» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Timur Tengah
03-11-2016
AS Ingin Memecah Belah Timteng untuk Lindungi Israel
Scott Bennett, mantan psikolog militer AS dan analis terorisme, mengatakan Amerika mempunyai rencana buruk, yaitu memecah belah negara-negara di Timur Tengah dalam rangka “melindungi Israel” dan “mencuri sumber daya alam negara-negara tersebut.” Hal itu ia katakan dalam wawancara dengan Press TV, Rabu (02/11/16).

01-11-2016
Lebanon Lantik Presiden Baru setelah Kevakuman 29 Bulan

Mantan panglima angkatan darat Michel Aoun pada Senin dilantik sebagai presiden ke-13 Lebanon setelah posisi itu vakum selama dua setengah tahun.


27-10-2016
Era Hegemoni AS dan Sekutunya akan Berakhir di Tanah Syria
Admiral Kuznetsov - kapal induk satu-satunya milik Rusia - akan menyeberangi selat Gibraltar, menuju Laut Mediterania. Di sana, ia akan bergabung dengan beberapa kapal perang dan kapal selam Rusia yang lebih dulu hadir di perairan paling penting dalam konteks geopolitik Afrika, Timur Tengah dan Eropa itu.

27-10-2016
Motif Latihan Perang P-GCC
Pasukan negera-negara anggota Dewan Kerja Teluk Persia (P-GCC) menggelar latihan perang "Keamanan Teluk Persia 1" yang dimulai pada 25 Oktober 2016.

27-10-2016
PM Kanada Diam-Diam Menyetujui “Perubahan Rezim” di Suriah
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, baru-baru ini memberi pernyataan di Sidang Majelis Umum PBB tentang Suriah. Berikut isi penyataannya.

25-10-2016
Qatar Salurkan Dana untuk Organisasi White Helmets
Qatar Fund for Development berkerjasama dengan Qatar Red Crescent, telah menandatangani perjanjian mendukung organisasi yang menyebut diri “Pertahanan Sipil Suriah”, atau dikenal dengan nama ‘White Helmets’, pada 18 Oktober lalu.

19-10-2016
Pembebasan Mosul dan Kekhawatiran Eropa
Komisaris Keamanan Uni Eropa Julian King mengatakan bahwa serangan besar-besaran untuk merebut kembali kota Mosul, Irak dari kelompok teroris Daesh akan memaksa teroris untuk pulang ke Eropa dan ini dapat menimbulkan ancaman yang sangat serius.

10-10-2016
Suriah dan Irak Kecam Kejahatan Terbaru Saudi di Yaman
Kementerian Luar Negeri Suriah dan Irak mengecam keras serangan brutal Arab Saudi ke sebuah acara berkabung di kota Sanaa, Yaman.

07-10-2016
AS Nyatakan Bukan Tak Mungkin Akan Serang Pasukan Suriah

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, Kamis (6/10/2016), menyatakan bukan tidak mungkin Amerika Serikat (AS) akan melancarkan serangan udara terhadap pasukan Suriah, meskipun hal ini beresiko buruk bagi kepentingan AS.


05-10-2016
Media: Turki Tahan 55 Personel Militer dan Intelijen

Pemerintah Turki pada Rabu menahan 55 personel militer dan intelijen karena diduga terkait dengan ulama dukungan Amerika Serikat, Fethullah Gulen, beserta jaringannya, demikian seperti diberitakan media setempat.




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »