» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Migas
12-06-2015
Sistem di Kementerian ESDM Dinilai Breakdown, Sudirman Said Marah Pada Komisi VII

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said pada saat berlangsung rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR, Kamis (11/06/2015), tiba-tiba menunjukkan kemarahannya di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Pasalnya, anggota dewan menilai sistem diinstitusinya tidak berjalan baik atau breakdown.


11-06-2015
Kerjasama Indonesia-Azerbaijan
Indonesia-Azerbaijan Sepakat Tingkatkan Kerjasama Energi

Indonesia dan Azerbaijan menyekapati peningkatan Kerjasama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi khususnya di sektor minyak dan gas bumi. Kerjasama kedua negara tersebut berlangsung disaat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM), Sudirman Said, melakukan kunjungan kerja ke Baku, Azerbaijan (5/6/2015).


09-06-2015
Faisal Basri vs Pertamina
Silang Pendapat Faisal Basri Vs Pertamina Soal Minyak Sonangol, Siapa Bohong?

Minyak impor dari Sonangol Angola sebanyak kurang lebih 1 juta bbls/bulan gagal bongkar di terminal Balongan akibat minyak mentahnya beku  dan dialihkan ke kilang Cilacap. Kontan saja kabar ini membuat terhenyak banyak kalangan. “Masuk itu barang?,” sentak Yusri Usman, pemerhati kebijakan energi nasional, kepada theglobal-review.com, Senin (8/6/2015) di Jakarta.


21-05-2015
Misteri Ketidakhadiran Daniel Purba saat Raker Komisi VII

Tidak hadirnya Daniel purba, mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak & Gas yang dipimpin oleh Faisal Basri di rapat dengar pendapat DPR RI Rabu malam kemarin (20/5) mengundang tanya beberapa  anggota DPR Komisi VII.  Utamanya dipertanyakan langsung oleh Ketua Komisi VII Kardaya Warnika dari fraksi Gerindra. Anehnya, Faisal pun tidak mengetahui kenapa Daniel tidak hadir malam ini. Padahal dia yakin Daniel tentunya tahu bakal andanya undangan dari Komisi VII yang antara lain menangani sektor Migas ini.


31-03-2015
Privatisasi Pertamina
Benarkah Pemerintah Akan Jual Pertamina?

Pemerintah Jokowi-JK pada 28 Maret lalu kembali menaikkan harga BBM jenis premium dan solar menjadi Rp 7.400 dan solar Rp 6.900. Kabarnya pemerintah juga akan menjual PT. Pertamina ke pihak swasta (privatisasi) melalui menjual obligasi milik Pertamina kepada publik yang masuk ke dalam daftar Bursa Efek Indonesia. Benarkah?


27-02-2015
Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
Berbicara di Economic Club of New York pada Rabu (11/2/15), Ketua Dallas Federal Reserve Richard Fisher mengatakan "Saudi sudah merekayasa krisis minyak.”

26-02-2015
SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali
Di dunia migas, Indonesia sesungguhnya memiliki satu sistem kontrak kerjasama yang cukup spektakuler sebagai buah pikiran dari Ibnu Sutowo. Sayang, tokoh yang pernah menjabat sebagai Dirut Pertamina pertama ini lebih dikenal sebagai koruptor di era Soeharto. 

26-01-2015
Migas Nasional
PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina

Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menuntut penguasaan Negara atas sektor yang dinilai menguasai hajat hidup rakyat banyak. Mengingat sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui itu merupakan kekayaan alam terbesar Indonesia yang diharapkan dapat mendorong sekaligus mempercepat tangga kemakmuran bangsa. Sehingga pada awal kekuasaan Orde Baru, sekitar tahun 1973, pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sempat diandalkan sebagai penghasil devisa Negara terbesar, sekitar 60%. Saat ini pun, kendati sektor migas tinggal menyisakan kontribusi sekitar 11,79% dari total APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), Namun masih “dipaksa” menjadi andalan.


20-01-2015
Harga Minyak Turun di Bawah 49 Dolar per Barel

Harga minyak mentah Brend turun ke bawah 49 dolar per barel dan minyak mentah AS juga turun lebih dari 1 dolar pada Senin (Selasa dinihari WIB) setelah prospek ekonomi global gelap dan Irak mengumumkan angka rekor produksinya.


15-01-2015
Rekomendasi Migas dan Kondensat Ekspor
Permendag 03/M-DAG/PER/I/2015 Tamparan Bagi Kementerian ESDM

Pembatasan ekspor kondensat dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 03/M-DAG/PER/I/2015 pada 5 Januari 2015 dengan merevisi Permendag Nomor 42 Tahun 2009 sejatinya menjadi tamparan keras bagi Kementerian ESDM dan stakeholders minyak dan gas (migas).  “Artinya, jajaran Kementerian ESDM jangan lagi sembarangan dan gampang meloloskan rekomendasi migas dan kondensat untuk diekspor hanya demi memuaskan sahwat serakah segelintir pengusaha tanpa memikirkan kepentingan nasional,” tegas Yusri Usman, pengamat kebijakan energi kepada theglobal-review.com, Kamis (15/1/2015) di Jakarta.




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »