» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepentingan Nasional
27-09-2016
Menanti Gebrakan BG di BIN

Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) usailah sudah  dilakukan, Rabu (7/9/2016). Komisi I DPR menyatakan Komjen Budi Gunawan atau BG layak dan patut menggantikan Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

 


27-09-2016
Nasionalisme Buta Mahasiswa Papua

Aksi tuntutan kemerdekaan West Papua masih terus diupayakan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dengan memanfaatkan masyarakat Papua, khususnya kaum muda dan mahasiswa Papua. Aksi sering diikuti dengan penggunaan berbagai atribut yang seolah-olah menunjukkan kebebasan berekspresi mahasiswa Papua sesuai dengan gaya masing-masing. Akan tetapi, apakah mahasiswa-mahasiswa Papua tersebut mengetahui apa yang diperjuangkan oleh mereka dengan dalih Nasionalisme Papua? Atau, mahasiswa-mahasiswa Papua (lagi-lagi) hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang ingin mendapatkan keuntungan dari “teriakan lantang” kemerdekaan Papua.


26-09-2016
Papua
Negara di Kepulauan Pasifik masih Percaya Kepada Indonesia

Upaya ULMWP untuk menginternasionalisasikan masalah Papua tampaknya akan banyak menghadapi kendala secara internal maupun secara eksternal. Kendala internal yang paling menonjol walaupun terkesan disembunyikan oleh kalangan aktivis Papua adalah kecurangan dan melunturnya figur Benny Wenda, dan secara eksternal banyak permasalahan di kawasan Kepulauan Pasifik yang menyebabkan negara-negara Pasifik Selatan akan sangat tergantung kepada Indonesia.


23-09-2016
Abu Sayyaf Bebaskan Lagi Satu Sandera WNI

Seorang  sandera warga negara Indonesia kembali dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, yakni Herman Manggak. Herman merupakan nelayan asal Sulawesi Selatan yang bekerja di kapal ikan berbendera Malaysia. Dia dibebaskan setelah  diculik pada 3 Agustus 2016 di perairan Sabah, Malaysia.


21-09-2016
AS Ingin Menggulingkan Pemerintah Suriah
Seorang aktivis dari Pusat Aksi Internasional, Sara Flounders mengatakan semua skenario Amerika Serikat di Suriah bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Damaskus, yang dipilih oleh rakyat.

20-09-2016
Hasil Olah Pikir dan Kontemplasi Terkait Pilkada DKI Jakarta
Skema Pilpres dan Pilkada DKI, dibuat dalam satu paket. Maka itu, skema bisnis sebagai bensin penggeraknya, harus dijadikan landasan pemersatu skema Pilpres dan Skema Pilkada DKI untuk menggalang dukungan suara seluas-luasnya pada Pilpres 2019.

20-09-2016
Oleh : Wildan Nasution *)
Bertindak Anarkis, Perlukah Rakyat Papua ke KNPB?
Massa simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dikabarkan menyerang Markas Kepolisian Resor Yahukimo, dengan menggunakan batu, kayu dan besi, pada Sabtu ( 17/9)  lalu.  Sedikitnya 20 orang berhasil diamankan aparat kepolisian terkait indisen tersebut. Diduga tindakan nekat simpatisan KNPB yang berjumlah 300-an orang, buntut penangkapan sejumlah simpatisan KNPB oleh aparat kepolisian setempat, ketika membagikan selebaran di kawasan Ruko Pasar Lama Kota Dekai.

16-09-2016
Oleh : Stanislaus Riyanta *)
MIT Hampir Tamat, Program Pemulihan Harus Dilaksanakan
Akhirnya M Basri alias Baging tertangkap hidup-hidup oleh Satuan Tugas Operasi Tinombala. Selain ditangkapnya Basri, yang merupakan orang terkuat di kelompok Mujahidin Indonesia Timur pasca tewasnya Santoso, Satgas Tinombala juga menembak mati Andika. Berdasarkan catatan Polri sekarang anggota kelompok MIT tinggal 13 orang. Sisa orang MIT yang masih dianggap berbahaya tinggal Ali Kolara, walapun tidak sebahaya Santoso atau Basri. Dengan keadaan tersebut maka moril anggota MIT jatuh, dan MIT hampir tamat. 

16-09-2016
Oleh : Paramitha Prameswari *)
Hanya Mereka yang Bodoh, yang Menjadi Teroris

Peristiwa bom bunuh diri merupakan salah satu momen yang dimanfaatkan oleh kelompok teroris guna mendongkrak eksistensi kelompok mereka di mata dunia, atau setidaknya sebagai bentuk penekanan terhadap pemerintah dimana wilayahnya yang dibom oleh teroris.


16-09-2016
Oleh: Wahyudi Adi *)
Logika Pancasila Jauh Lebih Cerdas dari Logika Komunisme

Belum lama ini, menghangatnya pemberitaan perihal bangkitnya kembali komunisme, terlebih setelah sebelumnya tiba-tiba terjadi trend penggunaan simbol bergambar palu-arit yang merupakan lambang PKI telah banyak ditemukan, baik di dinding-dinding sebuah kampus, berbentuk bendera, tas, sepatu ataupun dalam bentuk pin, dan belakangan ditemukan berita dari akun sebuah media sosial perihal adanya rencana pembagian 102 ribu potong kaos berlogo PKI secara gratis untuk memperingati hari ulang tahun PKI pada tanggal 9 Mei 2016, dan diikuti dengan berita penggeledahan dan penangkapan semua toko atau kios yang diduga menjual kaos berlogo PKI oleh aparat Kepolisian.




PREVIOUS   1234567891011   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »