» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
15-06-2017
Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Spekulasi yang beredar beberapa bulan terakhir mengenai kemungkinan perusahaan Cina mengambil-alih kepemilikan PT Freeport Indonesia dari tangan Freeport McMoran Amerika Serikat, nampaknya semakin beralasan. Beberapa waktu lalu, Freport McMoran menjual saham mayoritasnya di tambang perunggu Tenke Fungurume di Republik Demokratik Kongo kepada Molybdenum Tiongkok senilai 2,65 miliar dolar Amerika (sekitar Rp35,35 triliun). 



07-06-2017
Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah
Kalau melihat gerakan berjamaah Arab Saudi-Kuwait-Bahrain-Uni Emirat Arab-Mesir, memutuskan hubungan diplomatik kepada Qatar, ini khas permainan Inggris. Meskipun diperwalikan permainannya kepada Amerika Serikat.

06-06-2017
Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?
Dalam (geo) politik, berlaku adagium: "Setiap tujuan niscaya membawa korban". Itu sudah lazim dan jamak terjadi. Bahwa selevel Qatar saja dijadikan dan/atau menjadi “korban,” lalu, apa sesungguhnya persoalan internal mereka ---Persia-Gulf Cooperation Council/GCC atau Dewan Kerjasama Teluk--- sehingga harus mengorbankan salah satu (Qatar) sekutunya sendiri?

30-05-2017
Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina
Manuver pemerintah Turki mempolitisasi isu etnis Tatar Crimea nampaknya terus berlanjut. Secara diam-diam Turki melalui kementeriuan luar negeri menjalin kontak dengan beberapa beberapa orang Tatar binaan Kiev, Ukraina, termasuk Mufti dari Kiev, Aidar Rustamov dan Ketua Ulama Sulaiman Hairullaev. 

24-05-2017
Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah
Serangan AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Hanya Untuk Bangun kesan ada Senjata Kimia di Suriah. Padahal, berdasarkan keterangan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, sejak Januari 2016 Arsenal Kimia Suriah sudah dimusnahkan. Bahkan proses penghancuran arsenal kimia itu sudah dimulai sejak Oktober 2013. Sehingga praktis Suriah tidak lagi memiliki senjata kimia.   
 

16-05-2017
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun dalam tiga kali uji coba selalu gagal. 


14-05-2017
Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

Tatkala teriakan dan/atau gugatan penghilangan pasal 156a KUHP justru berasal dari external, maka sesungguhnya fase balkanisasi nusantara bukannya baru dimulai, akan tetapi ia telah menginjak pada fase pematangan. Ya, jika pasal penistaan dihapus, bakal timbul konflik (horizontal) tak bertepi di Bumi Pertiwi. Ini yang diinginkan oleh kaum penjajah. Indonesia dipecah-pecah menjadi beberapa negara kecil berbasis agama dan/atau etnis. Nation state bubar, diganti ethnic state, religion state, corporate state, dan sebagainya. Inilah skema besarnya.


27-04-2017
Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Tak boleh dipungkiri, teori-teori geopolitik itu erat kaitannya dengan angan-angan (desire) perumusnya. Kenapa? Tidak ada suatu teori geopolitik pun yang bisa diterima oleh semua bangsa dan/atau negara. Bahkan ada pendapat, bahwa geopolitik sebagai pandangan politik, hanya dijadikan alat justifikasi ekspansi bagi negara perumus atau penyusunnya. Maka usai Perang Dunia II tempo doeloe, geopolitik sebagai ilmu dan doktrin sempat ‘dikucilkan’ oleh kaum akademisi akibat kiprah “fasisme”-nya Adolf Hitler.


17-04-2017
Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat

 

Meskipun pasukan Amerika Serikat menggerakkan kapal perangnya ke Pasifik Barat, namun Korea Utara nampaknya sama sekali tidak gentar. Bahkan memperingkatkan negeri Paman Sam itu akan membalasnya dengan serangan nuklir. Bahkan sebelum Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan melakukan aksi sepihak dengan menggerakkan kapal induknya USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea, negeri yang dipimpin oleh Presiden Kim Jong Un itu sudah melakukan uji coba rudal balistiknya sebanyak enam kali. 

15-04-2017
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan wakil etnis Muslim Tatar berstatus sebagai Peninjau (Observer) pada Forum OKI.


10-04-2017
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia
Dari perspektif asymmetric warfare atau peperangan nirmiliter, tudingan Trump ini istilahnya 'isu'. Trump lagi menabur isu. Kenapa? Karena usai isu ditabur, niscaya akan ada langkah terkait 'tema dan/atau agenda' serta 'skema' yang hendak didorong kemudian. Begitu urutannya: Isu - Tema - Skema. Pertanyaannya, "Apa tema berikutnya?" Ini yang mutlak didefinisikan, dianatomi, di-breakdown, dll. 



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »