» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
10-05-2017
ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Pengembangan ekonomi negara-negara ASEAN terus diperkuat dengan kerja sama bersama mitra. Kanada menjadi salah satu mitra khususnya untuk mengembangan usaha kecil.



Artikel Terkait
» Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya
» Perselisihan Laut Cina Selatan Tantangan Bagi ASEAN
» RI Tidak Akan Bayar Tebusan kepada Abu Sayyaf
» Jika ASEAN Tak Bisa Satu Suara, Indonesia Harus Keluar
» Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi


11-04-2017
Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Pemerintah Myanmar melalui pejabat tingginya, Selasa, membantah terjadi pembersihan suku Muslim Rohingya di negara bagian barat laut, yang bermasalah, Rakhine. Wilayah Rakhine merupakan tempat gerakan militer terhadap suku mayoritas muslim itu sehingga memaksa 75.000 orang mengungsi ke Bangladesh.


02-09-2016
Oleh: Mohammad Anthoni
Perselisihan Laut Cina Selatan Tantangan Bagi ASEAN
Konferensi internasional bertema "Finding Peaceful Solutions for South China Sea Disputes from ASEAN Perspectives" berlangsung di Jakarta, 1 September 2016. Sejumlah pakar dari dalam maupun luar negeri menjadi narasumber, terutama membahas serangkaian tantangan keamanan di Laut Cina Selatan (LCS).

19-08-2016
RI Tidak Akan Bayar Tebusan kepada Abu Sayyaf

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, Pemerintah Republik Indonesia tetap tidak akan membayar tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf. Panglima TNI juga meminta perusahaan juga sejalan dengan Pemerintah. Menurutnya Indonesia bukan bangsa kambing yang mudah diperas.


08-08-2016
ASEAN Way, Struktur atau Kesadaran? (08 Agustus 1967 - 08 Agustus 2016)
Salah satu tantangan besar yang dihadapi ASEAN di bidang kerjasama isu keamanan non-tradisional saat ini adalah berkaitan dengan prinsip “ASEAN Way”. Sendi-sendi normatif yang terkandung dalam “ASEAN Way” ini antara lain adalah prinsip untuk melakukan kerjasama secara damai, harmoni, saling menghormati kedaulatan wilayah masing-masing, tidak mencampuri urusan domestik negara anggota, egaliter, menerapkan kaidah konsensus dalam menghasilkan berbagai keputusan, tenggang rasa dan non-konfrontatif, saling membantu diplomasi secara diam-diam tidak melalui media, menjunjung tinggi solidaritas, non-legalistik dan pragmatis.

01-08-2016
Jika ASEAN Tak Bisa Satu Suara, Indonesia Harus Keluar
Permasalahan di Laut China selatan yang masih terus memanas mengharuskan Indonesia ikut berkontribusi dalam meredakan ketegangan sebagai anggota negara ASEAN. Indonesia pun disebut telah menyerukan pendapat dalam putusan Arbitrase pengadilan Internasional.

29-07-2016
Iran Lirik Potensi Besar ASEAN
Ketua konferensi internasional peluang investasi di Iran pasca sanksi menilai kawasan ASEAN sebagai zona potensial untuk menjalin hubungan yang baik antara wirausahawan Iran dengan negara-negara Asia Tenggara.

18-05-2016
Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi

Kementerian Luar Negeri dalam siaran pers yang dipublis di laman kemlu.go.id pada Selasa, 17 Mei 2016 menyebutkan poin-poin penting terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung di Sochi, Rusia pada 19-20 Mei 2016. Berikut isi siaran pers yang publis Kemenlu RI:


14-05-2016
Kalau Mau ke Rusia, Kita Harus Lewat Perantara Cina

Saya tidak banyak tulisannya. Jadi, para bapak-bapak ibu-ibu kita belajar peta saja, ya kita sama-sama belajar peta saja. Saya tidak akan lama, tapi pada pertemuan kali ini saya ajak kita semua untuk melihat peta. Kalau kita ingin melakukan kerjasama dengan siapa saja, dilihat siapa saja kah. Maka pertanyaan pertama adalah siapakah lawan kita? Nah, ini Rusia, kalau kita mau kerjasama sama dengan Rusia, kita harus liat dulu siapa Rusia itu.


13-05-2016
Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar
Ijinkan saya menjelaskan kerjasma ASEAN-Rusia secara umum. Karena seperti kita sudah ketahui sebelumnya, sudah dijelaskan secara detail, bahwa soal politik  juga kemudian juga ekonominya oleh Bapak Brigjen Sunaryo dari Kemterian Pertahanan. Saya hanya akan sedikit saja, dan lebih umum lagi mengenai politik yang mempunyai efek ke perekonomian. 

13-05-2016
Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Memang menarik kalau kita membicaraan kemitraan ASEAN dengan Rusia. Saya mau menyinggung sedikit ADMM Plus seperti yang tadi sudah dijelaskan Ibu Dara dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri terkait perannya di kawasan Asia Tenggara.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »