» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Amerika
24-07-2015
UU Senjata
Obama Frustasi Karena Gagal Loloskan UU Senjata

Presiden Amerika Serikat Barack Obama frustasi karena gagal meloloskan “undang-undang keamanan senjata yang masuk akal.” Obama menganggap ini menjadi kefrustrasian terbesar selama masa jabatannya.


09-07-2015
Hemat Anggaran, 40 Ribu Tentara AS Diberhentikan

Militer Amerika Serikat (AS) segera melakukan langkah besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Angkatan bersenjata ini berencana mengurangi pasukannya.


05-06-2015
Keamanan di Amerika Serikat
Pejabat AS Tuduh Peretas Cina Membobol Data Pegawai Negerinya

Pejabat Amerika Serikat mengatakan peretas Cina dicurigai melakukan "pelanggaran besar-besaran" yang mempengaruhi data jutaan pegawai pemerintah Amerika Serikat.


25-05-2015
Laporan Pentagon Tegaskan Peran AS Dirikan ISIS

Sebuah pusat riset di Amerika Serikat menegaskan peran Washington dalam pembentukan kelompok teroris ISIS berdasarkan bukti-bukti yang dilaporkan Pentagon.


12-05-2015
Kematian Osama bin Laden
Seymour Hersh: AS Bohong Terkait Operasi Penyerangan yang Menewaskan Osama bin Laden

Penulis pemenang Pulitzer Prize, Seymour Hersh dalam artikel berjudul The Killing of Osama bin Laden membeberkan bahwa terjadi kebohongan yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat seputar operasi penyerangan yang menewaskan Osama bin Laden.


01-05-2015
Unjuk Rasa "Baltimore" Meluas Sampai Kota-Kota Besar di AS

Aksi protes menentang tindakan polisi yang diduga menyebabkan seorang warga kulit hitam meninggal dunia berlangsung meluas hingga sejumlah kota di Amerika Serikat. Unjuk rasa menentang aksi polisi juga terjadi di kota-kota besar lain, seperti di Washington DC, Boston, dan Minneapolis.


28-04-2015
Kota Baltimore Rusuh, Aparat Keamanan Berlakukan Jam Malam

Aksi demostrasi menentang kematian seorang pria saat ditahan polisi berbuah kerusuhan. Akibatnya aparat keamanan Amerika Serikat memberlakukan jam malam di Kota Baltimore.


13-04-2015
Calon Presiden Amerika Serikat
Hillary Clinton Nyatakan Diri Ikut Bakal Calon Presiden

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton resmi menyatakan diri ikut serta dalam pencalonan presiden 2016 Partai Demokrat.


01-03-2015
Krisis Pendanaan Pertahanan AS
Perpanjangan Pendanaan, Departemen Keamanan AS Tak Jadi Ditutup

Amerika Serikat terhindar dari penutupan sebagian sektor di Departemen Keamanan Nasional. Dengan demikian, 250.000 karyawan departemen itu akan mendapat gaji, kendati kesepakatan jangka panjang masih terus didiskusikan.


16-01-2015
AS Kirim 400 Tentara Latih Pemberontak Suriah
Pentagon berencana mengirimkan 400 tentara untuk membantu Pemberontak Suriah dalam melawan kelompok militan ISIS. “Program ini adalah langkah penting untuk mempersiapakan pelatihan terhadap warga Suriah,”ujar Juru Bicara Pentagon, Elissa Smith, seperti dilansir Reuters, Jumat (16/1/2015).



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia

Mengapa China Bersemangat Membangun Infrastruktur di Indonesia?

Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »