» Meneropong Politik Luar Negeri Uni Eropa di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Eropa » Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara » Membaca Di Balik Kudeta Militer Turki Jumat Lalu » Standar Ganda Kebijakan HAM AS di Pelbagai Belahan Dunia, Selayang Pandang » Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asean
29-07-2016
Iran Lirik Potensi Besar ASEAN
Ketua konferensi internasional peluang investasi di Iran pasca sanksi menilai kawasan ASEAN sebagai zona potensial untuk menjalin hubungan yang baik antara wirausahawan Iran dengan negara-negara Asia Tenggara.


18-05-2016
Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi

Kementerian Luar Negeri dalam siaran pers yang dipublis di laman kemlu.go.id pada Selasa, 17 Mei 2016 menyebutkan poin-poin penting terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung di Sochi, Rusia pada 19-20 Mei 2016. Berikut isi siaran pers yang publis Kemenlu RI:


14-05-2016
Kalau Mau ke Rusia, Kita Harus Lewat Perantara Cina

Saya tidak banyak tulisannya. Jadi, para bapak-bapak ibu-ibu kita belajar peta saja, ya kita sama-sama belajar peta saja. Saya tidak akan lama, tapi pada pertemuan kali ini saya ajak kita semua untuk melihat peta. Kalau kita ingin melakukan kerjasama dengan siapa saja, dilihat siapa saja kah. Maka pertanyaan pertama adalah siapakah lawan kita? Nah, ini Rusia, kalau kita mau kerjasama sama dengan Rusia, kita harus liat dulu siapa Rusia itu.


13-05-2016
Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar
Ijinkan saya menjelaskan kerjasma ASEAN-Rusia secara umum. Karena seperti kita sudah ketahui sebelumnya, sudah dijelaskan secara detail, bahwa soal politik  juga kemudian juga ekonominya oleh Bapak Brigjen Sunaryo dari Kemterian Pertahanan. Saya hanya akan sedikit saja, dan lebih umum lagi mengenai politik yang mempunyai efek ke perekonomian. 

13-05-2016
Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara

Memang menarik kalau kita membicaraan kemitraan ASEAN dengan Rusia. Saya mau menyinggung sedikit ADMM Plus seperti yang tadi sudah dijelaskan Ibu Dara dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri terkait perannya di kawasan Asia Tenggara.


13-05-2016
KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN

Seperti yang katakan Mas Hendrajit tadi pertemuan KTT ASEAN-RUSIA di Sochii, Rusia, ini merupakan salah satu momen penting untuk membangun strategi perimbangan di kawasan Asia Tenggara. Hal ini menjadi salah satu kepentingan Indonesia di ASEAN. Saya tidak akan lama, sedikit saya akan paparkan mengenai kerjasama kemitraan maritim di ASEAN. Saya juga akan membicarakan sedikit kerjasama ASEAN dan Rusia.


13-05-2016
Mengkapitalisasi Dialog Kemitraan ASEAN-RUSIA Untuk Kepentingan Nasional

Lingkungan Strategis

TANTANGAN GEO-EKONOMI GLOBAL

1. Proses pemulihan ekonomi global saat ini diperkirakan akan berlangsung moderat. (Pemulihan ekonomi AS berlangsung secara bertahap, kawasan Eropa diperkirakan akan tetap lemah dan rentan akibat masih tingginya tingkat utang dan fragmentasi keuangan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara dan Asia Timur cukup tinggi).


13-05-2016
Perlu Dijajaki Kerjasama Politik dengan Rusia untuk menjadi Penengah bagi Rivalitas Cina dan AS di ASEAN

Seperti yang sudah disebutkan tadi, bahwa Rusia sudah menjadi mitra yang cukup lama, 20 tahun. Tadi ada yang mengatakan ASEAN sudah solid, saya kurang setuju. Karena menurut saya ASEAN ini masih rapuh. Negara-negaranya masih saling bersengketa dalam perebutan batas wilayah, pulau dan sebagainya. Kalau bicara balancing power  atau penataan ekonomi itu kita berbicara mengenai ruang. Adakah ruang untuk Rusia bermanuver di Asia Tenggara? Terus terang, tidak mudah. Ketinggalannya dari faktor lain terlalu jauh. Secara politik dan ekonomi.


06-05-2016
Terancam Dibatalkan, 'Asean Literary Festival' Dilanjutkan

Acara 'Asean Literary Festival 2016' yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, terancam dibatalkan pihak kepolisian. Meski demikian pihak panitia tetap melanjutkan acara yang dijadwalkan mulai hari ini, Kamis (5/5) hingga 8 Mei mendatang.


10-04-2016
Jelang KTT ASEAN-Rusia
Pertemuan ke-3 Kelompok Ahli Sepakati Masa Depan ASEAN-Rusia

Kerja sama ekonomi dan perdagangan serta isu kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara merupakan isu-isu signifikan dalam kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia yang perlu terus didorong di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kerja sama perdagangan dan investasi maupun akses pasar produk-produk ASEAN, khususnya Indonesia, serta isu bebas nuklir di kawasan perlu dan penting untuk menjadi rekomendasi visioner di dalam Laporan Kelompok Ahli, terlebih dalam rangka menuju kemitraan strategis ASEAN-Rusia.


18-03-2016
Ancaman Nyata ASEAN Mendatang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, "Perang masa kini adalah perang energi dan kedepan perang ekonomi perang berlatar belakang energi, pangan dan air letaknya disekitar equator dan ini semuanya akan menjadi tantangan karena semuanya akan mencari makan dan energi di negara-negara ASEAN." Demikian cuplikan presentasi Panglima TNI saat mengikuti Sidang ke-13 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2016 di Don Chan Palace Hotel, Vientiane, Laos, beberapa waktu lalu.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Mencari Solusi Damai Korea Selatan-Korea Utara Diilhami oleh Dasa Sila Bandung 1955
Faktor pemantik ketegangan antara Korea Utara versus Korea Selatan yang menyeret campur-tangan Amerika Serikat adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Begitupun, insiden tersebut hanya ...

Presiden Jokowi Perlu Menyadari Betapa Berbahayanya Indonesia Bergabung Dalam Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP)

Simpul-Simpul Pemikiran dan Gagasan Penting dari Seminar Bertema “Dialog Kemitraan ASEAN, Momentum Bangun Strategi Keseimbangan di Asia Tenggara.

Datanglah Ke Rusia Sebagai Pemimpin ASEAN dan Kawan Lama Rusia

Geopolitik dan Peta Kekuatan di Kawasan

Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar

Lihat lainya »
   Arsip
Pemutaran Hasil Sidang International People’s Tribunal 1965, Upaya Pendukung Komunis Mencari Sensasi

Mahasiswa Papua, Penerus Pembangunan di Tanah Papua!?

China Ancam India atas Pengerahan Tank ke Perbatasan

28 Desa di Nunukan Terancam Dikuasai Malaysia?

Bashar Al Assad: PBB Pion Amerika

Merenungkan Kembali Keberhasilan dan Kegagalan Mustafa Kemal Ataturk

Waspada! Aksi Teror di Perancis Menjadi Model di Indonesia

Walau Santoso Tewas, Ancaman Teror Belum Tamat

Serangan Pekerja Asing di Era MEA

Selain AS dan Rusia, Cina dan Jepang Faktor Penting Penyelesaian Multilateral Konflik Korea Selatan versus Korea Utara

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
ISLAM SANGAT MENGHARGAI PLURALISME

------------------------------------------------------------

Judul Buku : Pluralitas Dalam Masyarakat Islam

Judul Asli : At Ta’addudiyah Fi Mujtama’ Islamiy

Penulis : Gamal Al Banna

Pengantar : Prof. DR. Azyumardi Azra, MA

Tebal Buku : 93 halaman termasuk biodata tentang penulis

Peresensi : Otjih Sewandarijatun

------------------------------------------------------------

Lihat Lainnya »