» Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (2) » Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1) » Gerakan Anti Korupsi: Modus Baru Kolonialisme (Kisah dari Rumania, Thailand, Venezuela dan Indonesia) » Menebar Gelora Antipenjajahan! » Membaca Bung Karno Lewat Prinsip Dasa Sila Bandung
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
24-03-2015
Keluarkan Inpres Baru, Jokowi Perbolehkan Impor Beras

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Kebijakan Pengadaan Gabah, atau beras dan penyalurannya oleh pemerintah.



17-03-2015
Rizal Ramli Jadi Komut BNI, Gatot Suwondo Lengser dari Posisi Dirut

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memutuskan menunjuk Rizal Ramli sebagai Komisaris Utama.


11-03-2015
Pemerintah Siapkan Call Center Dorong Penggunaan Rupiah

Pemerintah menyiapkan unit layanan pengaduan "call center" untuk mendorong implementasi Undang-Undang tentang Mata Uang yang selama ini belum berjalan maksimal karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan rupiah.


10-03-2015
Adhie Massardi: APBD "E-Budgeting" Muluskan Asing Kuasai Anggaran

Sistem anggaran e-budgeting yang digembar-gemborkan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) tidak bisa menjamin penggunaan anggaran akan transparan. Malah tercium ada kepentingan asing di balik penggunaan sistem tersebut.


10-03-2015
Pasar Properti Inggris Surga Cuci Uang

Transparency International mendesak pemerintah Inggris memperkuat UU anti-pencucian uang agar Inggris tak menjadi "tujuan pilihan dalam korupsi global."


09-03-2015
Tawarkan 40 Miliar Dollar AS, Tiongkok Siap Bantu Jokowi Wujudkan Poros Maritim

Pemerintah Tiongkok menawarkan dana bantuan 40 miliar dollar Amerika Serikat untuk mendukung Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla  dalam mewujudkan visi Poros Maritim Dunia.


09-03-2015
Rupiah Bisa Menjatuhkan Jokowi

Lewat tangan para investor keuangan sekaliber George Soros, mereka memainkan mata uang rupiah agar nilainya tak berharga.

Sungguh aneh melihat reaksi para pemimpin otoritas moneter di negeri ini. Mereka tenang-tenang saja melihat rupiah babak belur. Coba saja simak pernyataan Sofyan Djalil. Kata Menko Perekonomian ini, investor tak perlu khawatir menghadapi fluktuasi rupiah yang terjadi belakangan ini. Sebab, kondisi di dalam negeri biasa-biasa saja, tak ada yang perlu dikhawatirkan.


05-03-2015
Transaksi Masih Gunakan Dolar, RI Disebut Liberal

Indonesia disebut negara yang liberal perdagangan dalam negeri. Hal ini karena tidak adanya peraturan dalam perdagangan tersebut mengenai transaksi dengan valuta asing (valas).


20-02-2015
Mengenal Money Laundering dan Tahap-tahap Proses Pencucian Uang
MENGENAL MONEY LAUNDERING DAN TAHAP-TAHAP PROSES PENCUCIAN UANG 
 
Pasal 1 ayat 1 UU No 25 tahun 2003 berbunyi: Pencucian uang adalah perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa keluar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau diduga (seharusnya “patut diduga”) merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah.

18-02-2015
Menyoal Tim Penanganan Pelabuhan

Sepulang dari lawatan luar negeri ke beberapa negara, Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas mengenai pelabuhan. Salah satu point yang dibahas adalah rencana pemerintah yang akan segera membentuk task force (tim penanganan masalah) untuk menekan biaya logistik di pelabuhan, yang selama ini masih tinggi. Menurut Menko Perekonomian, Sofyan Djalil tim tersebut dikoordinasi oleh  Menko Perekonomian dan di bawah pengawasan langsung Wakil Presiden. Fokus permasalahan yang dihadapi saat ini adalah biaya tinggi di pelabuhan laut di Indonesia. Tim beranggotakan lintas kementerian itu terdiri dari Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan,  Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Kelautan  dan Perikanan. Task force tersebut bertugas menganalisa semua permasalahan yang ada di  pelabuhan dan melaporkannya secara periodik kepada Presiden. Ditargetkan tim bisa membereskan masalah birokrasi pelabuhan dalam dua bulan. Pasalnya pelabuhan memainkan peran penting dalam upaya menurunkan biaya logistik.


13-02-2015
Lima Sebab Utang di era Pemerintahan SBY yang Sampai 2000 Triliun

Selama dua periode menjabat Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhitung sejak 2004, diakhir masa jabatannya muncul beragam penilaian menyikapi kinerja pemeintahannya. Satu diantaranya yang menjadi sorotan dari kinerja SBY selama dua periode adalah persoalan ketergantungan terhadap utang atau pinjaman baik dalam maupun luar negeri untuk membiayai belanja negara.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Dalam Bayang-Bayang Politik Global AS
Situasi internasional pada 1954-1955, kala Indonesia mulai menggagas sebuah pertemuan akbar bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kelak kita kenal sebagai Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 18-24 April 1955, ...

SERUAN GLOBAL FUTURE INSTITUTE KEPADA PARA PESERTA KAA BANDUNG KE-60 19 April-24 April 2015

Peran Strategis Indonesia di Balik Terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika

Pernyataan Profesor Alan Robock Perkuat Dugaan Adanya Teknologi Rekayasa Cuaca Rancangan AS

AS dan Skema TPP Bendung Pengaruh Cina dan Rusia di Asia Pasifik

Bung Karno dan “Garis Hidup Asia-Afrika”

Lihat lainya »
   Arsip
The Big Puzzle NKRI terkait TEKNOLOGI & Keamanan Sistem Informasi (2)

The Big Puzzle NKRI terkait TEKNOLOGI & Keamanan Sistem Informasi (1)

PUPUTAN MARGARANA: AGRESI MILITER BELANDA TERHADAP REPUBLIK INDONESIA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumbernya (1)

Korsel Berhasil Orbitkan Satelit Multifungsi

Kerja Sama Polisi Indonesia – Timor Leste Meningkat

Indonesia Pantau Situasi di Yaman

Nigeria Gelar Pemilu Presiden

Alasan Kemanusiaan, Israel Akan Cairkan Dana Pajak Palestina

Hegemony XXIX: Pahlawan HAM adalah Pelanggar HAM terbesar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »