» Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (11) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (10) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (9) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (8) » Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (7)
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
05-03-2015
Transaksi Masih Gunakan Dolar, RI Disebut Liberal

Indonesia disebut negara yang liberal perdagangan dalam negeri. Hal ini karena tidak adanya peraturan dalam perdagangan tersebut mengenai transaksi dengan valuta asing (valas).



20-02-2015
Mengenal Money Laundering dan Tahap-tahap Proses Pencucian Uang
MENGENAL MONEY LAUNDERING DAN TAHAP-TAHAP PROSES PENCUCIAN UANG 
 
Pasal 1 ayat 1 UU No 25 tahun 2003 berbunyi: Pencucian uang adalah perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa keluar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau diduga (seharusnya “patut diduga”) merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah.

18-02-2015
Menyoal Tim Penanganan Pelabuhan

Sepulang dari lawatan luar negeri ke beberapa negara, Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas mengenai pelabuhan. Salah satu point yang dibahas adalah rencana pemerintah yang akan segera membentuk task force (tim penanganan masalah) untuk menekan biaya logistik di pelabuhan, yang selama ini masih tinggi. Menurut Menko Perekonomian, Sofyan Djalil tim tersebut dikoordinasi oleh  Menko Perekonomian dan di bawah pengawasan langsung Wakil Presiden. Fokus permasalahan yang dihadapi saat ini adalah biaya tinggi di pelabuhan laut di Indonesia. Tim beranggotakan lintas kementerian itu terdiri dari Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan,  Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kelautan  dan Perikanan. Task force tersebut bertugas menganalisa semua permasalahan yang ada di  pelabuhan dan melaporkannya secara periodik kepada Presiden. Ditargetkan tim bisa membereskan masalah birokrasi pelabuhan dalam dua bulan. Pasalnya pelabuhan memainkan peran penting dalam upaya menurunkan biaya logistik.


13-02-2015
Lima Sebab Utang di era Pemerintahan SBY yang Sampai 2000 Triliun

Selama dua periode menjabat Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhitung sejak 2004, diakhir masa jabatannya muncul beragam penilaian menyikapi kinerja pemeintahannya. Satu diantaranya yang menjadi sorotan dari kinerja SBY selama dua periode adalah persoalan ketergantungan terhadap utang atau pinjaman baik dalam maupun luar negeri untuk membiayai belanja negara.


10-02-2015
SwissLeaks
"Skandal" SwissLeaks Guncang HSBC dan Dunia

Bank HSBC saat ini menjadi sorotan dunia. Pasalnya, bank terbesar di Eropa ini dituduh membantu para nasabah kaya dalam menghindari kewajiban membayar pajak. 


23-01-2015
Indonesia-Jepang
Bank Jepang Janji Bantu Pembiayaan Infrastruktur di Luar Jawa

Bank Kerjasama Internasional Jepang (Japan Bank for International Cooperation) bernjanji membantu pembiayaan sarana infrastruktur, terutama di kawasan luar Pulau Jawa.


09-01-2015
Cina Janjikan Investasi Besar di Kawasan Amerika Latin

Cina ibarat gurita ekonomi dunia. Di kawasan Amerika Latin, Cina terus mengggalakkan usaha dengan menjanjikan investasi US$250 miliar selama 10 tahun mendatang.


08-01-2015
Indonesia Dalam Lilitan Impor Asing
Dahulu semasa di bangku sekolah. Selalu dijelaskan bahwa Indonesia adalah negeri kaya nan subur. Negeri yang sangat kaya dengan sumber daya alam yang dikandungnya. Lahan yang begitu subur terhampar diseluruh penjuru negeri ini. Produk-produk pertanian apa yang tidak kita miliki. Jagung, kedelai, coklat, kopi, sayur mayur hingga beragam buah-buahan tumbuh subur di negara yang sering disebut sebagai ‘negeri bocoran surga’. Saking bangganya, Koes Plus berseloroh dengan ‘sombongnya’ dalam gugahan lagunya “…Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupimu, Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman..”  Ya, itulah negeri Indonesia sesungguhnya. Negeri bocoran surga.

05-01-2015
Catatan Ekonomi Politik Akhir Tahun

Diawal kepemimpinan Jokowi-JK, masyarakat sempat mendapat shock teraphy dadakan paska kepulangan Jokowi dari Brisbane Australia. Subsidi BBM dipangkas. Sebelum langkah strategis ini diambil, Jokowi melakukan sosialisasi internasional kepada CEO-CEO perusahaan top dunia di Beijing dalam Forum APEC, kemudian gerilya berlanjut ke forum G20 di Brisbane dihadapan kepala negara -kepala negara penghuni daftar 20 negara dengan kapitalisasi terbesar dunia. Dalam dua kesempatan itu, beliau terus menekankan pentingnya pemangkasan subsidi BBM dalam negeri demi kelonggaran fiskal nasional, penghindaran maraknya penyelundupan BBM, dan masalah subsidi yang salah sasaran.


01-01-2015
Kesepakatan Rusia-Cina Mulai Tahap De-dolarisasi
Sebuah perjanjian baru antara Rusia dan Cina untuk beralih ke mata uang domestik dalam perdagangan bilateral akan membuka jalan "de-dolarisasi" ekonomi global, demikian kata seorang ekonom politik Finlandia.

24-12-2014
Jejak-Jejak Kepentingan Ekonomi-Bisnis Yahudi di Indonesia
  1. Menyusul kunjungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) ke Israel pada Mei 2000, 4 perusahaan Israel diunang mengikuti pameran produk pertanian di Jakarta. Produk pupuk dari Israel senilai 1,5 juta dolar AS sempat masuk ke Indonesia.



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS
Februari 2010 lalu, saya sempat menulis tentang beberapa berita yang dilansir beberapa massa berbahasa Spanyol di Amerika Latin mewartakan bahwa beberapa hari menjelang terjadinya bencana alam ...

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Mempertimbangkan Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia Bidang Maritim-Infrastruktur dan Teknologi Refinery

Perlu Komite Internasional Komunikasi Elektronik Untuk Bendung Monopoli AS di Bidang Internet dan Cyber

Kenali Dulu Agenda Strategis Cina Abad 21

Lihat lainya »
   Arsip
UNIFIL Periksa Kesiapan Operasional Batalyon Mekanis TNI di Lebanon

Korut Siap Luncurkan Rudal Jarak Menengah

Benarkah Perpres No. 26/2015 Jadi Payung Hukum "Wapres Bayangan?"

Venezuela Perintahkan AS Tarik 80 Diplomat

Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (11)

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

Membaca Perilaku Geopolitik di Jalur Sutera (10)

Pertemuan ASEAN di Malaysia

Rilis Dokumen “Rahasia”, Pengabdian Jujur Qatar Kepada Israel dan AS

Perpanjangan Pendanaan, Departemen Keamanan AS Tak Jadi Ditutup

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Belum Ada Manfaatnya Obama Bagi Islam dan Kepentingan Indonesia

Judul : Obama, Islam dan Gaza
Penulis : Wawan H Purwanto
Penerbit : CMB Press
Tebal buku : 216 halaman termasuk biodata penulis
Peresensi : Muhammad Mubdi Kautsar

Lihat Lainnya »