» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Migas
30-11-2014
Korea Selatan
Harga BBM di Metropolitan Seoul Turun

Beberapa SPBU di wilayah metropolitan Seoul, Korea Selatan terlihat telah menurunkan harga BBM jenis bensin di kisaran 1.500 won per liternya. Langkah ini diambil karena turunnya harga minyak internasional di tengah keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mengurangi produksi minyaknya.


12-11-2014
Logika di Balik Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Presiden Joko Widodo telah berulang kali menegaskan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi di masa awal pemerintahannya. Ia lebih memilih untuk menaikkan harga BBM dibandingkan langkah alternatif lainnya seperti pembatasan pemakain BBM bersubsidi, kuota bbm untuk kalangan tertentu seperti angkutan umum dan mobil niaga, serta beberapa alternatif lainnya yang dianjurkan para pakar ekonomi.


05-11-2014
Membongkar Tipuan Raksasa Migas Global

Indonesia sudah betul tidak tertutup pada asing, tapi bukan berarti asing boleh terus merugikan Indonesia. Raksasa migas global terus menerus menipu Indonesia bahkan ketika sudah diberi kesempatan kelola migas Indonesia. Tak hanya soal tak bayar royalti sehingga Indonesia merugi. Raksasa migas asing juga tipu Indonesia dengan turunkan produksi migas perlahan. 


05-11-2014
Siaran Pers Global Future Institute (GFI)
Tumpas Mafioso Migas, Bukan Naikkan Harga BBM

Bila ingin menghemat keuangan negara, bukan dengan menaikkan harga BBM, tetapi tinjau ulang proses pengadaan (procurement) dan pembelian BBM dalam negeri serta struktur biaya produksi (Cost of Production). Karena di situlah sumber korupsi dan in-efisiensi selama ini.


24-10-2014
Migas Non-Konvensional dan Geopolitik Energi di Masa Depan

Di industri migas, adanya migas non-konvensional, seperti : shale oil, oil sand, shale gas, tight sand dan coal-bed methane (gas metana batubara), sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Potensi migas  non-konvensional yang kaya organik di beberapa perusahaan migas selama ini sudah teridentifikasi namun relatif diabaikan karena sangat rendahnya permeabilitas  yang mencerminkan kesulitan untuk mengalirkan migas tersebut.


24-10-2014
Menantang Jokowi Tiru Langkah Morales Atasi Krisis Minyak

Pemimpin Bolivia, Evo Morales dipastikan bakal menjadi presiden kembali untuk ketiga kalinya. Morales yang bernama lengkap Juan Evo Morales Ayma, lahir di Orinoca, Oruro Bolivia, pada 26 Oktober mendatang genap berusia 55 tahun. Dia dilantik untuk pertama kali menjadi presiden pada 22 Januari 2006.


17-10-2014
SIARAN PERS GLOBAL FUTURE INSTITUTE (GFI); Jokowi –JK Fokus Berantas Mafia Migas Hulu dan Hilir

Banyak kalangan masyarakat yang meyakini bahwa begitu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla secara resmi dilantik pada 20 Oktober 2014, program utamanya adalah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bahkan ada yang berspekulasi akan menaikkan harga hingga Rp 3000 per liter. Jika hal ini benar-benar terjadi, berarti Jokowi-JK tidak punya sebuah kontra skema untuk menerapkan tata kelola baru di sektor Energi, khususnya Minyak dan Gas Bumi. Sehingga dengan demikian itikad dan niat pemerintahan Jokowi-JK untuk berantas Mafia Migas dari hulu sampai ke hilir, akan tetap sasaran dan efektif.


23-09-2014
Energi Bersih
Rockefeller Brothers Alihkan Investasi ke Energi Bersih

Keluarga raja minyak dunia, Rockefeller, dikabarkan akan menjual investasi di minyak fosil untuk dialihkan ke sektor energi bersih.


05-09-2014
Tekad Jokowi Memerangi Mafia

Tekad dan semangat dari presiden dan wakil presiden terpilih  memerangi mafia disejumlah sektor penting,  energi, pertanian, infrastruktur, dan perijinan sudah berkali-kali disampaikan. Dalam debat Cawapres beberapa waktu lalu, Cawapres nomor urut 2, Jusuf Kalla mengungkapkan  dugaan ekonomi Indonesia dikuasai oleh 4 mafia. Ada mafia minyak, mafia gula, mafia sapi, dan mafia benih. Hal ini menyebabkan Indonesia yang kaya akan sumber alam masih menjadi importir pangan dan energi. Meski negara ini kaya akan  akan minyak bumi, gas alam, dan panas bumi, rakyat masih kesulitan mendapatkan listrik dan bahan bakar minyak.


01-09-2014
Kenaikan Harga BBM
Skema Neolib di Balik Kenaikan Harga BBM

Skema neoliberalisme menargetkan 2015 Indonesia harus bebas BBM bersubsidi. Sejak 2012, diketahui pemerintah telah menerbitkan ijin prinsip bagi pembukaan SPBU asing. Kurang lebih sekitar 40 ijin sudah dkeluarkan dengan asumsi dapat mengelola sekitar 20.000 SPBU. Sehingga sejak 2012 hingga 2015, setidaknya akan ada 800.000 SPBU asing bermunculan. Baik yang dikelola Shell, BP, Chevron, Exxon, dan sebagainya. Jadi, apabila ada 'kengototan' untuk meningkatkan harga BBM bersubsidi hingga 40% atau mencabut sama sekali, setidaknya dapat dipahami dalam skema itu.




PREVIOUS   123456789   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »