi-sendi normatif yang terkandung dalam “ASEAN Way” ini antara lain adalah prinsip untuk melakukan kerjasama secara damai, harmoni, saling menghormati kedaulatan wilayah masing-masing, tidak mencampuri urusan domestik negara anggota, egaliter, menerapkan kaidah konsensus dalam menghasilkan berbagai keputusan, tenggang rasa dan non-konfrontatif, saling membantu diplomasi secara diam-diam tidak melalui media, menjunjung tinggi solidaritas, non-legalistik dan pragmatis.

01-08-2016
Jika ASEAN Tak Bisa Satu Suara, Indonesia Harus Keluar
Permasalahan di Laut China selatan yang masih terus memanas mengharuskan Indonesia ikut berkontribusi dalam meredakan ketegangan sebagai anggota negara ASEAN. Indonesia pun disebut telah menyerukan pendapat dalam putusan Arbitrase pengadilan Internasional.

29-07-2016
Iran Lirik Potensi Besar ASEAN
Ketua konferensi internasional peluang investasi di Iran pasca sanksi menilai kawasan ASEAN sebagai zona potensial untuk menjalin hubungan yang baik antara wirausahawan Iran dengan negara-negara Asia Tenggara.

18-05-2016
Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi

Kementerian Luar Negeri dalam siaran pers yang dipublis di laman kemlu.go.id pada Selasa, 17 Mei 2016 menyebutkan poin-poin penting terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung di Sochi, Rusia pada 19-20 Mei 2016. Berikut isi siaran pers yang publis Kemenlu RI:


14-05-2016
Kalau Mau ke Rusia, Kita Harus Lewat Perantara Cina

Saya tidak banyak tulisannya. Jadi, para bapak-bapak ibu-ibu kita belajar peta saja, ya kita sama-sama belajar peta saja. Saya tidak akan lama, tapi pada pertemuan kali ini saya ajak kita semua untuk melihat peta. Kalau kita ingin melakukan kerjasama dengan siapa saja, dilihat siapa saja kah. Maka pertanyaan pertama adalah siapakah lawan kita? Nah, ini Rusia, kalau kita mau kerjasama sama dengan Rusia, kita harus liat dulu siapa Rusia itu.


13-05-2016
Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar
Ijinkan saya menjelaskan kerjasma ASEAN-Rusia secara umum. Karena seperti kita sudah ketahui sebelumnya, sudah dijelaskan secara detail, bahwa soal politik  juga kemudian juga ekonominya oleh Bapak Brigjen Sunaryo dari Kemterian Pertahanan. Saya hanya akan sedikit saja, dan lebih umum lagi mengenai politik yang mempunyai efek ke perekonomian. 

13-05-2016
Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Memang menarik kalau kita membicaraan kemitraan ASEAN dengan Rusia. Saya mau menyinggung sedikit ADMM Plus seperti yang tadi sudah dijelaskan Ibu Dara dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri terkait perannya di kawasan Asia Tenggara.


13-05-2016
KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN

Seperti yang katakan Mas Hendrajit tadi pertemuan KTT ASEAN-RUSIA di Sochii, Rusia, ini merupakan salah satu momen penting untuk membangun strategi perimbangan di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menjadi salah satu kepentingan Indonesia di ASEAN. Saya tidak akan lama, sedikit saya akan paparkan mengenai kerjasama kemitraan maritim di ASEAN. Saya juga akan membicarakan sedikit kerjasama ASEAN dan Rusia.


13-05-2016
Mengkapitalisasi Dialog Kemitraan ASEAN-RUSIA Untuk Kepentingan Nasional

Lingkungan Strategis

TANTANGAN GEO-EKONOMI GLOBAL

1. Proses pemulihan ekonomi global saat ini diperkirakan akan berlangsung moderat. (Pemulihan ekonomi AS berlangsung secara bertahap, kawasan Eropa diperkirakan akan tetap lemah dan rentan akibat masih tingginya tingkat utang dan fragmentasi keuangan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara dan Asia Timur cukup tinggi).




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Timbul Kesan Indonesia Belum Berani Keluar dari “Western Hemisphere
Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF", yang diselenggarakan ...

MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF

MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF

Manuver Militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea Harus Ditangkal Sedini Mungkin Oleh Kementerian Luar Negeri dan “Pemangku Kepentingan” Politik-Keamanan RI

Rencana AS Kembangkan ICBM di Korea Selatan Berpotensi Merusak Rencana Global Maritime Fulcrum (Poros Maritim Dunia) Presiden Jokowi

Mempertanyakan Kelayakan Kerjasama Pertahanan RI-Ukraina

Lihat lainya »
   Arsip
Gempa Pidie, Gubernur Aceh Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat Bencana

BNPB: Korban Gempa Pidie Terus Bertambah

Pahami Esensi dan Pergerakan Praktek Geopolitik dan Proxywar

Kebijakan Luar Negeri RI Bebas dan Aktif Masih Tetap Relevan dan Akan Terus Berlanjut

Tim Badan Geologi Tinjau Lokasi Gempa Aceh

China Sebut Donald Trump Presiden Twitter

Saudi Hukum Mati 15 Orang yang Dituduh Jadi Mata-mata Iran

Panglima TNI: Bangsa Indonesia Tidak Akan Membiarkan ISIS Berkembang

Gempa Pidie, Korban Tewas 52 Orang

ABRI Penegak Demokrasi UU 45

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »