» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya » Membaca Krisis Yaman dari Perspektif Geopolitik dan Kawasan » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (3/Habis) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1)
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
27-04-2015
Rebut Kembali Langit Indonesia Dari Singapura

Sejak tahun 1946 Indonesia menandatangani suatu perjanjian internasional dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (Internasional Civil Aviaton Organization/ICAO)  serta negara tetangga Singapura. Berdasarkan perjanjian tersebut, wilayah udara di sekitar  Batam, Tanjung Pinang dan Natuna dikuasai Singapura.  ICAO memberi kewenangan kepada Singapura untuk mengatur lalu lintas udara di dalam Flight Information Region (FIR), serta hak untuk memungut fee atau bayaran dari seluruh maskapai yang melintasi FIR.



Artikel Terkait
» Cina Bangun 24 Pelabuhan, 15 Bandara, dan 8.700 Km Jalur Kereta di Indonesia
» China Investasi Rp2,6 Triliun Bangun PLTA di Aceh
» Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras
» Pasar Properti Inggris Surga Cuci Uang
» Rupiah Bisa Menjatuhkan Jokowi
» Transaksi Masih Gunakan Dolar, RI Disebut Liberal


23-04-2015
Cina Bangun 24 Pelabuhan, 15 Bandara, dan 8.700 Km Jalur Kereta di Indonesia

Pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Rakyat Cina (RRC) Xi Jinping, di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (22/4) sore, membahas sejumlah topik.


15-04-2015
Akankah Pertamina Akan Menjadi Milik Shell atau Chevron?

Apakah mimpi itu akan menjadi sebuah kenyataan, mimpi yang agak seram tentang Pertamina perusahaan migas milik negara DIJUAL. Penjualan pertamina memang sudah menjadi keinginan sejak lama, oleh para pemimpin yang berpikir neolib, alasan IPO dan privatisasi serta untuk menambah kekuatan modal pertamina kedepannya menjadi sebuah amunisi alasan ke publik.


07-04-2015
China Investasi Rp2,6 Triliun Bangun PLTA di Aceh

Perusahaan asal China (Tiongkok) berminat membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan investasi Rp2,6 triliun di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi di daerah itu.


24-03-2015
Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Kebijakan Pengadaan Gabah, atau beras dan penyalurannya oleh pemerintah.


17-03-2015
Rizal Ramli Jadi Komut BNI, Gatot Suwondo Lengser dari Posisi Dirut

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memutuskan menunjuk Rizal Ramli sebagai Komisaris Utama.


11-03-2015
Pemerintah Siapkan Call Center Dorong Penggunaan Rupiah

Pemerintah menyiapkan unit layanan pengaduan "call center" untuk mendorong implementasi Undang-Undang tentang Mata Uang yang selama ini belum berjalan maksimal karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan rupiah.


10-03-2015
Adhie Massardi: APBD "E-Budgeting" Muluskan Asing Kuasai Anggaran

Sistem anggaran e-budgeting yang digembar-gemborkan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) tidak bisa menjamin penggunaan anggaran akan transparan. Malah tercium ada kepentingan asing di balik penggunaan sistem tersebut.


10-03-2015
Pasar Properti Inggris Surga Cuci Uang

Transparency International mendesak pemerintah Inggris memperkuat UU anti-pencucian uang agar Inggris tak menjadi "tujuan pilihan dalam korupsi global."


09-03-2015
Tawarkan 40 Miliar Dollar AS, Tiongkok Siap Bantu Jokowi Wujudkan Poros Maritim

Pemerintah Tiongkok menawarkan dana bantuan 40 miliar dollar Amerika Serikat untuk mendukung Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla  dalam mewujudkan visi Poros Maritim Dunia.


09-03-2015
Rupiah Bisa Menjatuhkan Jokowi

Lewat tangan para investor keuangan sekaliber George Soros, mereka memainkan mata uang rupiah agar nilainya tak berharga.

Sungguh aneh melihat reaksi para pemimpin otoritas moneter di negeri ini. Mereka tenang-tenang saja melihat rupiah babak belur. Coba saja simak pernyataan Sofyan Djalil. Kata Menko Perekonomian ini, investor tak perlu khawatir menghadapi fluktuasi rupiah yang terjadi belakangan ini. Sebab, kondisi di dalam negeri biasa-biasa saja, tak ada yang perlu dikhawatirkan.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI
Kepada Yang Terhormat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Di Tempat   Kepada Yang Terhormat Ketua Umum PDIP Perjuangan Ibu Megwati Sukarnoputri ...

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
PETISI YOGYAKARTA

Jadi pembicara di Unas, SBY sindir revolusi mental ala Jokowi

Hasil Lengkap Capaian KTT Asia Afrika 2015

Hasil Lengkap Capaian KTT Asia Afrika 2015

Ini Alasan Kenapa Cina Dipilih Ikut Menandatangi Pesan Bandung

Wapres Venezuela: Negara-Negara Asia Afrika Harus Indepeden

Wapres Venezuela Ajak Berjuang Bersama Melawan Kolonialisme dan Imperialisme

​Raja Yordania: Indonesia Harus Ditauladani Dunia

Pernyataan Pers Presiden Republik Indonesia Dalam Rangka KTT Asia-Afrika 2015

Rusia Siapkan Pertemuan Tingkat Tinggi Putin dan Kim Jong Un

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »