» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asia
14-04-2016
Korsel dan AS Perkirakan Korut Lakukan Pelucuran Rudal Balistik

Otoritas militer Korea Selatan dan Amerika Serikat memperkirakan ada kemungkinan besar Korea Utara akan melakukan peluncuran misil rudal balistik jarak menengah Musudan dalam rangka peringatan hari ulang tahun pendiri Kim Il-sung yang jatuh pada 15 April.


14-04-2016
India Dituduh Ingin Ganggu Stabilitas Pakistan
Kepala militer Pakistan Jenderal Raheel Sharif menuduh India sengaja ingin mengganggu stabilitas negaranya. New Delhi dituduh tidak senang dengan rencana ekonomi ambisius antara Pakistan dengan China di kawasan tersebut.

12-04-2016
Korea Utara
FAO: Jatah Pangan Korut Berkurang 10 Persen

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan sejak awal tahun ini penduduk Korea Utara hanya menerima sebanyak 370g jatah makanan dan jumlah itu berkurang 10% dibandingkan tahun lalu.


05-04-2016
Koalisi Militer Tokyo-Manila Hadapi Cina
Masuknya dua kapal perusak dan sebuah kapal selam Jepang ke perairan Filipina, menandai peningkatan kerja sama militer antara Tokyo dengan Manila.

04-04-2016
Transisi Kekuasaan dan Friksi Politik Myanmar
Transisi kekuasaan di Myanmar dan pelantikan presiden terpilih ditunggu-tunggu rakyat negara ini dengan penantian besar terjadinya reformasi. Tapi barangkali, penentangan fraksi militer di parlemen terhadap prakarsa jabatan khusus bagi Aung San Suu Kyi, pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), akan memupus terwujudnya separuh harapan tersebut.

04-04-2016
AS akan Gelar Latihan Perang Dekat Wilayah Sengketa di Laut Cina
Ketegangan di kawasan Laut Cina dipastikan akan semakin meningkat setelah AS memastikan akan menggelar latihan perang di dekat wilayah yang menjadi sengketa di Laut Cina Selatan bulan April ini.

01-04-2016
Malaysia Panggil Dubes Cina Terkait Pelanggaran Wilayah
Pemerintah Malaysia, hari Kamis (31/3), mengatakan telah memanggil duta besar Cina untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap pelanggaran kapal-kapal berbendera Cina di Laut Cina Selatan yang disengketakan.

30-03-2016
Korsel: Korut Luncurkan Prokyektil Jarak Pendek

Markas Gabungan Angkatan Bersenjata Korea Selatan merilis bahwa Korea Utara meluncurkan satu proyektil jarak pendek dari Wonsan ke arah daratan timur laut pada Selasa (29/3/2016) pukul 05:40 pagi.


28-03-2016
Korea Selatan-Cina
Korsel Memulangkan 36 Jenazah Serdadu Cina

Pemerintah Korea Selatan memulangkan 36 jenazah serdadu Cina yang ikut bertempur saat Perang Korea ke Cina pada 31 Maret ini.


22-03-2016
Jugun Ianfu Korea Selatan
Korsel dan Jepang Lakukan Pertemuan Bahas Korban Perbudakan Seks

Terkait masalah korban perbudakan seks (Jugun Ianfu), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dan Jepang lakukan pertemuan tingkat direktur di Tokyo, Jepang.




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »