» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Asia
14-04-2016
India Dituduh Ingin Ganggu Stabilitas Pakistan
Kepala militer Pakistan Jenderal Raheel Sharif menuduh India sengaja ingin mengganggu stabilitas negaranya. New Delhi dituduh tidak senang dengan rencana ekonomi ambisius antara Pakistan dengan China di kawasan tersebut.

12-04-2016
Korea Utara
FAO: Jatah Pangan Korut Berkurang 10 Persen

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan sejak awal tahun ini penduduk Korea Utara hanya menerima sebanyak 370g jatah makanan dan jumlah itu berkurang 10% dibandingkan tahun lalu.


05-04-2016
Koalisi Militer Tokyo-Manila Hadapi Cina
Masuknya dua kapal perusak dan sebuah kapal selam Jepang ke perairan Filipina, menandai peningkatan kerja sama militer antara Tokyo dengan Manila.

04-04-2016
Transisi Kekuasaan dan Friksi Politik Myanmar
Transisi kekuasaan di Myanmar dan pelantikan presiden terpilih ditunggu-tunggu rakyat negara ini dengan penantian besar terjadinya reformasi. Tapi barangkali, penentangan fraksi militer di parlemen terhadap prakarsa jabatan khusus bagi Aung San Suu Kyi, pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), akan memupus terwujudnya separuh harapan tersebut.

04-04-2016
AS akan Gelar Latihan Perang Dekat Wilayah Sengketa di Laut Cina
Ketegangan di kawasan Laut Cina dipastikan akan semakin meningkat setelah AS memastikan akan menggelar latihan perang di dekat wilayah yang menjadi sengketa di Laut Cina Selatan bulan April ini.

01-04-2016
Malaysia Panggil Dubes Cina Terkait Pelanggaran Wilayah
Pemerintah Malaysia, hari Kamis (31/3), mengatakan telah memanggil duta besar Cina untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap pelanggaran kapal-kapal berbendera Cina di Laut Cina Selatan yang disengketakan.

30-03-2016
Korsel: Korut Luncurkan Prokyektil Jarak Pendek

Markas Gabungan Angkatan Bersenjata Korea Selatan merilis bahwa Korea Utara meluncurkan satu proyektil jarak pendek dari Wonsan ke arah daratan timur laut pada Selasa (29/3/2016) pukul 05:40 pagi.


28-03-2016
Korea Selatan-Cina
Korsel Memulangkan 36 Jenazah Serdadu Cina

Pemerintah Korea Selatan memulangkan 36 jenazah serdadu Cina yang ikut bertempur saat Perang Korea ke Cina pada 31 Maret ini.


22-03-2016
Jugun Ianfu Korea Selatan
Korsel dan Jepang Lakukan Pertemuan Bahas Korban Perbudakan Seks

Terkait masalah korban perbudakan seks (Jugun Ianfu), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dan Jepang lakukan pertemuan tingkat direktur di Tokyo, Jepang.


22-03-2016
Konflik Korea Selatan-Korea Utara
KCNA: Kim Jong-un Pantau Uji Roket Multilaras Terbaru

Kantor Berita Resmi Korea Utara-KCNA dalam pemberitaannya menyebutkan, pada Selasa (22/3/2016), Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, telah memantau uji coba penembakan roket multilaras terbaru. KCNA menyebut, pemimpin Korut ini menyatakan rasa puas pada hasilnya.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »