» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Migas
09-06-2015
Faisal Basri vs Pertamina
Silang Pendapat Faisal Basri Vs Pertamina Soal Minyak Sonangol, Siapa Bohong?

Minyak impor dari Sonangol Angola sebanyak kurang lebih 1 juta bbls/bulan gagal bongkar di terminal Balongan akibat minyak mentahnya beku  dan dialihkan ke kilang Cilacap. Kontan saja kabar ini membuat terhenyak banyak kalangan. “Masuk itu barang?,” sentak Yusri Usman, pemerhati kebijakan energi nasional, kepada theglobal-review.com, Senin (8/6/2015) di Jakarta.


21-05-2015
Misteri Ketidakhadiran Daniel Purba saat Raker Komisi VII

Tidak hadirnya Daniel purba, mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Minyak & Gas yang dipimpin oleh Faisal Basri di rapat dengar pendapat DPR RI Rabu malam kemarin (20/5) mengundang tanya beberapa  anggota DPR Komisi VII.  Utamanya dipertanyakan langsung oleh Ketua Komisi VII Kardaya Warnika dari fraksi Gerindra. Anehnya, Faisal pun tidak mengetahui kenapa Daniel tidak hadir malam ini. Padahal dia yakin Daniel tentunya tahu bakal andanya undangan dari Komisi VII yang antara lain menangani sektor Migas ini.


31-03-2015
Privatisasi Pertamina
Benarkah Pemerintah Akan Jual Pertamina?

Pemerintah Jokowi-JK pada 28 Maret lalu kembali menaikkan harga BBM jenis premium dan solar menjadi Rp 7.400 dan solar Rp 6.900. Kabarnya pemerintah juga akan menjual PT. Pertamina ke pihak swasta (privatisasi) melalui menjual obligasi milik Pertamina kepada publik yang masuk ke dalam daftar Bursa Efek Indonesia. Benarkah?


27-02-2015
Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
Berbicara di Economic Club of New York pada Rabu (11/2/15), Ketua Dallas Federal Reserve Richard Fisher mengatakan "Saudi sudah merekayasa krisis minyak.”

26-02-2015
SKEMA PSC Ibnu Sutowo Layak Diterapkan Kembali
Di dunia migas, Indonesia sesungguhnya memiliki satu sistem kontrak kerjasama yang cukup spektakuler sebagai buah pikiran dari Ibnu Sutowo. Sayang, tokoh yang pernah menjabat sebagai Dirut Pertamina pertama ini lebih dikenal sebagai koruptor di era Soeharto. 

26-01-2015
Migas Nasional
PSC dan Gagasan Penguasaan Negara di Sektor Migas: Menggugat “Kedaulatan” Pertamina

Industri minyak dan gas bumi di Indonesia menuntut penguasaan Negara atas sektor yang dinilai menguasai hajat hidup rakyat banyak. Mengingat sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui itu merupakan kekayaan alam terbesar Indonesia yang diharapkan dapat mendorong sekaligus mempercepat tangga kemakmuran bangsa. Sehingga pada awal kekuasaan Orde Baru, sekitar tahun 1973, pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sempat diandalkan sebagai penghasil devisa Negara terbesar, sekitar 60%. Saat ini pun, kendati sektor migas tinggal menyisakan kontribusi sekitar 11,79% dari total APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), Namun masih “dipaksa” menjadi andalan.


20-01-2015
Harga Minyak Turun di Bawah 49 Dolar per Barel

Harga minyak mentah Brend turun ke bawah 49 dolar per barel dan minyak mentah AS juga turun lebih dari 1 dolar pada Senin (Selasa dinihari WIB) setelah prospek ekonomi global gelap dan Irak mengumumkan angka rekor produksinya.


15-01-2015
Rekomendasi Migas dan Kondensat Ekspor
Permendag 03/M-DAG/PER/I/2015 Tamparan Bagi Kementerian ESDM

Pembatasan ekspor kondensat dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 03/M-DAG/PER/I/2015 pada 5 Januari 2015 dengan merevisi Permendag Nomor 42 Tahun 2009 sejatinya menjadi tamparan keras bagi Kementerian ESDM dan stakeholders minyak dan gas (migas).  “Artinya, jajaran Kementerian ESDM jangan lagi sembarangan dan gampang meloloskan rekomendasi migas dan kondensat untuk diekspor hanya demi memuaskan sahwat serakah segelintir pengusaha tanpa memikirkan kepentingan nasional,” tegas Yusri Usman, pengamat kebijakan energi kepada theglobal-review.com, Kamis (15/1/2015) di Jakarta.


05-12-2014
Harga Minyak
Harga Minyak Dunia Terus Turun

Harga minyak mentah di Asia jatuh pada perdagangan hari ini setelah Saudi Aramco memangkas harga minyak mentahnya yang dijual ke Asia dan Amerika Serikat. Demikian dikatakan para analis seperti dikutip AFP.


04-12-2014
Blok Mahakam
Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina

Penguasaan Blok Mahakam pasca berakhirnya kontrak Total E&P Indonesie tiga tahun akan diberikan kepada PT Pertamina (Persero). Keputusan resmi pemerintah tentang penyerahan blok tersebut direncanakan terbit sebelum akhir tahun ini.




PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »