» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Analisis
25-07-2017
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingan global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang bersaing sejak berlangsungnya Perang Dingin pada 1950-1990, nampaknya sudah saatnya menggagas sebuah kerjasama alternatif di bidang ekonomi di kawasan ini. 


Artikel Terkait
» Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara
» Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah
» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik
» Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik
» Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia


22-07-2017
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya di Asia Pasifik. Namun meski sudah minta maaf terhadap para perempuan korban perbudakan seksual Jepang Comfort Woman atau Jugun Ianfu, namun perilaku pemerintah Jepang tetap mengesankan tidak merasa bersalah atas kejahatan perangnya di Asia Pasifik. 


19-07-2017
Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing
Sejak Selasa 18 hingga 24 Juli 2017, Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Menyelenggarakan pelatihan bela negara yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara Kementerian Pertahanan di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

08-07-2017
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Selasa 4 Juli lalu, Korea Utara berhasil meluncurkan peluru kendali antar-benua (ICBM) berhulu ledak nuklir. Bahkan menurut kabar, daya jangkaunya diperkirakan bisa mencapai Alaska, Amerika Serikat. Menariknya, uji coba peluncuran peluru kendali tersebut dilakukan menjelang berlangsungnya pertemuan puncak G-20, yang mana salah satu agenda utamanya adalah untuk membahas cara masyarakat internasional menghentikan pengembagan senjata nuklir Korea Utara.


06-07-2017
Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

Benarkah Uranium Jadi Pertaruhan Freeport McMoran di Papua Sehingga Mengutus Obama Sebagai Broker Tingkat Tinggi?

Kunjungan mantan Presiden AS Barrack Obama ke Indonesia kali ini mengundang aneka spekulasi.


06-07-2017
AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

16 tahun sudah tentara AS hadir di Afghanistan. Namun konflik sosial antar faksi justru semakin meningkat. Afghanistan nampaknya telah dijadikan ajang ujung coba persenjataan baru, aneka jenis bom baru, serta metode dan aneka jenis operasi tempur. Inilah tujuan sesungguhnya AS melestarikan situasi perang berkepanjangan di Afghanistan.


06-07-2017
Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
“Bahkan Lautan telah dijadikan sebagai isu dasar dalam saling ketergantungan antarnegara, serta stabilitas dan kemakmuran global dalam jangka panjang”. Pernyataan demikian yang dilontarkan pakar politik kelautan bernama Peter Polomka ini, cukup jelas  mengartikan bahwa laut sebagai sumber bagi suatu negara untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya. Perihal  yang memposisikan laut sebagai elemen penting dalam pembangunan nasional diungkapkan pula oleh Henry Kissinger, menlu AS di era Perang Dingin ini beranggapan “Potensi lautan kini semakin menjadi harapan umat manusia, meskipun sangat potensial sebagai sumber konflik”. Atas dasar kesadaran dari para ahli tersebut, lantas bagaimana Indonesia menyikapi dan bertindak sebagai negara bangsa atau nation state yang bercirikan laut sebagai daerah dominan ketimbang daratannya? 

15-06-2017
Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Spekulasi yang beredar beberapa bulan terakhir mengenai kemungkinan perusahaan Cina mengambil-alih kepemilikan PT Freeport Indonesia dari tangan Freeport McMoran Amerika Serikat, nampaknya semakin beralasan. Beberapa waktu lalu, Freport McMoran menjual saham mayoritasnya di tambang perunggu Tenke Fungurume di Republik Demokratik Kongo kepada Molybdenum Tiongkok senilai 2,65 miliar dolar Amerika (sekitar Rp35,35 triliun). 


07-06-2017
Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah
Kalau melihat gerakan berjamaah Arab Saudi-Kuwait-Bahrain-Uni Emirat Arab-Mesir, memutuskan hubungan diplomatik kepada Qatar, ini khas permainan Inggris. Meskipun diperwalikan permainannya kepada Amerika Serikat.

06-06-2017
Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?
Dalam (geo) politik, berlaku adagium: "Setiap tujuan niscaya membawa korban". Itu sudah lazim dan jamak terjadi. Bahwa selevel Qatar saja dijadikan dan/atau menjadi “korban,” lalu, apa sesungguhnya persoalan internal mereka ---Persia-Gulf Cooperation Council/GCC atau Dewan Kerjasama Teluk--- sehingga harus mengorbankan salah satu (Qatar) sekutunya sendiri?

30-05-2017
Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina
Manuver pemerintah Turki mempolitisasi isu etnis Tatar Crimea nampaknya terus berlanjut. Secara diam-diam Turki melalui kementeriuan luar negeri menjalin kontak dengan beberapa beberapa orang Tatar binaan Kiev, Ukraina, termasuk Mufti dari Kiev, Aidar Rustamov dan Ketua Ulama Sulaiman Hairullaev. 



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »