» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Geopolitik
27-08-2015
Hak Kekayaan Intelektual: Instrumen Hukum Untuk Layani Kepentingan Uni Polar AS dan Uni Eropa?

Tanpa banyak diperbincangkan di media massa, Indonesia sesungguhnya sedang menghadapi berbagai medan pertarungan di kancah forum penyelesaian sengketa perdagangan internasiona. Di WTO Indonesia masuk dalam daftar negara berkategori Priority Watch List yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serikat. Bagaimana memaknai isu-isu tersebut?


19-08-2015
Perkembangan Papua
Menakar Kepedulian Presiden RI Terhadap Papua

Kalau dicermati secara subyektif hanya Soekarno, Proklamator sekaligus Presiden RI yang pertama yang memiliki kepedulian tinggi terhadap Papua. Yaitu provinsi wilayah paling Timur itu harus menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI. Indonesia bukanlah sebuah negara, jika tidak terdiri dari Barat (Sabang-Aceh ) sampai ke Timur (Merauke-Papua).


05-08-2015
Membayangkan Masa Depan Sulut dalam Kiprah Global

Sarundajang berharap WOC akan menjadi momentum penting penyelamatan ekosistem global melalui itikad baik setiap negara dan pihak di seluruh belahan dunia untuk membuka diri membangun komitmen yang akan termuat dalam Manado Ocean Declaration. WOC pada gilirannya membangun hegemoni Indonesia di bidang diplomasi, karena berbagai capaian gemilang yang berhasil ditoreh menyangkut masa depan Global. Umbas (2009:11).


27-07-2015
Aceh dan Papua, Satu Skema Penguasaan Asing?

Munculnya peristiwa Tolikara di Papua telah memberi pelajaran banyak hal. Peristiwa yang diletupkan lewat pendekatan SARA, ternyata memiliki dimensi yang lebih luas. Tidak hanya soal geopolitik dan geoekonomi, tetapi juga masa depan Indonesia dan NKRI. Apabila kita mau tarik ke belakang, skema yang muncul di Papua hampir kongruen (sebangun) dengan apa yang terjadi di Aceh. Ujung ekstremnya sama: tuntutan merdeka. Sebagai jalan untuk membangun posisi sejajar dengan pemerintah pusat demi kepentingan bargaining posisi.


24-07-2015
Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?

Jenderal vo Nguyen Giap, konseptor dan arsitek pertahanan nasional Vietnam yang sukses mengusir Perancis pada 1954 dan Amerika Serikat pada 1975, pernah mengungkap rahasia suksesnya: Kekuatan Kami, baik defense maupun offensive, kami dasarkan atas keadaan-keadaan yang nyata dari Vietnam sendiri. Bukan atas dasar pengetahuan dari luar. Melainkan atas dasar pengetahuan geopolitik dari Vietnam.


03-07-2015
Konflik Dunia
Gatot Nurmantyo: Bisa Jadi Konflik Dunia Bergeser ke Indonesia

Calon Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bisa jadi Indonesia akan menjadi sasaran ancaman global di masa depan karena Indonesia memiliki sumber daya alamnya yang berlimpah.


 


26-06-2015
Ruang Sebagai Inti Geopolitik

Salah satu teori geopolitik menyatakan, ada empat dasar utama dalam konsepsi geopolitik yakni ruang, frontier (batas/perbatasan), politik, dan keamanan. Maka wajar saja jika isue-isue seputar empat aspek tadi senantiasa sexy di mata publik. Dalam konteks ini, ruang merupakan inti geopolitik, artinya akan selalu ada upaya-upaya untuk memperluas wilayah pengaruh tiap-tiap bangsa hingga melampaui teritori kedaulatannya. Hal ini diterjemahkan oleh Frederich Ratzel, bahwa negara sebagai suatu kesatuan antara tanah dengan rakyatnya adalah organisasi yang tumbuh sebagaimana organisasi lainnya. Perbatasan sifatnya dinamis serta berubah-ubah. Pernyataan ini merupakan ekspresi sifat ekspansionis kelompok negara agresif penganut teori Ratzel.


23-06-2015
Geopolitik Kawasan Asia Tenggara: Perspektif Maritim

A whole history of power or knowledge remains to be written of spaces, which would at same time be a history of powers, from the great strategies of the geopolitics to the little tactics of the habitats (Foucault, 1972).

1. Pendahuluan

Kawasan Asia Tenggara merupakan wilayah yang didominasi oleh perairan daripada daratan. Situasi demikian berimplikasi pada lebih dominannya isu-isu politik dan keamanan yang terkait dengan domain maritim daripada isu-isu lainnya. Dari sembilan choke points strategis dunia, empat di antaranya berada di kawasan ini. Dengan demikian, bukan suatu hal yang berlebihan apabila menyimpulkan bahwa geopolitik kawasan akan terkait pula dengan domain maritim.


10-06-2015
Tanpa Kesadaran Geopolitik, Indonesia Akan Jadi Budak Tiongkok Atau AS

Pemerintah harus punya kesadaran geopolitik dalam membangun aliansi strategis dengan Tiongkok atau Amerika Serikat dan sekutunya yang saat ini sedang berebut pengaruh di kawasan Asia Pasifik. Tanpa kesadaran geopolitik, Indonesia bisa terjebak dalam perangkap perbudakan atau skema kolonialisme baru non-militer yang dikembangkan negara-negara adidaya.


01-06-2015
Indonesia Tidak Akan Diserang Secara Militer

Asumsi saya, Indonesia tidak mungkin akan diserang secara militer sebagaimana serbuan terhadap Irak, Syria, Libya, dll oleh negara dan pakta-pakta pertahanan manapun dengan alasan apapun, mengapa?




PREVIOUS   1234567   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »