» Jejak-Jejak Cina dan Jepang di Madura » Sekilas Madura dari Perspektif Geopolitik » SOFT POWER: Untuk Mengembalikan Harga Diri Bangsa » Tujuan-Tujuan Utama Kebijakan Luar Negeri AS (Bag II) » Takdir Geopolitik Indonesia di Tengah Pertarungan Global AS-Cina di Asia Pasifik
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Ekonomi dan Bisnis
01-07-2015
Mulai Hari Ini, Transaksi di Dalam Negeri Wajib Pakai Rupiah

Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan aturan kewajiban menggunakan rupiah untuk setiap transaksi di dalam negeri. Mulai 1 Juli 2015, setiap kegiatan transaksi di dalam negeri baik secara tunai maupun non tunai diwajibkan pakai rupiah.



30-06-2015
Indonesia Akan Jadi Pemegang Saham Terbesar ke-8 di AIIB

Indonesia akan menanamkan uang US$672,1 juta yang akan dibayar selama lima tahun, dan menjadi pemegang saham terbesar ke-8 di AIIB.

Para wakil dari 57 negara hari Senin hadir di Balai Agung Rakyat di Beijing untuk menandatangani persetujuan mendirikan Bank Investasi Infrastruktur Asia atau AIIB yang dipimpin China.


29-06-2015
Bisnis Kita Belum Bertumpu Pada Industriawan

Di luar soal kontroversi apakah pemerintahan Jokowi memang tepat berkiblat ke Cina untuk mendonngkrak kebuntuan ekonomi, dan apakah tepat dan efektif menggunakan Cina untuk mengimbangi dominasi AS dan Uni Eropa, saya kira ada satu isu lain yang tak kalah penting untuk diulas. Apakah para pebisnis kita sebagian besar bertumpu pada industri dan para industriawan? Keberhasilan Jepang dan Cina menjadi kekuatan industri yang unggul, karena orang orang yang bergerak di bisnis, bertumpu pada para industriawan sebagai motor penggerakknya. Sehingga bantuan negara lain seperti Jerman terhadap Jepang dan Cina, bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Di kita, pebisnis umumnya masih bertumpu pada para pedagang dan broker.


29-06-2015
Yunani Bangkrut, Bank dan Pasar Modal Ditutup

Setelah Bank Sentral Eropa enggan menaikkan pemberian dana darurat di atas jumlah yang telah disetujui pemerintah Yunani, Perdana Menteri (PM) Alexis Tsipras mengumumkan bahwa bank-bank dan pasar modal di negara tersebut ditutup.


26-06-2015
WNA Bakal Boleh Punya Properti Seumur Hidup dan Bisa Diwariskan

Pemerintah sedang mengkaji soal kebijakan mengizinkan orang asing atau warga negara asing (WNA) membeli dan memiliki properti di dalam negeri.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Ferry Mursyidan Baldan mengatakan bahwa saat ini kewenangan pemberian izin atau hak milik akan diatur oleh kementeriannya. Kewenangan tersebut akan dituangkan dalam aturan baru kepemilikan properti di tanah air terhadap WNA.


21-06-2015
Rupiah Anjlok
Ekonomi Stadium Empat

Situasi sekarang memang sudah mengkhawatirkan, terutama rupiah yang sudah jatuh 7,11% sejak awal tahun ini.

Wajah ekonomi kita sedang muram. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok. Sejak 31 Mei hingga 8 Juni 2015, kapitalisasi Bursa Efek Indonesia turun Rp 179,29 turun atau minus 3,63% menjadi Rp 4.773 triliun.


18-06-2015
April 2015, Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 4.003 Triliun

Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per April 2015, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 299,84 miliar atau setara dengan Rp 4.003 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini naik dari bulan sebelumnya yang hanya USD 298,06 miliar.


18-06-2015
China Menambah Kepemilikan Pada US Treasury

China kembali menjadi negara kreditur terbesar Amerika Serikat (AS) pada bulan Maret dan April 2015. Pada bulan keempat tahun ini, kepemilikan China pada US Treasury naik menjadi US$ 1,26 triliun.


16-06-2015
Siapa Soros Versi Indonesia yang Gempur Rupiah?

Di balik berita krisis moneter, korupsi dan acara pernikahan Gibran yang merupakan news of the week bulan Juni 2015, rupiah merosot terus begitu pula Indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu publik dihebohkan dengan polemik pengangkatan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) baru yang dianggap politisasi jabatan.


08-06-2015
Pangan Kita Banyak Mengandung Dollar

Efek rupiah yang lemah bukan hanya membuat pening pengusaha. Ibu-ibu rumah tangga juga kelimpungan dibuatnya. Maklum,  komponen dollar AS dominan dalam bahan pakan kita yang mayoritas mengandalkan impor.


04-06-2015
Waspada! Normalisasi Keuangan AS Bakal Tekan Rupiah ke Level Rp 25.000

Ekonom dari Nanyang Business School Singapore, Lee Boon Keng, memprediksi nilai tukar rupiah bisa ambruk hingga 25.000/dolar AS jika Federal Reserve mulai melakukan normalisasinya.




123456   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kodama dan Sasakawa, Kekuatan di Belakang “Tirai Hitam” Politik Jepang Pasca Perang Dunia II
Banyak kalangan kalau mendengar tentang gembong mafia Jepang, yang ada di benak selalu Yakuza. Padahal ada yang lebih mengerikan dari itu, yaitu sebuah perkumpulan bernama Dark ...

Turnkey Project: Modus Perang Asimetris ala Cina

Mengingatkan Kembali Tiga Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI DAN IBU MEGAWATI SUKARNOPUTRI

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Berita foto SEMINAR SEHARI GLOBAL FUTURE INSTITUTE Menyambut KAA ke-60 di Bandung April 2015 : "Revitalisasi Dasa Sila Bandung 1955"

Lihat lainya »
   Arsip
PM Kamboja dan Intervensi Asing

Korsel Peringati 13 Tahun Pertempuran Yeonpyeong Kedua

Bisnis Kita Belum Bertumpu Pada Industriawan

Yunani Bangkrut, Bank dan Pasar Modal Ditutup

Mewujudkan Mimpi RI Jadi Poros Maritim Dunia

Negara Sangat Menyadari Ketidakmampuan Anggaran dalam Mengekplorasi SDA

Asing dan Aseng yang Kaya tapi Bikin Kekacauan di Negeri ini

Sekilas Madura dari Perspektif Geopolitik

Pemerintah Indonesia Kecam Serangan Teroris di Kuwait, Tunis dan Perancis

Program Nuklir Iran dan Gagalnya Operasi Merlin CIA

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Bagaimana Membaca Novel Foucault's Pendulum?

Pendahuluan
Novel Foucault’s Pendulum karya Umberto Eco edisi bahasa Indonesia telah diterbitkan pada November 2010. Karya aslinya dalam bahasa Italia, Il Pendolo di Foucault, terbit pertama kali pada 1988. Setahun kemudian baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Foucault’s Pendulum. Nama Foucault pada judul itu mengingatkan pada tokoh filsafat kontemporer, Michel Foucault. Tokoh yang relatif dikenal dalam kajian humaniora. Padahal nama Foucault pada judul novel Eco adalah nama penemu pendulum yang tidak lain adalah Leon Foucault.

Lihat Lainnya »