» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepentingan Nasional
08-12-2016
Kedaulatan dan Ketahanan Pangan Nasional
Kementan dan TNI AD Membuka 132.129 hektare Sawah Baru

Selama 2016 Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat telah membuka sawah baru seluas 132.129 hektare (ha) di 27 provinsi. Langkah ini sebagai upaya Kementan memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.


02-12-2016
SIARAN PERS
GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI) DAN VOX MUDA SELENGGARAKAN DISKUSI TERBATAS TENTANG AKTUALISASI POLITIK LUAR NEGERI RI BEBAS-AKTIF
Senin 5 Desember 2016 mulai dari jam 13.00 hingga 17.00, Global Future Institute dan beberapa mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Nasional yang tergabung dalam media nasional Vox Muda dotcom akan menggelar Diskusi terbatas para ahli dan pejabat senior berbagai kementerian, dengan mengangkat tema: MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN KEMBALI POLITIK LUAR NEGERI RI YANG BEBAS DAN AKTIF. 

30-11-2016
Oleh : Kurniadi *)
PROSES HUKUM KASUS AHOK, BISAKAH MENJADI SOLUSI DAMAI?
Suhu politik nasional menjelang unjukrasa “super damai” 212 (yang dalam medsos diplesetkan dengan Wiro Sableng) semakin memanas. Tampaknya upaya kanalisasi dari menggulirnya isu besar 212 tidak lagi terbendung baik ditataran nyata ataupun melalui medsos. Salah seorang pengamat asing yang tidak mau disebutkan namanya kepada penulis mengatakan “the current situation in Indonesia is look like as eruption of the volcano/situasi terkini di Indonesia nampak seperti ledakan gunung berapi”.

25-11-2016
Jangan Adu TNI-POLRI, Jangan Benturkan Negara cq Aparatnya dengan Umat Islam!

Agaknya, hiruk-pikuk jagad politik di Tanah Air yang dipicu oleh "kasus pulau seribu" kian memanas. Tidak cuma pemain lokal berkecimpung memanfaatkan moment, aktor-aktor global pun turut bermain. Itu keniscayaan. Kenapa? Jelas. Bicara Jakarta berarti berbicara tentang Indonesia, karena ia (Jakarta) adalah etalase negeri ini. Mengkaji Indonesia, artinya juga membahas (geo) politik global, oleh sebab banyak kepentingan para adidaya disini. Kenapa demikian, Indonesia dalam perspektif geopolitk global, selain didudukkan sebagai pemasok raw material, pasar yang tak pernah kenyang, tempat putar ulang kapital para negara produsen (apapun) ---karena cangkul dan ikan asin saja harus impor--- juga yang terkini bahwa faktor geografi memposisikan sebagai lintasan sealanes of communication/transportatian (SLOC/T). Jalur distribusi (pangan, minyak, dll) dan lintasan barang dan jasa berbagai negara yang tak pernah sepi.


25-11-2016
Wildan Nasution *)
Maklumat Polri dan Perkiraan Skenario 212

Sejumlah Kapolda di wilayah yang merupakan basis massa organisasi dan kelompok Islam akan mengeluarkan maklumat yang melarang pemberangkatan massa untuk melakukan demonstrasi di Jakarta pada 25 November dan 2 Desember 2016.


24-11-2016
Stanislaus Riyanta*)
Hormati Hukum, Aksi 212 Tidak Perlu Dilakukan

Ahok dianggap menistakan agama saat berbicara di depan warga Kepulauan Seribu. Gubernur DKI non aktif ini menyebut surat Al Maidah ayat 51 dipakai membohongi warga untuk tidak memilihnya. Ucapan Ahok ini membuat dirinya dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan penistaan agama. Tidak hanya dilaporkan ke Polisi, unjuk rasa besar-besaran terjadi pada tanggal 28 Oktober 2016, dan 4 November 2016 sebagai reaksi atas ucapan Ahok.


23-11-2016
Oleh: Bagus Taruno Legowo*)
Tiga Teori Bangsa Menurut Bung Karno
Ada 3 teori untuk mengenali Bangsa Indonesia menurut Ir. H. Soekarno:
  1. Teori senasib sepenanggungan dan kesamaan sejarah (Otto Bauer).
  2. Teori kesamaan cita-cita atau kehendak yang terkenal dengan istilah 'raison de etre ensemble' (Ernest Renan). 
  3. Teori geopolitik dan geostrategis, dimana antara manusia dan alam tempatnya berada sudah menyatu ribuan tahun.

23-11-2016
Oleh : Toni Ervianto*)
UNJUK RASA 2 DESEMBER, MALAH MENGUNTUNGKAN AHOK
Ditengah menguatnya polarisasi antar pendukung  menjelang Pilkada serentak 2017, pihak-pihak yang berwenang telah melakukan sejumlah langkah untuk meredakan situasi nasional yang memanas akibat adanya kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

23-11-2016
Oleh : Wildan Nasution *)
MAKLUMAT POLRI DAN PERKIRAAN SKENARIO 212
Sejumlah Kapolda di wilayah yang merupakan basis massa organisasi dan kelompok Islam akan mengeluarkan maklumat yang melarang pemberangkatan massa untuk melakukan demonstrasi di Jakarta pada 25 November dan 2 Desember 2016.

17-11-2016
Mengkaji Aksi Massa 25 November 2016
Adanya pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait Surah Al-Maidah ayat 51, yang dinilai sebagai penistaan agama Islam oleh beberapa kelompok pemuda maupun Ormas Islam, telah memicu emosi masyarakat luas untuk menuntut ketegasan hukum memenjarakan Ahok. Hal ini ditunjukkan melalui adanya aksi bela Islam II pada 4 November 2016 lalu. Aksi ini dikoordinatori oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat maupun kelompok pemuda dalam mengemukakan penolakan serta penjarakan Ahok. Pernyataan yang dikemukakan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memanglah sensitif karena dapat dibelokkan atau secara tidak langsung memberikan peluang bagi kelompok oposisi atau oknum yang berkepentingan membawa isu ini menjadi masalah nasional.



PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »