» Menelisik Sejarah Kebijakan Maritim Rusia (Menyongsong ASEAN-Russia Summit, di Sochi, Rusia, 18-20 Mei 2016) » Asia Tenggara Sebagai Kawasan Bebas Nuklir Sesuai dengan Semangat KAA Bandung 1955 dan ZOPFAN ASEAN » Suriah, Pusaran Pertarungan Global AS-Inggris-Perancis dan Rusia » Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN » Indonesia Harus Mendorong Terciptanya Keseimbangan Kekuatan Baru di Asia Tenggara Melalui KTT ASEAN-Rusia Mei 2016
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
10-04-2016
Jelang KTT ASEAN-Rusia
Pertemuan ke-3 Kelompok Ahli Sepakati Masa Depan ASEAN-Rusia

Kerja sama ekonomi dan perdagangan serta isu kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara merupakan isu-isu signifikan dalam kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia yang perlu terus didorong di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kerja sama perdagangan dan investasi maupun akses pasar produk-produk ASEAN, khususnya Indonesia, serta isu bebas nuklir di kawasan perlu dan penting untuk menjadi rekomendasi visioner di dalam Laporan Kelompok Ahli, terlebih dalam rangka menuju kemitraan strategis ASEAN-Rusia.



Artikel Terkait
» Menakar Peta Kekuatan Ekonomi ASEAN
» ASEAN-Tiongkok komitmen jaga stabilitas Laut China Selatan
» KTT ASEAN ke-26 Lahirkan Tiga Deklarasi
» ASEAN-Russia Business Council Siapkan Misi Bisnis Rusia ke Indonesia


18-03-2016
Ancaman Nyata ASEAN Mendatang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, "Perang masa kini adalah perang energi dan kedepan perang ekonomi perang berlatar belakang energi, pangan dan air letaknya disekitar equator dan ini semuanya akan menjadi tantangan karena semuanya akan mencari makan dan energi di negara-negara ASEAN." Demikian cuplikan presentasi Panglima TNI saat mengikuti Sidang ke-13 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2016 di Don Chan Palace Hotel, Vientiane, Laos, beberapa waktu lalu.


16-02-2016
KTT AS-ASEAN, Bukti Amerika Merapat ke Asia Tenggara?
Amerika Serikat dan negara-negara ASEAN gelar US-ASEAN Summit pada 15-16 Febuari 2016. Perhelatan ini dihelat di Sunnyland, California. Dalam pertemuan itu, Presiden AS Barack Obama akan bertemu dengan 10 kepala negara ASEAN, termasuk dengan Presiden RI, Joko Widodo.

14-02-2016
KTT AS-ASEAN Bahas Terorisme dan Konflik Laut Cina Selatan
Pertemuan para kepala negara Asia Tenggara dan Amerika Serikat akan membahas sejumlah poin penting. Konferensi digelar di Sunnylands, Rancho Mirage, California, Amerika Serikat, pada 15-16 Februari 2016. 

02-02-2016
Menakar Peta Kekuatan Ekonomi ASEAN
Saat ini, setidaknya ada sejumlah negara ASEAN yang perekonomiannya terbilang pesat dan stabil dibanding negara lain di kawasan regional, di luar Indonesia. Mereka adalah Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

24-11-2015
Presiden Tegaskan India sebagai Mitra Maritim ASEAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan India sebagai mitra kerja sama di bidang maritim bagi negara-negara ASEAN.


03-11-2015
Sengketa Spratly Jadi Bahasan Utama di Pertemuan Menhan ASEAN ke-13
Sengketa Spratly Jadi Bahasan Utama di Pertemuan Menhan ASEAN ke-13

Pertemuan tingkat menteri pertahanan 10 negara ASEAN ke-3 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada Selasa (3/11/2015) di hadiri juga oleh perwakilan tingkat tinggi mitra ASEAN seperti Cina, Jepang, India, Korea Selatan, Australia dan Amerika Serikat. Isu perbatasan seperti sengketa kepulauan Spratly di laut Cina Selatan menjadi bahasan utama pada forum yang akan berlangsung Kamis (5/11/2015).


02-10-2015
Bambang Kesowo, mantan Menteri Sekretaris Negara era Megawati
Saudara Kita Kian Tumbuh Jadi Bangsa Yang Tinggi Hati
PENGANTAR: Tulisan ini merupakan respon dari tulisan Teuku Kemal Fasya yang berjudul "Malaysia Is (indeed) Not Truly Asia."
 
Mas Kemal, saya tidak bisa mengartikulasikan pikiran saya tentang karakter bangsa tetangga kita itu sebaik anda. Tetapi saya setuju dan sejalan dengan apa yang anda ungkap. Yang mengganjal dalam penilaian saya, saudara kita itu kian tumbuh menjadi bangsa yang tinggi hati. 

02-10-2015
Malaysia Is (indeed) Not Truly Asia
Sebelum sampai ke Malaysia, saya hampir percaya bahwa tak ada bangsa di Asia yang boleh mengklaim the truly Asia selain Malaysia. Iklan sepanjang tahun 2008 yang memakai trade mark “Malaysia is a Truly Asia” (Malaysia adalah Asia sesungguhnya) memang mampu menyedot kunjungan utama internasional di tahun itu. Selama ini kunjungan wisata Asia berpusat di China dan India untuk kunjungan kultural-historis, dan Jepang dan Korea Selatan untuk kunjungan modern-teknologi.

11-09-2015
Singapura Gelar Pemilu Parlemen Hari Ini
Seluruh tempat pemungutan suara di Singapura mulai dibuka Jumat pagi ini untuk pemungutan suara bagi Pemilu yang telah diseru Perdana Menteri Lee Hsien Loong di tengah melesunya perekonomian.

13-08-2015
Hubungan regional Myanmar-Thailand
Myanmar-Thailand Kembangkan Zona Ekonomi Khusus Dawei
Myanmar dan Thailand menekankan pengembangan Zona Ekonomi Khusus Dawei (SEZ) di selatan wilayah Taninthayi Myanmar.
 
 
Pejabat-pejabat Myanmar dan Thailand pada Senin (10/8) mengatakan, pengembangan Zona Dawei yang memiliki luas lebih dari 200 km persegi akan dilakukan dalam dua tahap. Demikian dilansir Xinhua.



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Ada Usaha Untuk Meruntuhkan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia dan Netralitas ASEAN
Kita harus bedakan Cina Republik Kita dan Rakyat Cina. Pertumbuhan kekuatan ekonomi dan keuangan dari para taipan seberang laut (Overseas China) yang berkiblat pada Kapitalisme berbasis ...

Dalam Soal Ianfu (Comfort Women), Korea Selatan Bukan Satu-satunya Korban Kejahatan Perang Jepang

Blunder AS dalam Perang Suriah

Indonesia Harus Bisa Mencegah Terseretnya Negara-Negara OKI Dalam Proxy War Arab Saudi versus Iran

MEA: Peluang atau Ancaman?

Rencana Mundurnya James “Bob” Moffet, Indikasi Adanya Strategi Freeport Ganti Aktor Baru Untuk Pertahankan Kesepakatan Lama

Lihat lainya »
   Arsip
Menghina Presiden RI sama dengan Menghina NKRI

Pemerintah Tidak Berhadil Membalikkan Tren Penurunan Ekspor Sepanjang 18 Bulan

Pertama, Pesawat Militer Cina Mendarat di Pulau Sengketa

Wapres JK Sampaikan Kritik Pedas Kepada Negara-negara OKI

PPRC TNI Fokus Latihan Pembebasan Sandera

Panglima TNI: Kopassus Itu Ibarat Angin

Satgas Pamtas 431/SSP Ajarkan Baca Tulis Warga di Papua

Korsel dan AS Perkirakan Korut Lakukan Pelucuran Rudal Balistik

ADB Tingkatkan Dana Utang Ke RI dari $ 740 Juta menjadi $ 2 Miliar per Tahun selama 5 Tahun ke Depan

India Dituduh Ingin Ganggu Stabilitas Pakistan

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Lihat Lainnya »