» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Intelijen
28-06-2014
Lagi-Lagi soal intelijen

Seorang pengamat intelijen, Hari prihartono pernah mengingatkan institusi intelejen agar dimasa reformasi ini fungsi intelijen tidak digunakan untuk sekedar melanggengkan kekuasaan. Menurutnya selama 32 tahun kekuasaan Orde Baru telah secara sistematis mempengaruhi, membentuk, mengarahkan bahkan mengawasi seluruh relasi tiap individu serta hubungan antar lembaga dalam masyarakat. Kombinasi ini legitimasi kekuasaan Orde Baru dikawal secara ketat dan diamankan secara sistematis terutama melalui indoktrinasi yang dikombinasikan dengan teknik-teknik operasi intelijen. Oleh karena itu, dalam sistem keamanan nasional, intelijen negara ditempatkan sebagai satu institusi yang kewenangannya  tetap harus berada dalam kontrol sipil demokratik.


02-06-2014
Mengapa Megawati Paranoid Terhadap Intelijen?

MEGAWATI Soekarnoputri menyoroti kecurangan yang berpotensi terjadi dalam Pilpres 2014. Kata Megawati, seharusnya aparat negara bersikap netral dan tidak dijadikan alat oleh kelompok tertentu.


28-05-2014
Kuatir Dimata-matai, Cina Talak Tiga Perusahaan AS

Perusahaan milik negara Cina akan berhenti bekerjasama dengan perusahaan konsultan AS seperti McKinsey dan Boston Consulting Group karena kuatir memata-matai atas nama pemerintah AS.


18-04-2014
Edward Snowden dan Vladimir Putin
Snowden Bertanya, Putin Menjawab

Kamis (16/04/2014) waktu Rusia, Edward Snowden, pembocor intelijen buron dari Amerika Serikat disambut Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada 'pertemuan' itu Snowden menanyakan soal penyadapan di Rusia.


10-04-2014
Kecurigaan Terhadap Intelijen Dalam Pemilu

Dalam akun twitternya @SBYudhoyono, Presiden SBY mengatakan ada pihak yang mencurigai bahwa institusi intelijen 'bermain' dalam pelaksanaan Pemilu yang demokratis, karena itu SBY mempersilahkan jajaran badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu)  dan masyarakat luas untuk  mengawasi dengan melakukan pemantauan agar tudingan-tudingan miring seperti itu tidak datang.


13-03-2014
Tren Perkembangan dan Fungsi Intelijen

Salah seorang arsitek intelijen Indonesia pernah berkisah untuk menggambarkan "tren perkembangan" sebagai berikut:
Pada suatu hari, di pekarangan rumah tumbuh suatu jenis tanaman, tumbuh pesat, sehingga dalam waktu sebulan tanaman itu menjadi pohon yang rimbun dan indah. Pohon itu memberikan keindahan dan keteduhan, enak dipandang mata, nyaman untuk berteduh. Namun, setelah diamati dengan cermat dari hari ke hari, pohon aneh itu mengeluarkan akar berjuntai menyentuh dan menembus atap rumah, juga membongkar tanah di sekelilingnya.


11-03-2014
Pola dan Kinerja Intelijen Kiai

Menjelang peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945, Kiai Abbas Buntet, Cirebon, membentuk jaringan telik sandi santri yang membentang dari Cirebon ke arah timur hingga Surabaya. Dalam bentangan jaringan teliksandi inilah, koordinasi antar lini barisan Mujahidin (mustasyar-nya Hizbullah dan Sabilillah) bisa terjalin (jujur, saya lupa referensinya).


07-03-2014
Sukarno dan Yakuza

Sukarno pernah dikawal yakuza. Petinggi yakuza sekaligus agen CIA kemudian menyalurkan dana untuk menggulingkan Sukarno.


06-02-2014
Bagaimana Caranya Mossad Memperluas Jaringan Pengaruhnya di Seluruh Dunia?
Mencoba memahami cara kerja intelijen Israel (MOSSAD) dalam memperluas jaringan pengaruhnya di seluruh dunia. Menurut pengakuan Victor Ostrovsky melalui bukunya By Way of Deception, Mossad memanfaatkan apa yang disebut Sayanim (Relavan Yahudi yang mukim di luar Israel). Terdapat ribuan Sayanim di seluruh dunia. 

20-12-2013
E-KTP, Untungkan Intelijen AS dan Ancam Keamanan Nasional?
Salah satu manfaat yang menjadi ‘jualan’ pemerintah adalah, e-KTP akan mampu berkontribusi bagi keamanan nasional, khususnya dalam menekan ruang gerak para teroris.



PREVIOUS   12345678   NEXT


Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »