» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepentingan Nasional
15-11-2016
Mewaspadai Kerawanan Pilkada Serentak 2017
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak merupakan sistem yang dianggap paling demokratis. Pada pelaksanaan ini, rakyat secara langsung memilih kepala daerahnya sehingga dapat secara langsung mengawasi pola kepemimpinan kepala daerah dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pilkada Serentak merupakan bentuk implementasi desentralisasi politik.

16-11-2016
oleh : Stanislaus Riyanta
Aksi Teror di Samarinda Bukan Pengalihan Isu
Setiap kali ada aksi teror di Indonesia selalu ada pihak yang mereka-reka teori konspirasi terkait aksi tersebut. Ujung-ujungnya aksi teror disebut sebagai permainan intelijen, pengalihan isu, atau apapun yang justru akan mengaburkan niat dan motif sesungguhnya. Hal ini terjadi juga pada aksi teror di  Gereja Oikumene RT 003 Nomor 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Kalimantan Timur pada Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.00 WITA. Aksi yang mengakibatkan 4 balita menjadi korban dan 1 diantaranya meninggal dunia dianggap oleh pihak tertentu sebagai aksi pengalihan isu.

13-11-2016
Ancaman Kontemporer Indonesia

Tak boleh disangkal, isu aktual yang tengah berputar-putar di kelompok negara nation state (negara bangsa) seperti Indonesia ialah tesis akademis: "Bahwa nation state sudah tidak memadai dan/atau tak layak lagi, maka harus diganti dalam bentuk lain, seperti negara kepentingan (corporate state) misalnya, atau negara suku (ethnic state), negara agama (religius state) dan lain-lain."


11-11-2016
Pacul dan Kekuatan Ekonomi Bangsa
Pacul, sebutan untuk cangkul yang biasa dipakai sehari-hari oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama orang Sunda dan Jawa. Selama ini, cangkul menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di pedesaan. Saking dekatnya dengan kehidupan masyarakat, cangkul hadir menjadi tembang daerah yang dinyanyikan rakyat jelata sehari-hari. Di Jawa, R.C. Hardjosubroto, seorang komposer karawitan Jawa menciptakan lagi Gundhul Pacul. Konon, lagu ini sebelumnya dikarang oleh Sunan Kalijaga, dan Hardjosubroto hanya mempopulerkan sekaligus menyusun ulang langgamnya.

09-11-2016
Oleh Helmi Aditya
Know Your Enemy

Nosi yang terus diberikan Washington dengan informasi salah kirim senjata, dan sebagainya yang diungkap ke publik adalah murni psikologis.


09-11-2016
Opini Publik sebagai Panglima
Jika dicermati, sepertinya ada tiga fase ---entah adagium, jargon, atau paradigma--- politik yang relatif dominan mewarnai (peradaban) perjalanan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan dulu. Pertama, ialah adagium: "Politik sebagai panglima." Tak bisa dielak, hal tersebut bahkan berlangsung hingga 2 (dua) orde yakni orde lama dan orde baru, dimana tertandai dengan adanya lembaga ekstra yudisial semacam Koopkamtib, "Petrus," termasuk berlakunya UU Subversif dan lain-lain

05-11-2016
Jokowi: Kerusuhan Usai Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik

Presiden Joko Widodo menuding kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) malam didalangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.


02-11-2016
Geopolitik Kontemporer
Bahwa globalisasi yang bercirikan liberalisasi dan demokrasi telah membidani apa yang disebut dengan post modern/posmo geopolitik. Namun saya lebih suka mengistilahkan "Geopolitik Kontemporer" yaitu unsur-unsur geopolitik terbarukan atau kekinian akibat perkembangan lingkungan strategis yang bergerak. Amerika (AS) misalnya, ia mengubah geopolitiknya sebagaimana Annual Report to Congress 2006 tentang Military Power yang dibuat Departement of Defence US. Isi laporan tersebut, intinya mengantisipasi perkembangan militer Rusia, Korea Utara, China serta pemantauan terhadap perkembangan negara di Kawasan Asia.

02-11-2016
Perang Mosul dan Jurus Mabuk Erdogan
Di tengah suasana kecamuk perang pembebasan Mosul, Irak Utara, dari cengkraman kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dielu-elukan terutama oleh kalangan Ikhwanul Muslimin sebagai ksatria gagah perkasa belakangan ini terlihat begitu gelisah menyaksikan perkembangan situasi Mosul.

29-10-2016
Renungan Sumpah Pemuda
Generasi Keriput

SAMUEL Ullman (1840—1924) pernah menulis dalam prosa liriknya, Youth, yang terjemahan bebasnya kurang lebih begini: "Muda itu bukan urusan umur, melainkan sikap pemikiran; bukan berarti pipi kemerahan, bibir merah merekah dan dengkul kuat, melainkan terletak pada kemauan, kualitas imajinasi, kekuatan emosional, kesegaran dan kebugaran dari sumber paling dalam kehidupan."




PREVIOUS   12345678910   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »