» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Timur Tengah
11-08-2016
Mesir Larang Polisi Bicara ke Media

Parlemen Mesir pada Selasa (Rabu WIB) menyetujui pembatasan bagi polisi untuk memberikan informasi kepada media, sebuah langkah yang menurut para kritikus merupakan upaya menutupi pelanggaran dan korupsi tingkat tinggi.


05-08-2016
Turki Memainkan TWO FACES POLITICS
Pasca kudeta Turki yang gagal kemarin, ada terlihat perubahan kebijakan Erdogan (mulai menghentikan dukungan ke "jihadis"). Meskipun... wallahu a'lam juga nanti bagaimana, secara track record Erdogan mudah sekali berubah-ubah haluan. Misalnya, dulu mesra sama Gulen (Ket: Gulen seorang ulama Sunni), lalu sekarang habis-habisan "membersihkan" simpatisan Gulen. Dulu mesra sama Assad, tidak lama kemudian malah mendukung penggulingan Assad.

04-08-2016
Erdogan Gagas Koalisi Segi Tiga Turki, Rusia, dan Iran, Benarkah?
Pakar Rusia bidang Timteng Stanislav Taranov menyebutkan bahwa dalam percakapan telefon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan sejawatnya di Iran Hassan Rouhani terdapat indikasi akan adanya “koalisi segi tiga” yang melibatkan Rusia dan meniscayakan perubahan sikap Turki terhadap Suriah.  Demikian dilaporkan RT milik Rusia dan al-Alam milik Iran. Kamis (21/7)

01-08-2016
Dagelan KTT Liga Arab Di Bawah Tenda
Negara-negara Arab yang tergabung dalam organisasi Liga Arab menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 di Nouakchott, ibu kota Mauritania, Senin (25/7). Dalam KTT ini para pemimpin Arab bersumpah untuk “mengalahkan terorisme” dan kembali kepada gagasan Perancis untuk menghidupkan kembali perundingan damai Palestina-Israel.

01-08-2016
Misi Kunjungan Jenderal AS ke Irak
Ini merupakan untuk kelima kalinya Dunford berkunjung ke Irak setelah menjabat sebagai kepala staf gabungan. Ia sekarang memusatkan perhatiannya pada perang anti-Daesh.

22-07-2016
Bashar Al Assad: PBB Pion Amerika
Presiden Suriah mengatakan, PBB saat ini telah berubah menjadi alat Amerika Serikat. Washington bisa menggunakan PBB untuk melakukan apapun yang ia inginkan.

21-07-2016
Merenungkan Kembali Keberhasilan dan Kegagalan Mustafa Kemal Ataturk
Salah satu geliat kebangkitan Turki sebagai sebuah republik, mustahil kita pahami tanpa mengenal sejarah hidup dan kiprah Bapak Bangsa Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

11-07-2016
Teror di Jeddah, Qatif dan Madinah Bukti Bahwa Saudi Ngawur
Organisasi pejuang Islam Lebanon Hizbullah menyatakan bahwa serangkaian serangan teror yang terjadi di Jeddah, Qatif dan Madinah al-Munawwarah, Arab Saudi, membuktikan betapa rezim Riyadh ngawur ketika memasukkan Hizbullah dalam daftar organisasi teroris.

24-06-2016
Omar Mateen: Produk Wahabi dan Kebijakan Luar Negeri AS
Omar Mateen, yang teridentifikasi sebagai pembunuh massal di Orlando bukanlah ‘some Muslim’ seperti yang dinisbatkan oleh Trump dan pendukungnya. Dia juga bukan ‘some anti-gay bigot’ seperti yang dinisbatkan oleh orang-orang liberal dan Demokrat. Kehidupan Omar Mateen di New York dan Florida justru sangat dipengaruhi oleh dukungan Amerika Serikat (AS) untuk teroris Wahabi yang menyebarkan ekstremisme di seluruh dunia. Serangannya yang mengguncang dunia hanyalah salah satu konsekuensi atas kebijakan AS.

17-06-2016
UEA Umumkan Berhenti Berperang di Yaman
Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Qarqash menyatakan bahwa pasukan negaranya sudah berhenti berperang di Yaman, dan dengan demikian UEA dewasa ini hanya memantau perkembangan upaya diplomatik untuk penyelesaian krisis Yaman. Demikian dilaporkan al-Alam, Kamis malam (16/6).



PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »