» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepentingan Nasional
21-02-2017
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, masih belum jelas betul siapa yang layak menyandang predikat ulama. Pasalnya, jika ada orang yang pandai bicara, menghapal sejumlah ayat dan berpakaian gamis, sudah bisa tampil sebagai ulama.

11-02-2017
Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Berbicara kapitalisme harus mengetahui apa itu ideologi. Ideologi adalah sebagai dasar, di setiap tindakan yang harus mempunyai idologis. Radikal merupakan ciri pertama merubah pemikiran manusia mengenai apa yang difikirkan, contoh seperti pemikiran atau perkataan yang menyatakan bahwa Nabi Muhamad SAW bukan Nabi atau Rasul dari umat muslim, itulah yang disebut radikal yang revolusioner.


11-02-2017
Oleh : Andreas P, Pemerhati Politik Kebangsaan
Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Indonesia terdiri lebih dari 1.000 etnis dengan berbagai adat istiadat dan norma hidup serta bahasa yang berbeda. Kekayaan etnis tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk mempersatukan bangsa, namun kenyataan justru meningkatkan ekskalasi konflik di tengah masyarakat. Dalam periode antara 1997-2004, terjadi 3.600 kali konflik dengan jumlah korban sedikitnya 10.700 orang belum termasuk konflik Aceh, Maluku dan Papua.


10-02-2017
Oleh : Ananda Rasti *)
Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Kerukunan antar umat beragama bisa mengatasi perbedaan dan saling menerima demi terciptanya perdamaian. Indahnya kemajemukan di Indonesia juga terlihat salah satunya di Papua, karena tanah Papua merupakan Indonesia mini, sehingga kemajemukan berada disini dan semua perbedaan suku, ras maupun agama, namun kemajemukan tersebut berpotensi tinggi jika dikelola dengan baik. Masyarakat di tanah Papua sudah bisa bersikap dewasa, sehingga masyarakat Papua menerima setiap masyarakat pendatang maupun dari agama lain. Kerukunan umat beragama merupakan aset bangsa guna kelancaran pembangunan di NKRI.


10-02-2017
Oleh : Datuak Tjumano *)
Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Berbicara kapitalisme harus mengetahui apa itu ideologi. Ideologi adalah sebagai dasar, di setiap tindakan yang harus mempunyai idologis. Radikal merupakan ciri pertama merubah pemikiran manusia mengenai apa yang difikirkan, contoh seperti pemikiran atau perkataan yang menyatakan bahwa Nabi Muhamad SAW bukan Nabi atau Rasul dari umat muslim, itulah yang disebut radikal yang revolusioner.


09-02-2017
Oleh: Iqbal Fadillah, Pemerhati Sosial dan Politik
Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Gerakan tiga puluh September tahun 1965 ialah suatu peristiwa yang tak dapat dilupakan di seluruh benak rakyat Indonesia. Berdasarkan sejarah, pemberontakan tersebut dimotori oleh PKI atau Partai Komunis Indonesia terhadap pemerintah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

 


09-02-2017
Oleh: M. Akmal, Pemerhati Sosial dan Politik
Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedua kalinya kembali diselenggarakan, tepatnya pada 15 Februari 2017 mendatang. Sebanyak 101 daerah di Indonesia akan memeriahkan perhelatan pesta 5 tahun sekali.


26-01-2017
Pemerintah Pastikan Indonesia Batal Gabung TPP

Pemerintah Indonesia besar kemungkinan tidak akan bergabung dalam kerja sama Trans Pacific Partnership (TPP). Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintah Sekretariat Wakil Presiden Dewi Fortuna Anwar mengatakan, bila Amerika Serikat menarik diri dari TPP, Indonesia tidak perlu menindaklanjuti keinginan bergabung.


25-01-2017
Tim Polri Berangkat ke Sudan Rabu Malam

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengatakan tim Polri akan berangkat ke Sudan Rabu malam terkait kasus penyelundupan senjata dan amunisi yang diduga dilakukan pasukan perdamaian Indonesia (Formed Police Unit/FPU) VIII di Bandara Al-Fashir.


23-01-2017
Oleh: Iqbal Fadillah *)
Stop Provokasi, Papua Itu Indonesia

Isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua kembali menjadi sorotan dunia. Banyak tokoh mancanegara memberi perhatian terhadap konflik seperti tak berkesudahan di tanah mutiara hitam.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »