» Membaca Gonjang-Ganjing di Malaysia » Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global » Skema TPP dan TiSA Daya Rusaknya Melebihi WTO dan NAFTA » Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global » Mengantisipasi The Yunani Effect di Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
03-09-2015
Pemerintah Kembali akan Utang ke ADB dan Bank Dunia

Pemerintah berniat menyetujui proposal penawaran utang 5 miliar dollar AS yang ditawarkan Bank Pembangunan Asia (ADB). Penawaran utang tersebut merupakan plafon baru yang diajukan ADB untuk proyek infrastruktur.



Artikel Terkait
» Kritik Jokowi, Pinjaman ADB, dan Kunjungan Bos IMF
» Pasar Saham Arab Saudi Dilanda Aksi Jual
» Proyek Kereta Cepat, Utusan Khusus PM Jepang Temui Rizal Ramli
» JP Morgan Sarankan Lepas Portofolio di Indonesia, Rupiah Makin "Terancam"
» Cina-Jepang Berebut Proyek-Proyek Infrastruktur di Indonesia
» Cina Lakukan Devaluasi Besar-Besaran untuk Dorong Ekspor


02-09-2015
Kritik Jokowi, Pinjaman ADB, dan Kunjungan Bos IMF

Dalam Konferensi Asia Afrika hampir enam bulan silam, Presiden Joko Widodo sempat melontarkan kritik keras kepada tiga lembaga keuangan internasional, yaitu Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia (World Bank), dan Bank Pembangunan Asia (ADB).


01-09-2015
Perkembangan Pasar Saham Saudi
Pasar Saham Arab Saudi Dilanda Aksi Jual

Pasar saham Arab Saudi mencatatkan penurunan terburuk dalam tujuh tahun terakhir, pada Senin (31/8). Berdasarkan data Bloomberg, Tadawul All Share Index ditutup anjlok 2,2% menjadi 7.522,47. Ini merupakan penurunan terbesar di antara pasar saham utama di Timur Tengah.


27-08-2015
PM Jepang Surati Jokowi Soal Proyek Kereta Cepat

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi), terkait dengan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Seperti diketahui, Jepang harus bersaing ketat dengan Cina untuk mendapatkan proyek tersebut.


26-08-2015
Proyek Kereta Cepat, Utusan Khusus PM Jepang Temui Rizal Ramli

Tiongkok dan Jepang kian sengit mengambil "hati" pemerintah untuk mendapatkan persetujuan investasi mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Setelah delegasi Tiongkok datang pertengahan Agustus lalu dan bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), kini giliran delegasi Jepang menyambangi Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.


25-08-2015
JP Morgan Sarankan Lepas Portofolio di Indonesia, Rupiah Makin "Terancam"

Perusahaan investasi global, JP Morgan, menyarankan investor untuk keluar dari Indonesia dengan melepaskan rupiah dan obligasi Indonesia. Hal ini semakin mengancam nilai tukar rupiah yang hari ini bahkan telah tembus Rp 14.000 per dollar AS.


21-08-2015
Thomas Lembong dan 20-20 Investment Association

Mengapa dan kenapa Thomas Lembong dipilih menjadi Menteri Perdagangan dalam kabinet Jokowi-JK? Jawabannya ada pada cerita singkat di bawah ini.


21-08-2015
Cina-Jepang Berebut Proyek-Proyek Infrastruktur di Indonesia

Selain persaingan global yang semakin bergeser ke Asia Pasifik di bidang politik-keamanan maupun ekonomi, di medan ekonomi pertempuran Cina dan Jepang nampaknya semakin sengit di Indonesia. Sepertinya kedua negara adidaya ekonomi ini tahu bahwa Indonesia memang sedang membutuhkan dana segar seperti yang diakui sendiri oleh Presiden Jokowi.


21-08-2015
Investor China Akan Garap Smelter Nikel di Penajam

Investor asal China berencana membangun pabrik pengolahan nikel di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan nilai investasi sekitar Rp 5 triliun.


20-08-2015
Australia Lirik Industri Pengolahan Garam

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rabu (19/8) bertandang ke Australia guna menjaring minat investor asing berinvestasi di dalam negeri.


13-08-2015
Daevaluasi Cina
Cina Lakukan Devaluasi Besar-Besaran untuk Dorong Ekspor
Bank sentral Cina hari Selasa (11/8) memangkas bunga acuan harian sebesar 1,9 persen, menjadi devaluasi terbesar sejak tahun 1994. Bank sentral menyebut langkah itu ditujukan untuk mendorong ekspor yang mengalami kemerosotan beberapa waktu terakhir.



123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global
Tulisan ini lanjutan artikel terdahulu yang berjudul Indonesia dalam Perspektif Geopolitik Global. “Barang siapa mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya”. Falsafah Timur Tengah ini mengajarkan kepada ...

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. II)

Revisi PP 41/1996, Pintu Masuk Menuju Kolonialisme Ekonomi

Indonesia Masa Depan Sebagai Negara Maritim Terbesar di Asia (Bag. I)

Permainan Intelijen Asing di Tolikara, Papua

Anthrax, Proyek Militer AS Berkedok Proyek Riset Kesehatan (Bag I)

Lihat lainya »
   Arsip
Mencari Ismael, Sahabat Lama di Betlehem

Indonesia: Tujuan Imperialisme dan Kolonialisme Global

Membaca Gonjang-Ganjing di Malaysia

Neokolonialisme, Bentuk Penguasaan Tidak Langsung Melalui Berbagai Bidang

Sastra Jendra Dalam Pandangan Sri Teddy Rusdy

Maduro Lakukan Kunjungan ke Tiongkok dan Vietnam Dalam "Masa Sulit"

Konflik AS-Rusia Dinilai Sudah Terlalu Dalam dan Mengakar

Cina-Malaysia akan Gelar Latihan Perang di Selat Malaka

Kemampuan Menakar Permasalahan

Belajar dari Insiden Trigana Air

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »