» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Timur Tengah
31-08-2016
Deraa, Awal Sandiwara yang Hancurkan Syria

PENGANTAR (DINA Y. SULAEMAN)

Sudah banyak tulisan dari media alternatif yang menceritakan bagaimana awal mula konflik Suriah yang sudah berlangsung 5 tahun ini, tapi tulisan Steven Sahiounie ini memberi beberapa informasi baru (setidaknya buat saya), misalnya: Sejak awal krisis, Al-Jazeera memberi hadiah $100 untuk setiap video amatir dari Suriah. Industri baru langsung tumbuh subur di Suriah dengan ‘sutradara’ dan ‘aktor’ menjamur demi kekayaan. Keaslian video itu tak pernah dipertanyakan, media hanya menginginkan konten yang bisa mendukung propaganda mereka.


31-08-2016
Mendekonstruksi Narasi NATO tentang Suriah

Lebih dari lima tahun terakhir, propaganda yang semakin konyol dilemparkan terhadap Presiden alAssad dan Tentara Arab Suriah (Syrian Arab Army – SAA) telah menggunakan istilah yang sangat beragam, mulai dari retorika ‘revolusi’ yang diinisiali OTPOR, ‘pengunjuk rasa damai ditembaki’ hingga istilah penuh kebohongan lainnya seperti ‘perang saudara’ dan ‘pemberontak yang moderat’.


26-08-2016
Peta Konflik Suriah
Awalnya, Maret 2011, kelompok-kelompok “pro-demokrasi” yang maju, menjalankan skenario seperti Tunisia dan Mesir. Mereka berdemo, menuntut lengsernya Assad demi demokratisasi (karena Assad dan Partai Baath terlalu lama berkuasa). Meskipun aksi demo tidak tereskalasi (bahkan yang terjadi adalah demo tandingan dengan jumlah jauh lebih besar untuk mendukung Assad), pada awal 2012, dilakukan perubahan UUD (antara lain, masa jabatan presiden maksimal 2 periode dan presiden tidak harus dari Partai Baath) dan dicabutnya UU Darurat yang dianggap anti HAM.

25-08-2016
4 Kapal Patroli Iran Cegat Kapal Perusak AS di Selat Hormuz

Empat kapal patroli militer Iran melaju kencang dengan senjata siap ditembakkan di dekat kapal perusak AS USS Nitze yang berlayar di Selat Hormuz.


23-08-2016
Logika Media Mainstream
Seorang komentator FB yang setau saya tingkat pendidikannya cukup tinggi, menyanggah status saya sebelumnya tentang White Helmets dan Bocah di Kursi Oranye dengan hujatan ‘delusional’ plus argumen kurang-lebih “semua media besar sudah memberitakan, kok menganggap kejadian si bocah itu palsu?” [sambil nyindir pulak: kecuali media Iran dan Rusia]. Padahal yang saya lakukan hanya memberikan pengimbangan berita yang berupa analisis video. Alih-alih memberi analisis sanggahan, dia malah ber-logical fallacy.

23-08-2016
Helmi Aditya
Saudi Tak Mengindahkan Peringatan Putin, No-fly-zone Akan Diaktifkan di Yaman
Ada pepatah, 'Mampu membeli dan memiliki Honda RC213V, takkan membuat Anda menjadi Marc Marquez'. Pepatah ini layak disandangkan pada pangeran Saudi yang selama ini menghujani Yaman dengan bom menggunakan arsenal udara AS dengan harga selangit.

23-08-2016
Israel Serang Situs Peluncur Roket Tentara Suriah

Pesawat tempur Israel menyerak sebuah target di Suriah, Senin waktu setempat, setelah tembakan nyasar dari faksi-faksi yang saling bertempur di Suriah sampai ke tanah Israel.


15-08-2016
Timur Tengah: Karena Gulanya, Semut Pun Berdatangan *)
Tahun 1938, dunia Arab berubah. Minyak untuk kali pertama ditemukan di Saudi Arabia. Karena gula, semut-pun berdatangan. Penemuan minyak ini telah mengundang datangnya perusahaan-perusahaan minyak dari luar Arab. Bila Saudi Arabia adalah pucuknya, pasti dahannya banyak bercabang. Akhirnya, perusahaan-perusahaan minyak ini berlomba-lomba melakukan penggalian. Benarlah kiranya, dahan minyak yang pucuknya di Saudi Arabia ini ternyata banyak. “Emas hitam” kemudian dijumpai di negara-negara Teluk, Iran, Irak, Libya, Mesir dan Aljazair. Penemuan minyak ini membuat sistem ekonomi kapitalis berkembang pesat. 

15-08-2016
Palestina
Kasus penghapusan peta Palestina di Google map tidak banyak ditanggapi oleh publik. Menurut saya, ini salah satu bentuk "keberhasilan" (ini satire ya, sindiran) para "mujahidin". Invasi mereka ke Suriah telah membuat berbagai front yang selama ini fokus berjuang melawan Israel (baik melalui perang fisik maupun melalui tulisan, demonstrasi, boikot, dll) menjadi terpecah-belah dan isu Palestina terabaikan.

12-08-2016
Arab Saudi, Pembeli Terbesar Senjata AS
Pemerintah Arab Saudi tidak henti-hentinya memborong senjata buatan Amerika Serikat meskipun angka pengangguran di negara itu meningkat drastis. Media-media Barat pada Rabu (10/8/2016) mengabarkan pembelian sekitar 30 miliar dolar senjata oleh Saudi.



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »