» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepentingan Nasional
22-02-2017
Oleh : Wildan Nasution*)
Menyoal Perselisihan antara SBY-Antasari Azhar

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menuding mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sosok dibelakang tuduhan pembunuhan yang menyebabkan Antasari Azhari dibui selama 18 tahun. Antasari mengklaim bahwa Yudhoyono telah menginstruksikan pengusaha besar, Hary Tanoesoedibjo untuk menjenguknya beberapa minggu sebelum dia ditangkap, dimana Hary Tanoesoedibjo meminta Antasari untuk tidak menahan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan, yang telah melakukan korupsi.


22-02-2017
Oleh : Toni Ervianto*)
Pilkada 2017 di Aceh: Pertumbuhan Demokrasi di Aceh

Propinsi Aceh telah melaksanakan Pilkada Bupati dan Walikota sebanyak 21 daerah, dan juga melaksanakan Pilkada Gubernur Aceh dengan aman dan lancar pada 15 Februari 2017, dimana masyarakat Aceh menunjukkan antusiasme mereka yang tinggi untuk menggunakan hak pilihnya. Semua penduduk Aceh yang memiliki hak pilih merasakan mereka dapat memilih pemimpin baru mereka untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan di Aceh, dan melalui terpilihnya pemimpin yang tepat, diharapkan pemimpin hasil Pilkada 2017 di Aceh akan “sangat berguna”, karena pemimpin yang berkapabilitas dan berguna adalah contoh yang baik. Hal tersebut dapat dilihat ketika kandidat atau pemimpin akan serius menerapkan syariah Islam, kata Roni seperti dikutip Biro Antara. Pemimpin masa depan Aceh baik Gubernur, Bupati dan Walikota adalah seseorang yang tidak suka melakukan intimidasi, karena intimidasi dan kekerasan harus dihentikan selamanya di Aceh. Memang, berdasarkan UU No. 11/2006 menjamin Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah mempunyai status khusus di Indonesia dan pemerintahan Aceh dapat menegakkan syariah Islam.


22-02-2017
Oleh : Bayu Kusuma *)
Kemana Arah Hak Angket “Ahok Gate” ?

Empat fraksi di DPR (F-PAN, F-Gerindra, F-PKS dan F-PD) bersepakat menggulirkan isu Hak Angket kepada pemerintah terkait dengan status Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), yang tidak dinonaktifkan meski statusnya telah menjadi terdakwa kasus penistaan agama. Sinyal penolakan Hak Angket muncul dari Fraksi pendukung pemerintah.Wakil Ketua Fraksi NasDem, Johnny G Plate, menyatakan bahwa Hak Angket tersebut bermuatan politik karena terkait Pilgub DKI Jakarta, dan semestinya dapat diselesaikan dengan meminta keterangan dari Mendagri dalam Rapat DPR.  Penolakan serupa juga muncul dari Fraksi Golkar sebagaimana diutarakan oleh Idrus Marham, Sekjen Golkar, bahwa permasalahan yang hendak diselidiki melalui Hak Angket tidak memiliki alasan yang kuat baik menurut aturan perundang-undangan maupun alasan politik.  Meski demikian, persoalan Hak Angket ini tetap bergulir dan menunggu pembahasan di Paripurna nanti sebelum masa reses DPR.


22-02-2017
Oleh: Otjih Sewandarijatun *)
Evaluasi dan Dinamika Putaran Kedua Pilgub DKI Jakarta

Hasil Pilgub DKI Jakarta 2017 telah diketahui melalui real count versi Situng (sistem penghitungan) KPU yang datanya berasal dari salinan C1 (sertifikat hasil penghitungan perolehan suara) di setiap TPS.  Meski sempat menuai tanda tanya akibat adanya perubahan data padahal posisi entry data sudah 100%, namun hasil real count KPU ini telah memastikan bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran karena tidak ada paslon yang memperoleh suara lebih dari 50%.  Sesuai data real count KPU, paslon No. 1, Agus-Sylvi memperoleh 17, 07% (936.609), No. 2, Basuki-Djarot sebesar 42,96% (2.357.637), dan No. 3, Anies-Sandi sebesar 39,97% (2.193.636).Namun demikian, Hasil final tetap akan menunggu penghitungan manual secara bertahap dari formulir C1 asli.


21-02-2017
FREEPORT
Saya belum membaca pembahasan mengenai KK vs IUPK yang menjadi sumber konflik antara Freeport dengan Pemerintah. Jadi saya tidak akan sok tahu membahasnya. Tapi, mengingat sejarah bercokolnya Freeport di Indonesia, ketika Freeport sampai main ancam akan mengadukan Indonesia ke arbitrase internasional, artinya pemerintah kita sedang melakukan sesuatu yang berani, yang merugikan Freeport. Artinya, dalam hal ini pemerintah harus didukung/dibela, kalau perlu demo besar-besaran menentang Freeport, supaya pemerintah mampu terus bertahan di tengah tekanan besar.
 
***

21-02-2017
Oleh : Erlangga Pratama *)
Komunisme: Antara Ilusi dan Realita
Sejarah mencatat, PKI pernah memberontak tahun 1948, menjadi pemenang keempat dengan lebih dari 6 juta suara pada Pemilu 1955, hingga terlibat dalam krisis politik dan tragedi kemanusiaan tahun 1965 yang mengakhiri sepak terjang PKI di Indonesia.Di dunia, Vladimir Ulyich Lenin menggulingkan kekaisaran Rusia danmendirikan Uni Sovyet setelah memenangkan revolusi Bolshevik 1917. Sementara di China, Mao Tze Tung mendirikan RRC tahun 1949 setelah mengalahkan faksi nasionalis Kuomintang, Chiang Kai Shek dan berkuasa di negara dengan penduduk 1,2 milyar hingga saat ini. Di Korea Utara, komunisme ditransformasikan dengan ajaran Juche oleh Kim Il Sung, Vietnam setelah bersatunya Vietnam Utara dan Selatan dibawah kepemimpinan Ho Chi Minh, serta Kuba setelah Fidel Castro menggulingkan Fulgencio Batista.

21-02-2017
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, masih belum jelas betul siapa yang layak menyandang predikat ulama. Pasalnya, jika ada orang yang pandai bicara, menghapal sejumlah ayat dan berpakaian gamis, sudah bisa tampil sebagai ulama.

11-02-2017
Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Berbicara kapitalisme harus mengetahui apa itu ideologi. Ideologi adalah sebagai dasar, di setiap tindakan yang harus mempunyai idologis. Radikal merupakan ciri pertama merubah pemikiran manusia mengenai apa yang difikirkan, contoh seperti pemikiran atau perkataan yang menyatakan bahwa Nabi Muhamad SAW bukan Nabi atau Rasul dari umat muslim, itulah yang disebut radikal yang revolusioner.


11-02-2017
Oleh : Andreas P, Pemerhati Politik Kebangsaan
Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Indonesia terdiri lebih dari 1.000 etnis dengan berbagai adat istiadat dan norma hidup serta bahasa yang berbeda. Kekayaan etnis tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk mempersatukan bangsa, namun kenyataan justru meningkatkan ekskalasi konflik di tengah masyarakat. Dalam periode antara 1997-2004, terjadi 3.600 kali konflik dengan jumlah korban sedikitnya 10.700 orang belum termasuk konflik Aceh, Maluku dan Papua.


10-02-2017
Oleh : Ananda Rasti *)
Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Kerukunan antar umat beragama bisa mengatasi perbedaan dan saling menerima demi terciptanya perdamaian. Indahnya kemajemukan di Indonesia juga terlihat salah satunya di Papua, karena tanah Papua merupakan Indonesia mini, sehingga kemajemukan berada disini dan semua perbedaan suku, ras maupun agama, namun kemajemukan tersebut berpotensi tinggi jika dikelola dengan baik. Masyarakat di tanah Papua sudah bisa bersikap dewasa, sehingga masyarakat Papua menerima setiap masyarakat pendatang maupun dari agama lain. Kerukunan umat beragama merupakan aset bangsa guna kelancaran pembangunan di NKRI.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »