» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Timur Tengah
06-10-2016
Helmi Aditya
Epic Fail
Sebulan terakhir, manuver dan diplomasi AS di Syria hancur lebur. Betapa tidak, kesalahan demi kesalahan taktis yang menumpuk, membuat Washington terpaksa menjilat ludah dengan mengakui dukungannya secara terbuka kepada teroris kepada dunia.

04-10-2016
AS Tangguhkan Kontrak Militer dengan Bahrain

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kepada Kongres bahwa selama Bahrain tidak mengalami kemajuan di bidang Hak Asasi Manusia (HAM), Washington tidak akan menyetujui penjualan 19 unit jet tempur F-16 ke Manama dan modernisasi pesawat tempur senilai empat miliar dolar.


30-09-2016
Jet-jet Tempur Arab Saudi Bombardir Wilayah Yaman
Serangan jet tempur militer Arab Saudi ke berbagai wilayah Yaman menewaskan dan menciderai sejumlah warga sipil negara ini.

30-09-2016
Tentara Suriah Terus Bergerak Maju, Rusia Tak Gubris Seruan AS
Pasukan pemerintah Suriah terus bergerak maju dengan bantuan pasukan sekutunya di utara kota Aleppo dan berhasil membebaskan Rumah Sakit al-Kindi, menyusul keberhasilan mereka merebut kamp Handarat selama beberapa jam.

27-09-2016
Kuwait Bantah Jalin Kerjasama Intelijen Dengan Israel
Menteri Luar Negeri merangkap Wakil Pertama Perdana Menteri Kuwait Sabah Khalid al-Hamad al-Sabah menepis laporan surat kabar Israel Arutz Sheva mengenai adanya kerjasama intelijen antara Kuwait dan Rezim Zionis Israel.

23-09-2016
Tak ada Kebaikan Pada Negara Yang Melakukan normalisasi Hubungan dengan Musuh
Jenderal termasyhur Iran Qassem Soleimani mengecam negara-negara yang ingin dan berusaha memulihkan hubungan dengan Rezim Zionis Israel, dan menilai mereka sebagai pihak tidak bisa diharapkan mendatangkan kebaikan.

23-09-2016
Assad Tuduh AS Sengaja Tewaskan 62 Tentara Suriah

Sedikitnya 62 tentara pemerintah Suriah tewas setelah diterjang serangan udara koalisi Amerika Serikat (AS) di Deir ez Zor. Presiden Bashar al Assad menuduh serangan tersebut sengaja dilakukan oleh Negeri Paman Sam.


21-09-2016
Kehadiran 'Mujahidin' di Syria Insignifikan
Ada yang protes, mengapa lebih sering membahas AS - Syria - Rusia - Iran - Saudi - Turki, tanpa melibatkan 'mujahidin' dalam peta konflik regional? Sederhana saja. It's meaningless.

09-09-2016
Mengapa Aleppo?

Karena siapapun yang mengontrol Aleppo, akan menguasai 'kunci' dari jalur pipa minyak di Syria.


31-08-2016
Bagaimana Mungkin Bisa Mendukung Bashar Assad?

Kadangkala, saya sering mendapati pertanyaan, 'bagaimana mungkin kamu bisa dukung Bashar Assad? Dia kan rezim kejam, pembunuh rakyatnya, dsb?' yang lalu ditambahi dengan pernyataan, 'kan nggak mungkin semua berita negatif tentangnya bohong!'




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »