» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia
Join With Us at :

   Terpopuler
DAMPAK PERTIKAIAN GLOBAL: SIKAP POLITIK DAN REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA (Sebuah Telaah Geopolitik)
Rusia Tawarkan Rudal S-300 Tuk Rontokkan Pesawat Australia
Dibalik Pedasnya, Cabe Memiliki Manfaat bagi Kesehatan
Beberapa Alasan Strategis Kesiapsiagaan Perang Rusia Untuk Mempertahankan Crimea dan Beberapa Wilayah Perbatasan Ukraina
Sistem Pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia -Bagian 4
Makna Strategis Kunjungan Presiden Putin Ke Indonesia
Cermati Tiga Kekuatan Militer Baru di Asia Pasifik: Cina, Jepang dan India
Mengintip Kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika dan NATO
Mengawasi Asia Tenggara Lewat Indonesia
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Selatan Versus Korea Utara
Read More »

Jejak Pendapat
Benarkah perseteruan sengketa Laut Cina Selatan menjadi pemicu bergesernya konflik global Amerika Serikat versus Cina-Rusia ke Asia Tenggara?
Sangat Benar
Benar
Tidak Benar
Tidak Tahu
   


Links

Departemen Luar Negeri RI
PBNU
IRIB
Kajian Timur Tengah
Magister HI Unpad
World Future Online
KASKUS-The Largest Indonesian Community
Penerbit ImtiyaZ
Seminar Kapitulasi Jepang
Bayt al-Hikmah Institute
Global Research
Indopetronews

Kepolisian
12-12-2013
Kapolri Harus Mampu Memulihkan Nama Baiknya

Kasus korupsi proyek  pembangunan peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang Tahun Anggaran 2010-2012, terus menyasar beberapa nama penting. Sebelumnya sudah  muncul nama mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, serta mantan Menpora, Andi Malarangeng. Dugaan keterlibatan kedua mantan kader Partai Demokrat tersebut terkait dengan kucuran dana Hambalang ke Kongres Demokrat di Bandung. Kasus itu terus bergulir dengan memuculkan nama Sylviana Sholeha alias Bu Pur yang kemudian menggemparkan publik, karena dicoba digunakan untuk  mengkaitkan kasus itu dengan Istana Presiden atau Cikeas, setelah Jaksa KPK membuka adanya SMS antara Bu Pur dengan Ibu Negara, Ani Yudojono. Dalam SMS tersebut, Bu Pur mengadukan Menpora ke Ibu Ani, dan kemudian dibalas agar Bu Pur tidak main-main dengan pejabat. Nama Bu Pur menjadi menarik karena disebutkan bahwa suaminya bernama, Purnomo D Rahardjo adalah Kepala Rumah Tangga Cikeas. Padahal yang bersangkutan hanya teman seangkatan Presiden SBY, saat menjalani pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) tahun 1973. Purnomo hanya bekerja sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, yang juga Ketua Harian DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan.


06-11-2013
Polri Didesak Tunjuk Kabareskrim Baru

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menggantikan Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman yang saat ini telah dilantik menjadi Kapolri.


10-10-2013
Sutarman Diharapkan Mampu Memperbaiki Citra Polisi

Suksesi Kapolri yang telah beralih ke tangan Jenderal Sutarman. Tantangan terjal dan tak mudah sedang menunggunya. Beban beratnya adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap kepolisian yang penuh bau tengik korupsi. Tapi sangsi dan cemas masyarakat tetap saja tak mengendur terhadap komitmen pemberantasan korupsi di Polri karena baru saja permintaan Komisi Informasi Publik untuk mengungkapkan identitas dari 17 petugas yang diyakini memiliki rekening gendut diabaikan begitu saja. Celoteh Sutarman terhadap isu-isu tersebut akan menentukan apakah keragu-raguan publik itu salah.


16-09-2013
Oleh : T. HardiSujono *)
Perang Asimetris Penembakan Aparat

Di hutan Teutoburg, dekat dengan Detmold, Jerman sekarang, pada 9 M, lebih dari 20.000 tentara Romawi terbantai oleh pemberontak Germania. Peristiwa kekalahan Romawi di hutan Teutoburg adalah contoh perang asimetris, yaitu perang yang tidak mengandalkan kekuatan yang berimbang dan aturan main yang sama. Mereka menanti untuk menyerang di medan yang tidak dikuasai lawan, sehingga segala kekuatan lawan menjadi tidak relevan. Dalam sejarah, kejadian seperti itu berulang. History repeats for those who don’t learn. Pihak yang lemah selalu melancarkan strategi perang asimetris untuk menghadapi lawan yang lebih kuat.


14-09-2013
Polisi Ditembak Lagi di Depok

Penembakan polisi kembali terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Kali ini korbannya adalah anggota Sabhara Mabes Polri bernama Briptu Ruslan.


22-08-2013
Teroris Masih Bertumbuh

Tertangkapnya terduga teroris Imam Syafei oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri pada 17 Agustus 2013 karena diduga terlibat dengan jaringan kelompok teroris yang dipimpin Rohadi dan Sigit Indrajit, yang telah ditangkap sebelumnya. Berita mengenai peristiwa penggerebegan, penyergapan, atau berbagai informasi tentang terjadinya ketegangan dan tindak kekerasan sebagai ekses dari aksi Densus 88 menghadapi unsur-unsur teroris yang dikejarnya,  disamping membangkitkan rasa syukur juga keprihatinan yaitu mengapa berbagaikelompok masyarakat menerjunkan dirinya dalam aksi-aksi teror yang jelas menjadi musuh aparatur keamanan masih terus bermunculan.


22-08-2013
Pelaku Penembakan Polisi Musuh Negara

Dilihat dari  angka, korban yang terjadi sehubungan dengan tewasnya sejumlah anggota Polri karena ditembak oleh orang-orang yang tidak dikenal belum  mengesankan menyolok, tetapi dekatnya peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain, bentuk kejadian dan teknik yang digunakan mengesankan adanya persamaan. Oleh karena itu, peristiwa penembakan beberapa anggota Polri bisa diduga adalah sebuah aksi dengan skenario tertentu, dengan pemicu penyebabnya adalah para korban adalah anggota Polri, yang dipersepsikan pelaku penembakan sebagai unsur negara.


21-08-2013
Oleh: Ananda Rasti
Awasi Peredaran dan Penyalahgunaan Senpi Ilegal dan Airsoft Gun

Penembakan oleh kelompok orang tidak dikenal yang terjadi sebulan terakhir di Indonesia, terutama di Yogyakarta, telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Pelaku penembakan cenderung menyerang aparat keamanan dan fasilitas umum dengan menggunakan senjata api dan airsoft gun. Padahal, peraturan terkait kepemilikan senjata api sudah jelas. Terlepas dari motif para pelaku, hal ini menandakan senjata api ilegal masih banyak beredar di Indonesia .


20-08-2013
Oleh : Otjih Sewandarijatun *)
Kemungkinan Penyebab Pokok Penembakan Terhadap Polisi

Dari minggu terakhir Juli 2013 sampai pertengahan Agustus 2013, sudah terjadi tiga kali penembakan terhadap anggota kepolisian. Pada Sabtu 27 Juli 2013, anggota polisi lalu lintas Polres Metro Jakarta Pusat, Aipda Patah Saktiyono juga ditembak orang tak dikenal. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Setelah itu, anggota satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Metro Cilandak,  Aiptu Dwiatno, Rabu 7 Agustus lalu sekitar pukul 05.00 WIB tewas setelah ditembak orang tak dikenal.


18-12-2012
Indonesia-Belanda
Republik Indonesia-Belanda Tandatangani Perjanjian Pelatihan Kepolisian

Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Keamanan dan Keadilan Kerajaan Belanda serta Akademi Kepolisian Kerajaan Belanda menandatangani Perjanjian tentang Realisasi Pelatihan Kepolisian untuk tahun 2013 (14/12). Upacara penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Dubes RI untuk Kerajaan Belanda Retno L.P. Marsudi.




PREVIOUS   12


Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »