» Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II) » Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi » Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I) » Melacak Jejak Para Taipan Indonesia Investasi di Daratan Cina » Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
20-07-2015
Upaya Indonesia Lepas Ketergantungan Sapi Impor

Tak dapat dipungkiri sampai saat ini Indonesia masih belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan daging sapi dari dalam negeri, sehingga kekurangannya masih impor sapi bakalan, khususnya dari Australia.



Artikel Terkait
» Temali Ali Wardhana dan Tim Harvard
» Bidik Pasar Rusia, Empat Industri Indonesia Berpromosi di Kota Ekaterinburg
» Penolakan Rakyat Yunani Terhadap Skema IMF dan Bank Dunia, Buka Berbagai Kemungkinan Baru
» Ekonomi Indonesia Tidak Resesi?
» Indonesia di Ambang Krisis Ekonomi
» Pemerintah Hapus Pasal Pelarangan Pengusahaan Air Swasta Asing
» Mulai Hari Ini, Transaksi di Dalam Negeri Wajib Pakai Rupiah


13-07-2015
Temali Ali Wardhana dan Tim Harvard

Minggu 7 Juni 2015 lalu, nama Ali Wardhana kembali terdengar. Menyusul peluncuran sebuah buku yang bertajuk: “A Tribute to Ali Wardhana Indonesia’s Longest Serving Finance Minister: From His Writing and His Colleagues”, di Jakarta.


13-07-2015
Konferensi Pembangunan Dunia Digelar di Ethiopia

Para pemimpin dunia berkumpul di ibu kota Ethiopia mulai Senin untuk konferensi pembiayaan pembangunan yang menjadi langkah penting dalam upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyudahi kemiskinan dan mengendalikan perubahan iklim pada tahun 2030.


11-07-2015
Industri Indonesia di ajang Internasional
Bidik Pasar Rusia, Empat Industri Indonesia Berpromosi di Kota Ekaterinburg

Industri Indonesia lakukan promosi di Kota Ekaterinburg di wilayah Sverdlovsk, Rusia. Perhelatan yang digelar selama 4 hari (8–11 Juli 2015) ini diikuti oleh delegasi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, khususnya yang terkait bidang teknologi perindustrian melalui pameran internasional  “Innoprom 2015”.


09-07-2015
Keluar dari Resesi

Salah satu definisi yang banyak dirujuk tentang resesi dinyatakan pada 1975 oleh ahli statistik bernama Julius Shiskin. Menurutnya, resesi adalah ketika suatu perekonomian mengalami pertumbuhan negatif pada dua kuartal berturut. Berdasarkan definisi tersebut, ekonomi Indonesia yang pada triwulan IV-2014 kontraksi/negatif 2,06% dan negatif 0,18% di triwulan I-2015 sudah berada dalam resesi. Tidak semua resesi sama bahayanya. Intensitas dan sumber resesi juga berbeda-beda.


06-07-2015
Penolakan Rakyat Yunani Terhadap Skema IMF dan Bank Dunia, Buka Berbagai Kemungkinan Baru

Kuat Dugaan, , Goldman Sach dan mantan bankir Lehman Brothers , ikut bermain di balik krisis ekonomi Yunani. Apa makna strategis menyusul kemenangan referendum Rakyat Yunani yang menolak kebijakan penghematan ekonomi ala Bank Dunia dan IMF?


06-07-2015
Kondisi Perekonomian Indonesia
Ekonomi Indonesia Tidak Resesi?
Redefinisi arti resesi

Redefinisi arti resesi. Pemerintah senang menjual mimpi, padahal kita sudah masuk resesi.

Seluruh indikator ekonomi, menunjukkan ekonomi Indonesia sedang muram. Lihat saja, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015  terendah sejak tahun 2009, rupiah semakin loyo, omzet perusahaan - perusahaan di Bursa Efek Indonesia menyusut, akibatnya IHSG terkapar.


03-07-2015
Indonesia di Ambang Krisis Ekonomi

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menuturkan Indonesia kini masih jauh dari krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada 1998 akibat melemahnya mata uang rupiah.


02-07-2015
Pemerintah Hapus Pasal Pelarangan Pengusahaan Air Swasta Asing

Pemerintah menghapus pasal yang mengatur tentang klausul pelarangan investor luar negeri untuk tidak boleh terlibat dalam industri pengusahaan air dalam Rancangan Peraturan Perundangan Pengusahaan Sumber Daya Air (RPP PSDA).


01-07-2015
Mulai Hari Ini, Transaksi di Dalam Negeri Wajib Pakai Rupiah

Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan aturan kewajiban menggunakan rupiah untuk setiap transaksi di dalam negeri. Mulai 1 Juli 2015, setiap kegiatan transaksi di dalam negeri baik secara tunai maupun non tunai diwajibkan pakai rupiah.


30-06-2015
Indonesia Akan Jadi Pemegang Saham Terbesar ke-8 di AIIB

Indonesia akan menanamkan uang US$672,1 juta yang akan dibayar selama lima tahun, dan menjadi pemegang saham terbesar ke-8 di AIIB.

Para wakil dari 57 negara hari Senin hadir di Balai Agung Rakyat di Beijing untuk menandatangani persetujuan mendirikan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau AIIB yang dipimpin China.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi
Soal penguasaan lahan tanah dan properti, jangan dianggap enteng. Karena dalam skema ekonomi para Taipan dan pelaku bisnis asing, hal itu merupakan tahapan awal untuk menanam ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Nilai Strategis Kerjasama Indonesia-Rusia bidang Energi Dari Perspektif Kepentingan Nasional

Menyambut Baik Babak Baru Kerjasama Energi Nuklir Indonesia-Rusia

Lihat lainya »
   Arsip
BIN dan Tolikara

Korban Tewas 4000 Lebih, HRW Nyatakan Saudi Berpotensi Lakukan Kejahatan Perang

Dewan Keamanan Perpanjang Mandat Misi PBB di Somalia

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Aceh dan Papua, Satu Skema Penguasaan Asing?

Aceh-Papua: Pintu Masuk Balkanisasi Nusantara

Inggris akan Gelar Referendum Keanggotaan UE pada 2016

Jokowi dan David Cameron Bakal Tanda Tangani Sejumlah MoU

Cina Minta AS tidak Menjadi Wasit di Laut Cina Selatan

Dengan Mantra "Verdeel en heers", Kolonialisme Bisa Membangun Kekuasaan di Negara Lain

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »