» Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II) » Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi » Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I) » Melacak Jejak Para Taipan Indonesia Investasi di Daratan Cina » Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
31-07-2015
ASEAN Day
Sambut Hari Jadi ASEAN ke-48, Kemlu Gelar Seminar

Kementerian Luar Negeri menggelar seminar bertajuk “Penguatan Peran Pemuda dalam Menghadapi Persaingan Pasar Tenaga Kerja di Era Masyarakat ASEAN 2015.” Seminar yang berlangsung di Ruang Nusantara Kemlu ini merupakan bagian kegiatan dalam rangka menyambut hari jadi ASEAN ke-48 (ASEAN Day).



Artikel Terkait
» Press Briefing: Pemahaman yang kurang, Tantangan Utama Indonesia Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN
» Pertemuan ASEAN di Malaysia
» Perdana, Kemlu Selenggarakan Kolokium Nasional Komunitas ASEAN 2015
» Peran Strategis Blogger Bagi Komunitas ASEAN 2015


30-07-2015
ASEAN-Tiongkok komitmen jaga stabilitas Laut China Selatan

ASEAN dan Tiongkok kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan di Laut China Selatan dengan mengedepankan berbagai kerja sama dan mempercepat penyelesaian kesepakatan kode etik (code of conduct/CoC) untuk mengatasi sengketa Laut China Selatan.


11-07-2015
Masyarakat Ekonomi ASEAN
Press Briefing: Pemahaman yang kurang, Tantangan Utama Indonesia Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Tantangan utama Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah awareness (pemahaman) masyarakat mengenai MEA. Demikian disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Ina Krisnamurthi pada press briefing mingguan yang juga dihadiri Jubir Kemlu, Arrmanatha Nasir pada Kamis (09/07/2015).


23-06-2015
Jepang Khawatir Dominasi Laut Cina Selatan

Angkatan Laut Filipina mengadakan latihan gabungan dengan pasukan AS dan Jepang di pulau dekat wilayah Laut Cina Selatan yang masih sengketa, Senin (22/6).


15-05-2015
ASEAN-Kanada
ASEAN dan Kanada Perkuat Komitmen Bersama dalam Rangka 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan di Tahun 2017

"Indonesia mengusulkan tiga hal utama dalam kerja sama penanggulangan pandemi dan bencana antara ASEAN dan Kanada. Pertama, perlunya mekanisme pencegahan bencana yang memuat proses mitigasi, kontigensi, dan rehabilitasi. Kedua, perlunya peningkatan kapasitas dan fasilitasi tenaga personel di kawasan. Ketiga, pentingnya latihan penanggulangan bencana bersama, serta saling tukar pengetahuan dan informasi", demikian disampaikan M.I. Derry Aman, Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan (MWAK), Kementerian Luar Negeri RI, mewakili Ketua SOM ASEAN-Indonesia, dalam Pertemuan 12th ASEAN-Canada Dialogue di Vancouver, Kanada (10-12/5/2015)


29-04-2015
KTT ASEAN ke-26
KTT ASEAN ke-26 Lahirkan Tiga Deklarasi

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur dan Langkawi, Malaysia  melahirkan tiga deklarasi dokumen penting.


28-04-2015
Komunitas ASEAN 2015
Menlu RI: Komunitas ASEAN 2015 Harus Dapat Dirasakan Rakyat

Menlu RI menekankan bahwa komunitas ASEAN 2015 merupakan kenyataan yang dapat dirasakan rakyat dan tidak hanya di atas kertas. Hal tersebut ditekankan Menlu RI dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN (26/4), di Kuala Lumpur, Malaysia.


27-04-2015
KTT ASEAN KE-26
Indonesia Ajukan Empat Poin ke KTT ASEAN

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, ada empat poin yang akan disampaikan Indonesia dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN di Kuala Lumpur-Langkawi, Malaysia.


27-04-2015
Filipina Serukan ASEAN Desak Cina Hentikan Reklamasi di Laut Cina Selatan

Filipina menyerukan negara-negara tetangganya di ASEAN untuk bersatu mendesak Cina menghentikan reklamasi pulau karang di Laut Cina Selatan (LCS). Namun, seruan itu gagal mendapatkan dukungan luas menjelang dilangsungkannya pertemuan puncak, demikian seperti dilaporkan Antara, Senin (27/4).


27-04-2015
KTT ASEAN ke-26
KTT ASEAN ke-26 di Malaysia Fokus Pada Kerja Sama Ekonomi

Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) ke-26 pada Minggu (26/04/2015) dimulai di Kuala Lumpur, Malaysia. KTT ASEAN kali ini terfokus pada agenda utama kerja sama ekonomi. Sepuluh kepala negara anggota, termasuk Presiden Joko Widodo, direncanakan hadir.


01-03-2015
Pertemuan ASEAN di Malaysia

Pertemuan para menteri ekonomi 10 negara anggota ASEAN dimulai hari Sabtu (28/2) di Malaysia. Agenda utama pertemuan dua hari ini membahas pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) yang akan diterapkan mulai 31 Desember 2015 mendatang.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi
Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Lihat lainya »
   Arsip
BIN dan Tolikara

Korban Tewas 4000 Lebih, HRW Nyatakan Saudi Berpotensi Lakukan Kejahatan Perang

Dewan Keamanan Perpanjang Mandat Misi PBB di Somalia

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Aceh dan Papua, Satu Skema Penguasaan Asing?

Aceh-Papua: Pintu Masuk Balkanisasi Nusantara

Inggris akan Gelar Referendum Keanggotaan UE pada 2016

Jokowi dan David Cameron Bakal Tanda Tangani Sejumlah MoU

Cina Minta AS tidak Menjadi Wasit di Laut Cina Selatan

Dengan Mantra "Verdeel en heers", Kolonialisme Bisa Membangun Kekuasaan di Negara Lain

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »