» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Amerika
25-11-2014
Chuck Hagel Mengundurkan Diri
Menhan AS Mundur, Diduga Adanya Tekanan dari Gedung Putih

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Chuck Hagel mengumumkan untuk mengundurkan diri. Mundurnya Hagel ini diduga karena adanya tekanan dari Gedung Putih.


05-11-2014
Pemilu Sela
Partai Republik Unggul Sementara Dalam Pemilu Sela di Amerika

Partai Republik unggul sementara dalam hasil perhitungan suara pemilu sela di Amerika Serikat. Partai berlambang gajah itu hanya membutuhkan enam kursi lagi untuk menguasai Senat.


04-11-2014
Amerika Serikat Perketat Pengamanan Program Bebas Visa

Pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Keamanan AS, Jeh Johnson, menyatakan memperketat tindak pengamanan pada pengunjung dari negara-negara bebas visa untuk memblokir masuknya pelaku teror yang mendukung kelompok ekstrem Islamic State.


04-11-2014
World Trade Centre
Setelah 13 Tahun, Gedung WTC Dibuka Kembali

Setelah lebih dari 13 tahun, menara World Trade Centre (WTC) yang hancur akibat serangan 11 September, kini gedung baru WTC dibuka kembali.


23-10-2014
Tragedi Pembunuhan 14 Warga Irak
Empat Pekerja Blackwater Dinyatakan Bersalah Membunuh 14 Warga Irak

Setelah selama tujuh minggu proses peradilan berlangsung, akhirnya juri federal Amerika Serikat memutuskan empat penjaga keamanan perusahaan Blackwater dinyatakan bersalah telah membunuh 14 warga Irak di alun-alun Baghdad pada 2007.


02-10-2014
Pengamanan Presiden AS
Pengamanan Gedung Putih "Bocor", Kepala Dinas Pengamanan Presiden AS Berhenti

Kepala Dinas Pengamanan Presiden AS atau Secret Service yang bertugas mengawal Presiden Barack Obama, mengundurkan diri. Pengunduran dirinya itu menyusul sejumlah insiden bocornya pengamanan di Gedung Putih.


21-09-2014
Penghadangan Jet Tempur
Enam Jet Tempur Rusia Dicegat Pesawat AS dan Kanada di Alaska

Petinggi pemerintah Amerika Serikat mengabarkan penghadangan terhadap enam jet tempur Rusia setelah memasuki wilayah Zona Identifikasi Pertahanan Udara (Air Defence Identification Zone) di dekat Alaska.


23-08-2014
Petagon Protes Cina atas Tindakan 'Cegat' Jet Patroli AS

John Kirby, Juru bicara Petagon mengatakan Amerika Serikat telah mengirim protes kepada militer Cina atas tindakan Cina yang mencegat pesawat AS di udara.


20-08-2014
Diskriminasi di Amerika Serikat
Navi Pillay Kritik Diskriminasi di Amerika Serikat

Komisaris tinggi HAM PBB, Navi Pillay Selasa (19/8) mengatakan, bentrokan antara polisi dan demonstran di kota Ferguson, Amerika mengingatkan kekerasan etnis akibat Apartheid di Afrika Selatan.


18-08-2014
Patung Gadis Perbudakan Syahwat Kedua Berdiri di Michigan

Patung gadis korban perbudakan syahwat militer Jepang kedua telah berdiri di Amerika Serikat, di Southfield, Negara Bagian Michigan.




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »