» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Timur Tengah
21-09-2016
Kehadiran 'Mujahidin' di Syria Insignifikan
Ada yang protes, mengapa lebih sering membahas AS - Syria - Rusia - Iran - Saudi - Turki, tanpa melibatkan 'mujahidin' dalam peta konflik regional? Sederhana saja. It's meaningless.

09-09-2016
Mengapa Aleppo?

Karena siapapun yang mengontrol Aleppo, akan menguasai 'kunci' dari jalur pipa minyak di Syria.


31-08-2016
Bagaimana Mungkin Bisa Mendukung Bashar Assad?

Kadangkala, saya sering mendapati pertanyaan, 'bagaimana mungkin kamu bisa dukung Bashar Assad? Dia kan rezim kejam, pembunuh rakyatnya, dsb?' yang lalu ditambahi dengan pernyataan, 'kan nggak mungkin semua berita negatif tentangnya bohong!'


31-08-2016
Deraa, Awal Sandiwara yang Hancurkan Syria

PENGANTAR (DINA Y. SULAEMAN)

Sudah banyak tulisan dari media alternatif yang menceritakan bagaimana awal mula konflik Suriah yang sudah berlangsung 5 tahun ini, tapi tulisan Steven Sahiounie ini memberi beberapa informasi baru (setidaknya buat saya), misalnya: Sejak awal krisis, Al-Jazeera memberi hadiah $100 untuk setiap video amatir dari Suriah. Industri baru langsung tumbuh subur di Suriah dengan ‘sutradara’ dan ‘aktor’ menjamur demi kekayaan. Keaslian video itu tak pernah dipertanyakan, media hanya menginginkan konten yang bisa mendukung propaganda mereka.


31-08-2016
Mendekonstruksi Narasi NATO tentang Suriah

Lebih dari lima tahun terakhir, propaganda yang semakin konyol dilemparkan terhadap Presiden alAssad dan Tentara Arab Suriah (Syrian Arab Army – SAA) telah menggunakan istilah yang sangat beragam, mulai dari retorika ‘revolusi’ yang diinisiali OTPOR, ‘pengunjuk rasa damai ditembaki’ hingga istilah penuh kebohongan lainnya seperti ‘perang saudara’ dan ‘pemberontak yang moderat’.


26-08-2016
Peta Konflik Suriah
Awalnya, Maret 2011, kelompok-kelompok “pro-demokrasi” yang maju, menjalankan skenario seperti Tunisia dan Mesir. Mereka berdemo, menuntut lengsernya Assad demi demokratisasi (karena Assad dan Partai Baath terlalu lama berkuasa). Meskipun aksi demo tidak tereskalasi (bahkan yang terjadi adalah demo tandingan dengan jumlah jauh lebih besar untuk mendukung Assad), pada awal 2012, dilakukan perubahan UUD (antara lain, masa jabatan presiden maksimal 2 periode dan presiden tidak harus dari Partai Baath) dan dicabutnya UU Darurat yang dianggap anti HAM.

25-08-2016
4 Kapal Patroli Iran Cegat Kapal Perusak AS di Selat Hormuz

Empat kapal patroli militer Iran melaju kencang dengan senjata siap ditembakkan di dekat kapal perusak AS USS Nitze yang berlayar di Selat Hormuz.


23-08-2016
Logika Media Mainstream
Seorang komentator FB yang setau saya tingkat pendidikannya cukup tinggi, menyanggah status saya sebelumnya tentang White Helmets dan Bocah di Kursi Oranye dengan hujatan ‘delusional’ plus argumen kurang-lebih “semua media besar sudah memberitakan, kok menganggap kejadian si bocah itu palsu?” [sambil nyindir pulak: kecuali media Iran dan Rusia]. Padahal yang saya lakukan hanya memberikan pengimbangan berita yang berupa analisis video. Alih-alih memberi analisis sanggahan, dia malah ber-logical fallacy.

23-08-2016
Helmi Aditya
Saudi Tak Mengindahkan Peringatan Putin, No-fly-zone Akan Diaktifkan di Yaman
Ada pepatah, 'Mampu membeli dan memiliki Honda RC213V, takkan membuat Anda menjadi Marc Marquez'. Pepatah ini layak disandangkan pada pangeran Saudi yang selama ini menghujani Yaman dengan bom menggunakan arsenal udara AS dengan harga selangit.

23-08-2016
Israel Serang Situs Peluncur Roket Tentara Suriah

Pesawat tempur Israel menyerak sebuah target di Suriah, Senin waktu setempat, setelah tembakan nyasar dari faksi-faksi yang saling bertempur di Suriah sampai ke tanah Israel.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

TNI Belum Berencana Kirim Pasukan ke Marawi

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »