» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Amerika Latin
18-01-2014
Venezuela - AS
Venezuela Siap Berunding dengan AS

Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan kesiapan untuk berunding dengan Amerika Serikat guna menurunkan tensi ketegangan dan mencapai sebuah titik positif dalam hubungan bilateral kedua negara.


29-12-2013
Venezuela Dapat Pinjaman 5 Miliar dollar AS dari China

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan China telah memberikan pinjaman sebesar  USD$5 miliar. Pinjaman diberikan dalam kredit di bawah kesepakatan yang dicapai pada September lalu.


15-11-2013
Venezuela Tangkap 100 Pebisnis "Borjuis"

Pemerintah Venezuela menangkap lebih dari 100 pebisnis yang dituduh borjuis menyusul kenaikan harga di ratusan toko dan perusahaan sejak pekan lalu. Sebelumnya, pemerintah juga telah menyita toko-toko elektronik yang dinilai menjual barang jauh di atas harga dasarnya.


07-11-2013
Nasionalisasi Perusahaan Asing
Mengenang dan Menyerap Inspirasi Kebijakan Nasionalisasi Hugo Chavez untuk Indonesia

Presiden legendaries Venezuela Hugo Chavez sudah wafat sejak Maret 2013 lalu, namun rekam jejaknya dalam menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing di negaranya, tetap menginspirasi negara-negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.


02-10-2013
Venezuela dan AS
Venezuela Usir Diplomat AS

Venezuela mengusir diplomat top Amerika Serikat dan dua utusan lainnya yang dianggap telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin oposisi. "Mereka melakukan aksi sabotase terhadap negeri kami," tuding Presiden Nicolas Maduro, Selasa (1/10/2013).


21-09-2013
Venezuela
Presiden Venezuela Maduro Kecam Larangan Terbang AS

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dalam pidatonya di di ibukota Karakas, mengecam tindakan Amerika Serikat terkait larangan bagi pesawat yang membawanya untuk terbang di udara Amerika Serikat.


09-09-2013
Venezuela Tuding AS
Maduro: Amerika Serikat Berusaha Menggulingkan Pemerintah Venezuela

Presiden Venezuela Nicholas Maduro menyatakan pihaknya memiliki informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat berniat menggulingkan pemerintah Caracas.


02-09-2013
Presiden Venezuela Nilai Obama Jadikan Kongres AS Pengadilan Dunia

Pemerintah Venezuela mengecam Presiden AS Barack Obama karena melangkahi PBB dan meminta Kongres untuk menyetujui serangan militer terhadap Suriah. Langkah tersebut dinilai akan merusak lembaga-lembaga internasional.


25-08-2013
AS Ingin Memulai Perang Dunia Ketiga

Presiden Venezuela menuding pemerintah Amerika Serikat sedang berupaya untuk memulai perang dunia ketiga dan memecah wilayah Suriah.


16-08-2013
Brazil Akan Adukan AS ke PBB Terkait Kegiatan Mata-mata

Brazil, Rabu, mengatakan bahwa negara itu mungkin akan mengadukan kegiatan mata-mata yang dilakukan Amerika Serikat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »