» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Timur Tengah
13-06-2016
AS Gandeng Sekutunya Kobarkan Tensi di Timur Tengah
Kevin Barret, pengamat politik menilai langkah Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, Arab Saudi dan Qatar ditujukan untuk meningkatkan tensi sektarian di Timur Tengah.

14-04-2016
Parlemen Irak Tegang dan Terbelah Menjadi Dua Kubu
Parlemen Irak sedang mengalami masalah besar dan terbelah menjadi dua kubu. Hal ini terkait dengan kabinet baru yang dibentuk oleh Perdana Menteri Irak, Haider Abadi.

14-04-2016
AS Mulai Tunjukkan Intervensi di Pemilu Parlemen Suriah
FNA di laporannya menyebutkan, Mark Toner kepada wartawan di statemen intervensifnya menyebut pemilu parlemen Suriah yang rencananya digelar beberapa hari mendatang ilegal dan mengklaim bahwa pemilu ini tidak mencerminkan kehendak rakyat.

08-04-2016
Suriah Siap Gelar Pemilu Parlemen
Dalam wawancaranya dengan Alalam pada Kamis (7/4), Al-Shiar mengatakan, proses persiapan pelaksanaan pemilu telah rampung dan Komisi Tinggi Hukum Pemilu telah melakukan berbagai koordinasi dengan semua komisi afiliasinya di seluruh provinsi negara ini, serta dengan semua lembaga terkait, khususnya kementerian dalam negeri dan kehakiman.

01-04-2016
Erdogan Berharap Dialog dengan Israel Bawa Hasil Positif
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Kamis(31/3/2016), ia berharap pertemuan para pejabat Turki dan Israel bulan depan dapat membuahkan hasil positif.

24-03-2016
Hillary Clinton dan Shoah Suriah
Berikut ini adalah isi email yang ditujukan untuk Hillary Clinton, yang dibocorkan oleh Wikileaks:
 
Dari: Sidney Blumenthal
 
Untuk: Hillary Clinton
 
Tanggal: 23 Juli 2012
 
“Jika rezim Assad jatuh, maka Iran akan kehilangan satu-satunya sekutu di Timur Tengah dan akan terisolasi. Di saat yang sama, jatuhnya House of Assad akan memicu perang sekterian antara Syiah dan mayoritas Sunni di kawasan Iran, dan dalam pandangan komandan Israel, hal ini bukanlah hal yang buruk baik bagi Israel ataupun sekutunya, negara-negara Barat.” (Https://wikileaks.org/clinton-emails/emailid/12171).

24-03-2016
Benarkah Suriah Akan Dipecah?
Federica Mogherini, Ketua Politik Luar Negeri Uni Eropa dalam sebuah pernyataannya menyinggung masalah disintegrasi Suriah dan menjelaskan bahwa segala bentuk solusi di negara itu tidak lain adalah Suriah yang bersatu, sekuler dan plural.
 
Menurutnya ini adalah yang sedang diupayakan oleh Uni Eropa. Oleh karena itu, Suriah tidak boleh terbagi atau terpecah, bahkan harus tetap menjadi satu negara yang terjaga integritasnya, dan tidak boleh ada opsi lain di atas meja. Satu-satunya opsi yang tersisa adalah bahwa yang telah disepakati pada Desember 2015 dan ditetapkan juga dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

21-03-2016
Perubahan Sikap Barat dan Kerunyaman Arab Saudi Dalam Perang Yaman
Negara-negara Barat menarik dukungan militer dan intelijennya kepada Arab Saudi dalam serangan “koalisi Arab” yang dipimpinnya terhadap Yaman. Penarikan ini praktis berimbas pada kekuatan koalisi ini dalam Perang Yaman.

16-03-2016
Indonesia dan OKI Gagal Menyerap Inspirasi Dari the Bandung Spirit 1955
Sayang sekali, KTT OKI yang katanya Luar Biasa itu, gagal menghasilkan terobosan-terobosan diplomatik untuk Palestina Merdeka. Dasa Sila Bandung April 1955 yang secara tegas menentang kolonialisme dan imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, tidak dijadikan landasan ideologis persatuan negara-negara OKI untuk memperjuangkan Palestina sebagai Negara Merdeka.   

01-03-2016
Penulis Bill Distler *)
Mengapa AS Menyerang Afghanistan?
Pada tanggal 13 Desember 2015 lalu, para pemimpin Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, dan Wakil Presiden India bertemu di Turkmenistan, untuk melakukan ground-breaking pembangunan pipa gas alam 4 negara (yang akronimnya TAPI), dan acara ini menjadi headline di media-media papan atas India, Pakistan dan Afghanistan. Seharusnya peristiwa ini menjadi berita hangat di Amerika Serikat (AS) juga, namun ternyata tidak demikian. Bahkan Houston Chronicle, surat kabar yang berbasis di wilayah yang menjadi ‘rumah’ bagi perusahan konstruksi pipa AS juga mengabaikan berita ini. Hanya juru bicara dari Departemen Luar Negeri AS yang bicara pada Press Trust of India bahwa AS mengucapkan selamat kepada Turkmenistan dan mitra-mitranya yang telah membangun pipa gas alam. Sementara media-media AS memilih menutup mulut rapat-rapat, menganggap bahwa berita ini tidak perlu diketahui oleh warga AS.



PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »